Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Berapa Sih Penghasilan Penimbun Masker yang Menjual Masker Dengan Harga Tinggi?

Redaksi oleh Redaksi
4 Maret 2020
A A
penimbun masker
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jangan heran jika banyak yang menimbun dan menjual kembali masker dengan harga yang sangat tinggi, lha setelah dihitung-hitung, keuntungannya sangat besar, je. 

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam isu virus corona ini adalah soal masker. Begini, walau informasi dari berbagai pihak resmi terkait sudah dengan jelas mengatakan bahwa orang yang sehat tak perlu menggunakan masker, namun tetap saja masker menjadi instrumen kesehatan yang vital. Akibatnya, hampir dalam beberapa waktu terakhir, stok masker di banyak apotek dan swalayan ludes karena banyak dibeli masyarakat. Sulitnya mendapatkan masker ini pun pada akhirnya memancing kepanikan yang baru.

Kepanikan ini lantas dimanfaatkan oleh segelintir oknum. Banyak yang memborong masker untuk kemudian menimbunnya, lantas menjualnya dengan harga yang sangat tinggi. Maklum saja, stok yang terbatas bakal membuat orang tetap mau membelinya dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga pasaran.

Saking banyaknya orang yang memborong dan menimbun masker, pihak kepolisian sampai harus mengambil tindakan tegas. Polisi melalui pernyataan resmi bakal memidanakan siapa saja yang secara sengaja menimbun masker.

Walau sudah ada ancaman dari pihak kepolisian, namun masih saja banyak orang yang nekat menimbun masker dan menjualnya dengan harga yang tinggi. Maklum, aji mumpung. Semua orang butuh.

Nah, ngomong-ngomong soal penimbun masker, sebenarnya berapa sih potensi penghasilan yang bisa didapatkan oleh para pencari untung ini kok sampai-sampai di bawah ancaman hukum masih tetap berani menimbun dan bahkan tega mencari untung di tengah kepanikan masyarakat.

Mari kita hitung dengan cara paling kasar dan paling goblok.

Harga masker sebelum merebak isu corona per boks (isi 50) berada di kisaran angka 30-35 ribu. Kalau dijual eceran satuan, umumnya seribu rupiah per masker.

Namun setelah isu corona mulai naik, stok mulai sulit. Mau tak mau, harganya pun ikut naik seiring dengan kenaikan harga dari distributor. Menurut salah satu karyawan apotek 24 jam di Jogja, harga per boks masker bisa naik sampai dua kali lipat. Antara 60-70 ribu. Kita sebut saja kenaikan harga ini sebagai kenaikan harga periode awal.

Nah, kelangkaan masker ini semakin hari semakin parah. Dulu pada awal tahun, walau sulit, tapi masyarakat masih tetap bisa mendapatkannya, sebab masih banyak apotek yang nyetok. Namun, dalam sebulan terakhir, ketersediaan stok masker semakin mengerikan seiring dengan makin naiknya isu corona, terutama setelah diumumkan ada dua pasien positif corona. Beberapa produk masker merek Unimed, Sensi, dan Neo per box isi 50 mulai banyak dijual antara 250-350 ribu. Inilah kenaikan harga periode puncak.

Lantas, berapa keuntungan penjual yang menimbun masker?

Dengan asumsi penjual mendapatkan stok saat periode kenaikan awal yakni 60-70 ribu per boks dan kemudian menjualnya dengan harga 250-350 ribu, maka keuntungan per boks-nya adalah 180-290 ribu.

Kalau kita ambil nilai tengah keuntungan, maka didapat angka 240 ribu. Bayangkan, jika penjual bisa menjual 10 boks per hari, maka keuntungan per harinya bisa mencapai 2,4 juta per hari.

Jika isu corona ini akan terus naik, atau yang paling parah, jumlah pasien positif corona bertambah, maka permintaan masker akan semakin tinggi. Kalau penjual bisa konsisten menjual dalam sebulan saja, dengan penjualan per hari minimal 10 boks, maka penghasilan per bulannya bisa mencapai minimal 72 juta rupiah.

Iklan

Sedaaaaaaaaaap. Nggak heran kan kalau banyak yang tetap nekat dan tertarik menimbun dan menjualnya kembali dengan harga yang tinggi.

Tapi ingat, semakin banyak keuntungan, tentu semakin besar pula dosa yang didapat.

Semenggiurkannya apa pun uang 72 juta, ia tetap tak ada apa-apanya dibandingkan dengan penderitaan “Penimbun masker meninggal dalam keadaan perut penuh dengan masker bekas pasien corona dari Wuhan!”

Terakhir diperbarui pada 4 Maret 2020 oleh

Tags: coronamasker
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Naik Kereta Api di Jogja Tak Harus Gunakan Masker Lagi. MOJOK.CO
Kilas

Naik Kereta Api di Jogja Tak Harus Gunakan Masker Lagi

13 Juni 2023
Ivermectin Beneran Obat COVID-19? Jangan Mudah Percaya Pesan WhatsApp dengan Status ‘Forwarded Many Times’
Esai

Ivermectin Beneran Obat COVID-19? Jangan Mudah Percaya Pesan WhatsApp dengan Status ‘Forwarded Many Times’

11 Juni 2021
masker
Kilas

Nasib Apes Roni Octavianto yang Diusir Pengurus Masjid Justru Karena Salat Memakai Masker

3 Mei 2021
Kepala Suku

Belajar dari Masjid Aljihad

3 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.