Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Mengenal Susu Kental Manis yang Ternyata Nggak Susu-Susu Banget

Redaksi oleh Redaksi
4 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Susu Kental Manis (SKM) disebut-sebut memiliki kandungan gula yang sangat tinggi dan berisiko menyebabkan obesitas. Atas hal ini, BPOM didesak untuk menghilangkan kata “susu” pada label SKM.

Pada suatu masa, William Shakespeare pernah berkata, “Apalah arti sebuah nama? Seandainya kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi.”

Kebenaran pernyataan ini sepertinya tengah berada di ujung tanduk, setidaknya dalam dunia produk konsumsi di Indonesia. Pasalnya, belum lama ini, Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) diminta untuk mengatur agar kata “Susu” dalam produk berlabel “Susu Kental Manis” dihapuskan.

Sebelumnya, telah ramai diberitakan bahwa produk Susu Kental Manis (SKM) yang beredar di Indonesia lebih pantas disebut sebagai “gula” dibandingkan “susu”. Menurut para ahli gizi, kandungan yang terdapat dalam SKM tidaklah seimbang. Kandungan susu di dalam produk SKM justru jauh lebih sedikit daripada kandungan gula.

Dengan fakta tersebut, SKM secara otomatis tak bisa dianggap sebagai sumber kalsium. Malah, kandungan gula SKM akan memberikan risiko obesitas pada para penikmatnya. Selain itu, ia juga mampu mengancam keutuhan gigi manusia.

Dengan banyaknya kandungan gula yang dimiliki SKM, apakah ini berarti kita tak boleh lagi mengonsumsinya?

Beberapa ahli tidak menyarankan SKM dijadikan sumber gizi susu pada anak-anak, begitu pula pada orang dewasa yang diharapkan hanya mengonsumsinya dalam jumlah kecil . Sebagai informasi, jika SKM disajikan sebagai seporsi minuman susu, nilai gula yang dimilikinya adalah 22 gram, atau nyaris mencapai batas maksimum.

Tingginya kandungan gula pada Susu Kental Manis yang ternyata tidak susu-susu amat ini menjadikannya sebagai menu makanan tambahan yang bisa dinikmati satu atau dua kali sebulan. Bahkan, agar tidak terlalu jauh menarik perhatian anak-anak, BPOM telah mengeluarkan 4 larangan yang ditujukan pada produsen SKM:

  1. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 (lima) tahun dalam bentuk apa pun.
  2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) disertakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain, antara lain susu sapi/susu yang dipasteurisasi/susu yang disterilisasi/susu formula/susu pertumbuhan.
  3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.
  4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Sikap BPOM untuk “melindungi” anak-anak dari kandungan SKM menunjukkan betapa bahayanya konsumsi Susu Kental Manis yang berlebihan pada tubuh. Yang tak kalah penting, penyajian SKM pun diketahui telah salah kaprah dilakukan (perhatikan poin c di atas).

Lah, kalau bukan untuk diseduh, lantas SKM diapain, dong???

Sebagai extra food dan pelengkap makanan, berikut adalah kegunaan SKM yang lebih disarankan:

  1. saus puding atau salad buah,
  2. topping martabak,
  3. pelengkap es buah,
  4. campuran thai tea, atau
  5. pemanis kue.

Ya, keaslian status “susu” dari Susu Kental Manis alias SKM memang mengejutkan para penggemarnya. Tapi sebenarnya, yang tak kalah terdampak dari berita ini adalah bintang iklan cilik produk SKM: lagi-lagi, mereka harus mengikuti audisi produk lain kalau ingin muncul kembali di televisi.

Hidup ini memang penuh proses seleksi, sist! (A/K)

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2018 oleh

Tags: bpomes buahobesitasSKMSusu Kental Manistopping martabak
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

5 Trik Kotor Penjual Es Buah Demi Untung Besar yang Merugikan dan Mengancam Kesehatan Pembeli Mojok.co
Pojokan

5 Dosa Nggak Termaafkan Penjual Es Buah yang Wajib Diketahui Pembeli

10 Juli 2025
Penjual Es Buah dengan Pesugihan Anjing Hitam di Samping Kios MOJOK.CO
Malam Jumat

Penjual Es Buah dengan Pesugihan Anjing Hitam di Samping Kios

7 Juli 2023
hampers ulang tahun anak
Podium

Bunda, Tolong Jangan Isi Hampers Ulang Tahun Anak dengan Jajanan Indomaret

18 Februari 2023
BPOM digugat Mojok.co
Kesehatan

Membohongi Publik, BPOM Digugat Komunitas Konsumen Indonesia

17 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.