Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

3 Perkara dalam Semalam: 2 Mahasiswa Tewas, Dandhy Laksono-Ananda Badudu Dijemput Polisi

Redaksi oleh Redaksi
27 September 2019
A A
dandhy laksono ananda badudu mahasiswa tewas demonstrasi mahasiswa MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dalam sehari semalam, kita digempur tiga berita mencekam sekaligus. Duka mendalam untuk mahasiswa yang tewas dalam demo di Kendari kemarin.

Kamis dini hari (26/09) kita mendapat informasi dari media sosial Polda Metro Jaya bahwa mereka mengamankan ambulans Pemprov DKI Jakarta yang membawa batu untuk mempersenjatai demonstran Jakarta. Belakangan tuduhan ambulans bawa batu itu terbukti salah. Polda Metro Jaya kemudian memberi klarifikasi, tapi tidak minta maaf, yang intinya ambulans tersebut tidak membawa batu untuk digunakan pendemo, melainkan ada perusuh membawa batu yang berlindung di mobil tersebut.

Kamis siang (26/09) kita mendapat berita duka dari Kendari. Dua mahasiswa Kendari tewas dalam demo menolak RKUHP dan revisi UU KPK di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara. Korban pertama adalah Immawan Randi, mahasiswa jurusan Budidaya Perairan Universitas Halu Oleo angkatan 2016. Ia tewas ditembak aparat, diduga dari jarak dekat, pada dada kanan.

Dilansir Tirto, Randi ditembak saat demonstrasi mahasiswa berakhir bentrok. Polisi dari Polda Sulawesi Tenggara yang berjaga di area dalam pagar gedung DPRD membuyarkan  demonstran dengan gas air mata, meriam air, dan tembakan peluru.

Korban tewas lain bernama M. Yusuf Kardawi, mahasiswa angkatan 2018 Teknik Sipil D3 dari kampus yang sama dengan Randi. Sebelumnya, Yusuf mengalami luka kritis. Kepalanya diduga dipukul dengan benda tumpul. Nyawa Yusuf tidak tertolong dan ia meninggal pada Jumat pagi tadi (27/09).

Orang tua almarhum La Randi pekerjaan sehari-harinya adalah seorang nelayan. Ia tak tahu anaknya meninggal. Kabarnya, ia tengah melaut saat anaknya gugur terkena tembakan peluru saat demonstrasi di Kendari.

Keluarganya kemudian pergi menjemputnya di tengah laut.#KendariBerduka pic.twitter.com/p0bv4G8R9b

— Laode Halaidin (@LaodeHalaidin) September 26, 2019

Belum hilang duka atas tewasnya mahasiswa Kendari, Kamis malam (26/09) aktivis dan jurnalis Dandhy Dwi Laksono dijemput polisi Polda Metro Jaya di kediamannya di Bekasi. Dalam surat penangkapan disebut, Dandhy ditangkap terkait twitnya soal Papua. Ia dijerat UU ITE.

Setelah itu, Dandhy memang dibebaskan. Akan tetapi ia keluar dengan status tersangka. Dan tidak cukup itu, Jumat subuh tadi (27/09) gantian musisi dan jurnalis Ananda Badudu yang ditangkap dengan alasan membantu mengumpulkan dan menyalurkan dana untuk demo mahasiswa pada 23-24 September. Ya, ia memang secara terbuka di medsos mengorganisir bantuan dana dari masyarakat melalui Kitabisa.com. Dalam waktu singkat terkumpul Rp175 juta dari 2.000 lebih donatur.

Peristiwa demi peristiwa ini susah dipahami dan mengecewakan. Pendanaan kolektif dari masyarakat menunjukkan bahwa tuntutan dalam demo mewakili aspirasi masyarakat bahwa kerja DPR RI memang sedang mengancam demokrasi di Indonesia.

Ini belum lagi soal imbauan Menristekdikti kemarin yang menyatakan akan memberi sanksi pada rektor-rektor yang membiarkan mahasiswanya ikut demonstrasi. Kalau sudah begini, apa kita masih percaya dengan kata-kata Jokowi? Bahwa katanya, “Jangan ragukan komitmen saya soal demokrasi.” (A/L)

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: ananda badududandhy laksonoDemonstrasimahasiswa kendariRKUHPRUUUU KPK
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO
Tajuk

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu MOJOK.CO
Sosok

Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di Tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu

14 Juni 2026
pam swakarsa, militer.MOJOK.CO
Fragmen

Riwayat Pam Swakarsa, Tukang Gebuk Bayaran Tentara yang Berupaya Dihidupkan Kembali. Ancaman Serius bagi Demokrasi

5 September 2025
UI kampus perjuangan tapi BEM-nya kini terbelah. MOJOK.CO
Catatan

UI sebagai Kampus Perjuangan Kini Terbelah dan Hilang Taringnya, Tak Saling Mendukung dan Searah

4 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Sombongkan IPK dan gelar sarjana cumlaude dari PTS Jogja. Optimis pikat HRD perusahaan incaran tapi ujungnya lontang-lantung bawa lamaran pekerjaan MOJOK.CO

Dulu “Sombongkan” IPK dan Gelar Sarjana Cumlaude, Kini Malu Lontang-lantung Cari Kerja karena Tren HRD Tak Terpikat IPK

29 Juli 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

SRAK 2026-2036 Resmi Disusun, Komitmen Lintas Sektor Selamatkan Elang Jawa dari Kepunahan

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.