Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Update Medali Asian Games 2018: Indonesia Dapat 12 Emas, Sejarah!

Redaksi oleh Redaksi
26 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Berapa banyak medali yang disabet atlet Indonesia di Asian Games 2018 hingga hari ini?

Setelah per Sabtu (25/8) kemarin Indonesia tercatat berada di posisi kelima dengan 10 medali emas, per hari ini Indonesia kembali menambah jumlah medali hingga angka 12. Tentu saja, hal ini menjadi seru dan menakjubkan karena memecahkan rekor sebelumnya, yaitu 11 medali pada tahun 1962.

Dua medali emas tambahan yang diraih Indonesia hari ini adalah berkat kerja keras Rifki Ardiansyah Arrosyiid lewat cabang olahraga karate nomor kumite putra 60 kg. Selanjutnya, medali ke-12 datang dari olahraga jet ski melalui atlet Aqsa Autan Aswar di kategori endurance runabout open.

Berlangsung di venue Jet-Ski Indonesia Academy, Ancol, Jakarta, Aqsa memperoleh akumulasi nilai 1.148 dari tiga babak. Keberhasilannya didukung dengan dominasi poin yang ia raih, meski di babak terakhir ia hanya berada di urutan kedua.

Raihan emas Aqsa ini juga menjadi aksi membayar kegagalannya di nomor runabout limited. Kala itu, ia hanya berhasil meraih medali perak. Meski begitu, jet ski sendiri telah menoreh prestasi luar biasa. Tercatat, cabang olahraga ini telah menyumbang 1 emas, 1, perak, dan 1 perunggu untuk Indonesia di Asian Games 2018.

Bahkan, emas ke-12 dari Aqsa ini ternyata spesial. Pasalnya, ia merupakan medali ke-400 yang didapatkan Indonesia sepanjang Asian Games. Wah, ada hadiahnya nggak, ya?

Sebelumnya, perjalanan medali emas Indonesia di Asian Games 2018 berlangsung sejak kemenangan Defia Rosmaniar di bidang taekwondo, Minggu (19/8). Keesokan harinya, Lindsell Kwok meraih tiga emas sekaligus melalui wushu di nomor taijijian.

Keberhasilan mereka disusul oleh Tiara Andini dan Khoiful Mukhib pada cabang olahraga downhill putra dan putri. Per Selasa (21/8), Eko Yuli Irawan menyumbang emas kelima melalui angkat besi nomor 62 kg.

Emas keenam dan ketujuh didapat dari ketepatan mendarat beregu dan individu oleh Jafro Megawonto. Tak hanya itu, panjat tebing juga tak mau kalah. Berlangsung di Palembang, atlet Aries Susanti Rahayu berhasil menang di nomor women’s speed.

Olahraga dayung turut memberi emas kesembilan setelah menang rowing kelas ringan delapan putra. Lantas, keberhasilan ini dilanjutkan oleh ganda campuran tenis lapangan, Christopher Rungkat/Aldila Sutiadji, yang mempersembahkan emas kesepuluh.

Hingga Minggu (26/8), Indonesia telah memiliki 43 medali Asian Games 2018, mencakup 12 emas, 12 perak, dan 19 perunggu. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 26 Agustus 2018 oleh

Tags: Aqsa Sutan Aswarasian games 2018klasemenmedali emasperakperolehan sementaraperunggu
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Jangan Cuma Beli Emas, Perak Juga Bisa Jadi “Senjata Rahasia” Saat Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja.MOJOK.CO
Catatan

Jangan Cuma Beli Emas, Perak Juga Bisa Jadi “Senjata Rahasia” Saat Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

29 Januari 2026
Cerita Ildo drummer band Perunggu pilih resign kantor demi keluarga MOJOK.CO
Sosok

Ildo Perunggu: Dari “Anak Kantoran” Jadi Full Time Drummer demi Tebus Waktu bersama Keluarga Kecilnya

20 Agustus 2025
Mahasiswa Jawa Timur kuliah di PTN Jogja mendadak goblok karena selera musik MOJOK.CO
Ragam

Mahasiswa Jatim di PTN Jogja: Jadi Goblok Perkara Beda Selera Musik, Dicap “Rendahan” Hanya karena Tak Tahu Perunggu-FSTVLST

18 Agustus 2025
Kalau Ada Olimpiade Agama, Bisakah Indonesia Jadi Juara Umumnya?
Esai

Kalau Ada Olimpiade Agama, Bisakah Indonesia Jadi Juara Umumnya?

13 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO

Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

30 Januari 2026
Jangan Cuma Beli Emas, Perak Juga Bisa Jadi “Senjata Rahasia” Saat Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja.MOJOK.CO

Jangan Cuma Beli Emas, Perak Juga Bisa Jadi “Senjata Rahasia” Saat Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

29 Januari 2026
Tidak seluruh pekerja judol di Kamboja adalah korban. MOJOK.CO

Berhenti Meyakini Semua Pekerja Judol di Kamboja Itu Korban. Toh, Sebagian Memang Menikmati Jadi Pelaku

28 Januari 2026
mahasiswa psikologi UGM kuliah sambil ngojol di Jogja. MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026
Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026

Video Terbaru

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.