Denmark vs Belgia: Laga yang Bakal Seru, Sekaligus Haru MOJOK.CO
Denmark vs Belgia: Laga yang Bakal Seru, Sekaligus Haru MOJOK.CO

Denmark vs Belgia: Laga yang Bakal Seru, Sekaligus Haru

MOJOK.COEuro 2020 Grup B | Denmark vs Belgia | Laga yang diperuntukkan untuk kesembuhan Christian Eriksen. Laga yang seru, sekaligus haru.

Addin: “Mari haturkan doa baik untuk kesembuhan Christian Eriksen.”

Selepas insiden Christian Eriksen dan kekalahan atas Finlandia, motivasi berbeda akan dibawa oleh skuat Denmark kala bersua Belgia. Tidak seperti laga pada umumnya yang hanya mengincar kemenangan pada hasil akhir, laga ini sarat akan beragam pesan.

Pesan pertama tentu akan ditujukan kepada Eriksen.

Bahwa skuat Denmark akan main habis-habisan dan mempersembahkan kemenangan baginya. Kemenangan ini setidaknya bisa memberi suntikan moril atas proses kesembuhannya.


Kedua, pesan kepada UEFA.

Seperti yang diketahui, ketika insiden serangan jantung yang menimpa Eriksen terjadi, pertandingan sempat terhenti. Alih-alih menunda, UEFA justru memberikan opsi pertandingan dilanjutkan saat itu atau sehari setelahnya. UEFA memang brengsek!

Denmark akan menunjukkan, meskipun UEFA memang brengsek, mereka akan mengerahkan segala kemampuan yang ada. Mereka tidak akan meminta belas kasih kepada UEFA.

Pesan ketiga dan ini yang cukup penting, adalah kepada seluruh pemimpin di dunia. Bahwa mereka harusnya belajar dari apa yang dilakukan oleh Simon Kjaer.

Pada pertandingan perdana kemarin, Kjaer mengajak rekan-rekannya untuk bergandengan tangan membentuk lingkaran tatkala Eriksen sedang dirawat di tengah lapangan. Bersama Schemeichel, Kjaer juga menenangkan istri Eriksen. Dua contoh keteladanan yang patut ditiru.

Baca juga:  Mengingat Arsene Wenger dan George Weah Sebagai Monumen Peringatan George Floyd

Di tengah masa pandemi yang serba ruwet ini, tolong dong sebagai pemimpin beri contoh baik. Beri ketenangan dan jangan mencla-mencle.

Ketika ada musibah menimpa, ya ajak setiap orang untuk gotong royong. Bahu membahu mengentasi musibah yang terjadi. Jangan malah nyari keuntungan dari musibah yang ada. Ngambil dana bansos misal.

Cara Kjaer menenangkan istri Eriksen ini juga mbokya diteladani. Jangan malah bermuka dua. Seakan-akan menenangkan tapi di sisi lain membuat khawatir. Mirip larangan mudik, tapi wisata boleh. Hashmoot.

Dan yang terakhir adalah pesan untuk sang lawan, Belgia. Oke mereka menang di laga melawan Rusia. Itu ya karena lawannya Rusia. Melawan Denmark tidak akan semudah itu. Kekuatan, motivasi, dan keyakinan Denmark akan berlipat ganda.

Lebih-lebih, Denmark memiliki sebuah spirit yang disadur dari pemilik baru sebuah klub, Kaesang Pangarep, bahwa, “Menang lawan Belgia Harga Mati!”

Gusti Aditya: “Menang untuk lolos dan gol Lukaku untuk Eriksen.”

Laga antara Denmark kontra Finlandia pada Sabtu (12/6) kemarin, pada kenyataannya, menunjukkan bahwa sepak bola melepaskan diri dari unsur pertunjukan. Lepas pula dari unsur apa itu yang namanya permainan.

Sepak bola, dalam lansekap kecil pertandingan yang dihelat di Stadion Parken, Kopenhagen, Denmark, ini adalah sudut pandang kemanusiaan. Ya, kemanusiaan, yang barangkali, terminologi penting yang terus dikaji oleh keturunan Adam selama ini.

Baca juga:  Prediksi Prancis vs Swiss: Saatnya Mendobrak Sejarah

Berangkat dari pertanyaan, “Apa itu kemanusiaan?” seperti apa yang sering diberondong oleh kaum humanisme, terjawab sudah pada laga malam itu. Tindakan heroik Simon Kjær, pun tindakan suportif Finlandia, baik itu pemain maupun suporter yang hadir, dan Joel Pohjanpalo yang memilih tidak berselebrasi setelah cetak gol adalah sebuah hal yang menegaskan bahwa sepak bola nggak hanya perihal rivalitas dan kemenangan melulu.

Semua bergandengan tangan, menutup Christian Eriksen yang tengah kolaps dari kejar-kejaran kamera si pemilik hak siar. Semua berdoa, tanpa memandang dari bahasa apa doa itu berhulu, pun bermuara. Sementara itu, jauh nun di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg, Lukaku dalam golnya kontra Russia berteriak, “Chris, Chris, I love you!”

Ya, 3-0, Russia! 3-0!


Tentu saja Eriksen tak ingin melihat kesedihan yang berlarut dalam helatan Euro 2020. Dia, dalam rehat, sembari menunggu pulih, ingin melihat Kjaer dan kolega memberikan perlawanan melawan Setan Merah, Belgia. Ya, malam nanti (17/6), Belgia akan bertanding melawan Denmark.

Satu jendral yang sudah tidak bisa perang, jika dia hanya datang ke medan laga, akan banyak berpengaruh terhadap mental satu kompi pasukan,” begitu kata Jenderal Ou Ki kepada Shin dalam manga Kindom.

Begitu pula apa yang terjadi kepada Denmark saat ini. Walau Eriksen tak ada sebagai jendral lapangan tengah Denmark, namun semangatnya akan terus tersebar layaknya biji-biji, disemai menjadi api. Semangat yang akan terus menari-nari, lawan kekuatan absolut Belgia juga mereka nggak peduli.

Baca juga:  Robin Gosens ‘Reject’ Penolakan, Serie A yang Diremehkan, dan Jersey Cristiano Ronaldo

Saya tentu ingin bingkisan terbaik untuk Eriksen malam nanti terjadi. Bingkisan dalam bentuk kemenangan Denmark, walau posisi saya di sini sebagai pundit Belgia.

Tapi begini, namun kita kudu mawas satu hal, Setan Merah yang ini (Die Roten Teufel) adalah Setan Merah yang asli, bukan Setan Merah KW dari Kabupaten North-West sana yang hobi melawak dan kebanyakan suporternya lucu-lucu seperti bocah-bocah yang baru tumbuh jembut di selangkangannya.

Tulisan ini nggak menggebu-gebu lazimnya tulisan Tekel yang biasanya, ya? Yo ben, ra urusan! Karena pada pertandingan Belgia kontra Denmark nanti, kemenangan Belgia tentu saja mutlak untuk Eriksen, pun gol demi gol Lukaku, diperuntukan untuk kompatriotnya itu di Internazionale.

Poin tiga untuk Belgia, namun kesembuhan Eriksen adalah yang utama. Lekas pulih, Eriksen!

BACA JUGA Ukraina vs Makedonia Utara: Kayak Rivalitas ‘2 Mas-mas Biasa Aja’, Rivalitas Nggak Penting dan ulasan Euro 2020 lainnya.