Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Nah Lho, Fahri Hamzah Sebut PKS Lebih Dekat ke Jokowi

Redaksi oleh Redaksi
4 Maret 2019
A A
fahri hamzah
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Fahri Hamzah mengatakan bahwa PKS lebih dekat ke Jokowi karena PKS dianggapnya tidak terbuka dan feodal.


Konflik antara Fahri Hamzah dengan PKS agaknya memang bakal awet bak baterai Nokia 3315. Pihak PKS berkali-kali memberikan “serangan” pada Fahri Hamzah. Sebaliknya, Fahri terus menangkis sambil sekali-dua melancarkan serangan balasan yang telak.

Episode terbaru “kisruh” antara PKS dan Fahri terjadi pada Minggu, 3 Maret 2019 kemarin saat fahri menyebut PKS lebih dekat dengan Jokowi.

Pernyataannya tersebut ia katakan dalam acara Deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) DKI Jakarta di Oval Atrium Mall Epiwalk. Pernyataannya itu ia katakan setelah ada yang bertanya kenapa tidak ada kader PKS yang hadir dalam acara Deklarasi Garbi, padahal ada beberapa tokoh dari partai pengusung Prabowo-Sandiaga yang hadir seperti Fadli Zon, M Taufik, sampai Zulkifli Hasan.

“Semua diundang, PKS juga diundang. Tapi PKS ini kan menurut saya dengan Jokowi lebih dekat. Kenapa? Karena feodal, tidak terbuka, tidak berani apa adanya. Dan kalau saya boleh ngomong, PKS itu, terutama pimpinannya, lebih menginginkan Jokowi dari awal. Saya ini kan dipecat gara-gara mereka mulai masuk Istana kan,” ujar Fahri.

Garbi yang menurut Fahri merupakan gerakan yang progresif dan penuh dengan semangat keterbukaan dianggap tidak sejalan dengan PKS oleh Fahri. Hal terebut karena menurut Fahri, PKS saat ini cenderung anti keterbukaan, feodal, dan terlalu terkonsentrasi pada pimpinan.

“Memang tidak cocok, mereka tidak terbuka. Karena mereka tidak berani diskusi, tidak berani terbuka, orangnya tertutup, tidak berani ngomong. Apa-apa nunggu perintah dari atas, ya tidak bisa. Ini zaman baru,” ujar Fahri. “Orang-orang Garbi ini kan egaliter, terbuka, berani, tidak nunggu komando, orangnya inisiatif, pokoknya kultur yg dibangun kultur yang lebih kosmopolitan lah. Tapi kalau pimpinannya itu feodal, tidak mau ngomong, tidak mau terbuka, ya tidak bisa cocok sama kita.”

Nah lho. PKS dianggap dekat dengan Jokowi. Apakah memang benar demikian? Atau jangan-jangan maksud Fahri Hamzah adalah Jokowi yang ini?

joko widodo

Hehehe, entahlah. Namun yang jelas, pihak PKS tak tinggal diam dengan pernyataan Fahri Hamzah. Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi pun langsung memberikan tanggapannya. Ia mengatakan bahwa PKS punya keberpihakan yang jelas.

“Kami nggak perlu menanggapi pernyataan dia (Fahri). PKS bisa dinilai dengan mudah oleh publik. Track PKS jelas, pilihan PKS selalu jelas, keberpihakan PKS juga jelas,” kata Dedi Supriadi. “PKS ternyata lebih banyak beda dengan Pak Jokowi, bukan karena urusan pribadi, tapi karena kebijakan pemerintahan Jokowi yang dianggap PKS tidak berpihak kepada rakyat.”

Ah, padahal dulu PKS sama Jokowi mesranya minta ampun lho. Jokowi bisa menang telak terpilih sebagai walikota Solo periode kedua dengan perolehan suara lebih dari 90 persen salah satunya juga karena bantuan kader-kader PKS.

Memang ya, dalam politik, kemesraan itu cepat berlalu.

fahri hamzah

Terakhir diperbarui pada 4 Maret 2019 oleh

Tags: Fahri Hamzahgarbijokowi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.