Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ria Ricis Dikritik karena Jadikan Kematian Ayah sebagai Konten dengan Adsense

Redaksi oleh Redaksi
7 Juni 2021
A A
ilustrasi Ria Ricis Dikritik karena Jadikan Kematian Ayah sebagai Konten dengan Adsense mojok.co

ilustrasi Ria Ricis Dikritik karena Jadikan Kematian Ayah sebagai Konten dengan Adsense mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ria Ricis tengah berduka setelah ayahnya wafat. Sayang, youtuber ini justru dapat kritik tajam karena dianggap mendulang traffic dari konten kematian ayah.

Kepergian seseorang memang seringnya menyisakan duka bagi yang ditinggalkan. Sama seperti orang kebanyakan, Ria Ricis yang baru saja ditinggal sang ayah juga merasakan kesedihan. Sayangnya, kesedihan itu harus dihiasi oleh banyak kritik tajam usai dirinya mengunggah banyak video soal kepergian sang ayah.

Hingga artikel ini ditulis, terhitung enam konten video dengan adsense yang diunggah Ria Ricis ke kanal YouTubenya. Terbilang sangat produktif di waktu yang begitu singkat. Mulai dari cerita tentang bagaimana adik Oki Setiana Dewi ini dikabari bahwa sang ayah sudah tiada, bagaimana pemakaman sang ayah berlangsung, hingga kenangan-kenangan perihal almarhum. Tim editor Ricis agaknya kerja lembur.

Mendulang traffic dan adsense dari kematian ayah kandung adalah sehina-hinanya konten.

— Mazzini (@mazzini_gsp) June 6, 2021

Banyak netizen yang beranggapan bahwa apa yang dilakukan Ria Ricis ni kurang etis. Terlebih, video-video tersebut ditanami banyak adsense sehingga terkesan mendulang traffic dan demi penghasilan Ria Ricis yang lebih paripurna. Kedukaan memang momen yang berat, namun ketika menjadikan hal ini sebagai sebuah sarana untuk menghasilkan lebih banyak uang secara terang-terangan, rasanya kurang elok.

Beberapa figur publik sebenarnya pernah juga mendokumentasikan kematian seseorang yang mereka hormati. Misalnya, Gofar Hilman yang membuat video tentang Didi Kempot ketika blio wafat. Bedanya, video lain tidak secara sengaja mendulang traffic dengan menanamkan iklan seperti yang dilakukan Ria Ricis. Perlu diketahui, pengelola kanal YouTube memang memiliki otoritas dalam mengatur iklan dalam konten yang mereka unggah. Apalagi youtuber sekelas Ria Ricis, tentu ia berhak mengelola konten-konten prioritas dengan adsense dan yang tidak.

Beberapa netizen memang mengecam apa yang dilakukan Ria Ricis. Kesan yang ditimbulkan sang youtuber jadi buruk, seolah menafikan kedukaan yang sedang ia alami sendiri. Banyak yang berkomentar bahwa saat berduka, seseorang bahkan mungkin nggak bakal pernah kepikiran untuk berfoto, apalagi membuat vlog panjang, mengeditnya, dan mengunggahnya lengkap dengan iklan.

Sang kakak, Oki Setiana Dewi juga melakukan hal yang sama, mengunggah konten tentang kematian sang ayah. Bedanya, Oki tidak menanamkan iklan di video tersebut sehingga masih ada yang beranggapan bahwa ini nggak masalah.

Di Indonesia, youtuber memang terkenal hobi bikin konten tentang segala aktivitas kehidupan. Atta Halilintar dan Aurel misalnya, beberapa waktu lalu konten keguguran sang istri juga sempat mengundang polemik. Bahkan pasangan ini terkenal mendokumentasikan segala kehidupannya mulai dari sebelum menikah, menikah, setelah menikah, momen romantis, sampai momen keguguran Aurel yang terbilang agak “sensitif”.

Berkebalikan dengan kritik tajam yang dilayangkan, sebagian fans Ria Ricis justru membela apa yang dilakukan sang idola. Mereka beralasan bahwa apa yang Ricis bagikan melalui konten video di kanalnya bikin mereka belajar menjadi sosok yang kuat dan tegar. Bagaimana Ria Ricis melewati masa-masa berduka mungkin jadi insight yang bagus untuk orang-orang jika nantinya mereka bersedih.

Sampai sekarang, Ria Ricis masih belum berkomentar perihal kritikan ini. Urusan etis nggak etis tentu sulit diukur, orang bisa jadi saling berdebat karena beda pendapat. Mungkin youtuber di Indonesia memang pengin banget menjadikan setiap detik hidupnya sebagai konsumsi publik. Atau bahkan, konsep kanal youtuber-youtuber memang ya… soal hidup. Ini dilakukan biar konten bisa mengalir seperti air, walau tanpa framing dan tema yang utuh, walau tanpa perencanaan yang matang, pokoknya vlog kehidupan yang mendulang traffic digas aja terus. Tapi, untuk kasus Ria Ricis, semoga blio punya penjelasan terhadap ini semua. Lha siapa tahu memang ada penjelasan masuk akal, ini soal wafatnya ayah kandung lho. Masa sih main-main?

BACA JUGA Ria Ricis Menambah Daftar Influencer Tak Tahu Malu dan artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2021 oleh

Tags: budak kontendukacitagofar hilmanOki Setiana Dewiria ricisyoutuber
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Didik Kulot: Hidup Tidak Harus Lurus yang Penting Jujur
Video

Filosofi Hidup Komandan SKC Didik Kulot: Hidup Tidak Harus Lurus, yang Penting Jujur

23 Juni 2025
Ria Ricis-Teuku Ryan Ajarkan Moana Extreme Sports Sejak Dini
Video

Ria Ricis-Teuku Ryan Ajarkan Moana Extreme Sports Sejak Dini

11 Januari 2023
Rumah Kontrakan Arini MOJOK.CO
Hukum

10 Youtuber Dilaporkan ke Polisi, Masuki Rumah Orang Tanpa Izin Bisa Dipidana?

13 Oktober 2022
ilustrasi Baim Wong dengan Konten Bagi-bagi Uang Sudah Bermasalah Semenjak Konsep. Nggak Usah Berharap Banyak mojok.co
Pojokan

Baim Wong dengan Konten Bagi-bagi Uang Sudah Bermasalah Semenjak Konsep. Nggak Usah Berharap Banyak

12 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas Karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi MOJOK.CO

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi

2 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.