Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Jika JK-AHY Maju dalam Pilpres, Ini PR Besar Partai Demokrat

Redaksi oleh Redaksi
12 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Partai Demokrat tengah mempersiapkan kemunculan Koalisi Kerakyatan lewat pasangan yang baru saja digodok dalam simulasi: JK-AHY.

Dalam rangka meracik kehadiran kekuatan ketiga di antara dominasi Jokowi lawan Prabowo yang (pendukungnya) kian memanas, Partai Demokrat kini tengah memunculkan tren pasangan baru: Jusuf Kalla dan Agus Harimurti Yudhoyono alias JK-AHY.

Sebelumnya, Partai Demokrat dikabarkan masih menjalin komunikasi intensif dengan beberapa partai dan kandidat lainnya. Namun, hadirnya penjodohan ini juga menimbulkan pertanyaan lain—seperti yang diutarakan pihak PKB—tidakkah Partai Demokrat kebanyakan opsi?

Pertanyaan ini tidak hadir tanpa alasan. Nyatanya, Partai Demokrat memang mempersiapkan beberapa nama untuk diusung. Dan, dalam simulasi nama-nama ini, AHY jelas merupakan orang yang paling dijagokan. Tentu saja.

Soalnya, dalam beberapa opsi populer Partai Demokrat, seluruh kandidat yang disebutkan dalam simulasi ini seluruhnya disandingkan dengan AHY. Misalnya, Prabowo-AHY, Jokowi-AHY, Chairul Tanjung-AHY, Gatot-AHY, hingga JK-AHY. Belum ada keputusan yang pasti mengenai hal ini, namun Partai Demokrat mengakui bahwa pasangan JK-AHY adalah opsi baru yang masih hangat dibahas secara internal.

Dalam simulasi yang akan terus dilakukan, Partai Demokrat menyebutkan bahwa pasangan AHY yang terkuat hingga saat ini adalah Jokowi, Prabowo, dan Gatot. Namun demikian, menurut Ketua DPP Demokrat, Jansen Sitindaon, pasangan JK-AHY merupakan sebuah “pasangan ideal” untuk mewujudkan Koalisi Kerakyatan. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Koalisi Kerakyatan adalah upaya yang dibangun Partai Demorat untuk menyaingi Koalisi Keummatan dan Poros Kekuasaan.

Munculnya nama AHY dalam panggung politik Indonesia melalui Partai Demokrat memang mencuri perhatian. Masih jelas di ingatan, tempo hari AHY ramai dibicarakan karena mengeluarkan 5 kritik bagi pemerintahan Jokowi-JK yang mencakup: penurunan daya beli masyarakat, kenaikan tarif listrik, sempitnya lapangan kerja, jumlah tenaga kerja asing, dan keberlangsungan mental.

Reaksi masyarakat menanggapi kritik AHY pun beragam. Tapi, ada satu hal yang bisa dipelajari dari kritikan balasan masyarakat atas kritik AHY:

Siapapun pasangan AHY nantinya—mau Jokowi-AHY kek, JK-AHY kek, Prabowo-AHY kek, dan lain-lain—Partai Demokrat jelas punya PR besar untuk membuat masyarakat move on dari citra AHY yang sudah telanjur terpatri, yaitu sebagai putra mantan Presiden SBY yang “terpaksa” melepas posisinya di bidang militer demi terjun ke dunia politik. Itu saja dulu.

Malah, ada seseorang yang berkelakar. Katanya, JK-AHY bisa saja bukan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono, melainkan Jo Kesusu, AHY.

Hehe~

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2018 oleh

Tags: agus harimurti yudhoyonoJK-AHYJokowi-AHYjusuf kallaKoalisi KerakyatanPartai DemoratPilpres 2019
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

jk mojok.co
Kotak Suara

Prabowo, Airlangga, hingga Cak Imin Kunjungi JK, Ada Apa?

8 Mei 2023
Menimbang Pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024. MOJOK.CO
Kotak Suara

Menimbang Pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024

15 April 2023
ratna sarumpaet
Kotak Suara

Lama Tak Terdengar, Ratna Sarumpaet Luncurkan Buku dan Bongkar Liarnya Dunia Politik

19 Februari 2023
AHY Kalau Beli Action Figure Bilang ke Annisa Pohan Cuma Rp100 Ribu Padahal Rp1 Juta Nggak, Ya? MOJOK.CO
Konter

AHY Kalau Beli Action Figure Bilang ke Annisa Pohan Cuma Rp100 Ribu Padahal Rp1 Juta Nggak, Ya?

8 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tes Kompetensi Akademik, TKA, Stres, orang tua.MOJOK.CO

3 Cara Sukses Hadapi TKA Tanpa Banyak Drama, Orang Tua Wajib Tahu Biar Anak Nggak Stres

25 Februari 2026
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.