MOJOK.COBanyak cara untuk mengobati diabetes. Salah satu cara yang murah dan mudah dilakukan adalah dengan memanfaatkan hasil alam Indonesia.

Ibu mertua saya kena diabetes. Sudah lama. Sejauh yang saya tahu, beliau sudah kena diabetes lebih dari 15 tahun. Kalau sudah kambuh, lemesnya minta ampun. Maunya rebahan saja seharian.

Ibu mertua saya mengonsumsi beberapa obat dari dokter. Terutama ketika tingkat gula darah sudah sangat tinggi. Obat yang didapat dari dokter memang pada dasarnya bukan mengobati diabetes, tetapi cuma menurunkan level gula darah saja.

Nggak mau terlalu bergantung kepada obat kimia, ibu mertua saya kembali ke alam untuk mengobati diabetes yang sudah beliau derita sejak lama. Kini, berkat kembali ke “hasil alam Indonesia”, ibu mertua saya malah lebih lincah, penuh vitalitas, dan lebih bahagia.

Yang terakhir ini penting banget. Bagi penderita diabetes, menjaga perasaan tetap bahagia itu perlu diingat terus. Soalnya, ketika stres, ibu mertua saya cenderung mengonsumsi makanan atau minuman manis.

Lagipula, bukankah banyak penyakit berasal dari hati yang tidak bahagia? Kata siapa saya lupa, tapi kok ya memang begitu adanya. Oleh sebab itu, untuk mengobati diabetes yang sudah diderita sejak lama, ibu mertua saya menambah jumlah kunjungan ke beberapa sawah yang ditanami lombok.

Kok kunjungan ke kebun lombok? Karena ibu mertua saya butuh olahraga untuk mengurangi berat badan. Katanya, badan yang lebih ringan membuat gula darah nggak gampang naik. Di kebun lombok, beliau turun tangan langsung dari proses pembibitan, pemupukan, merawat lingkungan sekitar, sampai pemetikan atau masa panen.

Baca juga:  Mudah Lapar Padahal Udah Makan, Penyebabnya Bisa Macam-macam

Sehat dengan gerak badan, pundi-pundi juga bertambah berkat panen lombok. Saya yang kecipratan bahagia dengan limpahan lombok hasil kebun. Heuheuheu….

Memang, nggak semua orang gemuk itu pasti kena diabetes. Namun, jika berat badan melebihi titik ideal, badanmu bisa kena banyak penyakit juga. Kalau stres karena penyakit, bisa bikin ibu mertua saya menembuh “jalan manis”. Minum kopi sampai makan keik. Usaha mengobati diabetes terancam gagal.

Jadi, kembali ke “hasil alam Indonesia” adalah dengan olahraga di kebun lombok. Itu cuma contoh saja, sih. Kamu bisa kok olahraga konvensional sebagai pilihan. Ibu mertua saya memilih olahraga, sekaligus yang bisa menghasilkan. Untuk soal bisnis hasil alam, beliau memang tajam nalurinya.

Nah, hasil alam Indonesia kedua yang dimanfaatkan ibu mertua saya untuk mengobati diabetes adalah ketumbar. Jangan bilang kamu nggak tahu ketumbar. Jangan bilang kamu nggak bisa membedakan biji ketumbar, pala, kemiri, dan lada, ya.

Untuk mengobati diabetes menggunakan ketumbar, ada dua cara yang bisa kamu coba. Pertama, konsumsi air rendaman biji ketumbar. Rendam biji ketumbar semalaman, lalu minum airnya di pagi hari. Kedua, yang lebih simpel, minum air hangat dicampur bubuk ketumbar. Biar kamu nggak salah mengambil biji lada alih-alih ketumbar, beli saja yang instan di warung terdekat.

Kok instan? Awalnya saya juga bertanya begitu. Namun, ibu mertua saya sudah mencobanya secara langsung. Air putih hangat satu gelas kecil dicampur sejumput bubuk ketumbar. Simpel, kan. Sudah beberpaa tahun beliau mengonsumsi cara instan ini dan khasiatnya sama seperi rendaman biji ketumbar. Ada bukti hidup yang sudah mencoba.

Baca juga:  Perempuan yang Bahagia dengan Kekasihnya Cenderung Lebih Mudah Gemuk

Banyak yang menganjurkan mengonsumsi air ketumbar di pagi hari. Anjuran itu baik, tapi sebetulnya dikonsumsi kapan saja sama baiknya. Terkadang, untuk memaksimalkan hasil alam Indonesia, kamu hanya perlu konsisten dan telaten saja.

Kenapa ketumbar ampuh mengobati diabetes?

Ketumbar akan merangsang kelenjar endokrin di dalam tubuhmu. Kelenjar endokrin yang terangsang akan memproduksi insulin dalam darah dengan meningkatkan sekresi insulin di dalam pankreas.

Proses itu akan membantu tubuhmu asimilasi gula di dalam darah. Hasilnya, level gula darah akan turun atau terjaga dalam batasan sehat. Biji ketumbar juga terbukti mengurangi kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), sehingga ideal untuk pencegahan dan pengobatan kesehatan jantung juga.

Oya, kata “mengobati” dalam mengobati diabetes nggak lantas penyakit itu akan hilang begitu saja. Mengobati di sini adalah sebuah usaha untuk menjaga level gula darah tetap aman, terutama bagi penderita diabetes.

Jadi, intinya, semuanya diawali dengan menjaga pola makan dan olahraga teratur. Ketumbar ada hanya untuk membantu. Semuanya kembali ke dirimu sendiri.

BACA JUGA Gula Itu Jahat, Lebih Menakutkan Ketimbang Bahaya Merokok atau artikel menyehatkan lainnya di rubrik PENJASKES.