Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Poros Ketiga di Pilpres 2019: Jadi Nggak, Nih?

Redaksi oleh Redaksi
9 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sandiaga Uno dan Mahfud MD berhasil menjadi kejutan besar dalam Pilpres 2019. Nah, dari keputusan ini, seberapa besar peluang munculnya poros ketiga?

Mencuatnya nama Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo dan dideklarasikannya Mahfud MD sebagai cawapres Prabowo, ternyata tidak menjadi satu-satunya (eh, dua-duanya, ding!) kejutan politik yang terjadi dalam semalam. Menyusul terancamnya hubungan antara Demokrat dan Gerindra serta posisi PAN dan PKB di koalisinya masing-masing yang masih belum jelas-jelas amat, gagasan poros ketiga langsung muncul ke permukaan.

Ketiga parpol tadi—PKB, PAN, dan Demokrat—faktanya pernah berdiskusi soal poros ketiga. Bahkan, menurut kabar burung yang beredar (nggak tau burungnya siapa), PPP juga sempat diajak bergabung ke dalam koalisi ‘calon poros ketiga’ ini.

Tak tanggung-tanggung, PPP mengaku telah mendapat bocoran tagline mereka.

“Konon,” kata Ketum PPP M Romahurmuziy, “tagline-nya ‘Dari umat untuk rakyat’.”

Oh, oh, dan jangan lupakan pula mengenai ‘ancaman’ PKS kepada Gerindra jika kadernya tidak dipilih sebagai cawapres Prabowo!

Nah, selagi kita bertanya-tanya apakah poros ketiga ini benar-benar akan bangkit dan membuat gebrakan baru ibarat member trainee JKT48 yang berhasil masuk senbatsu dalam sousenkyo, kabar baru datang dari parpol-parpol yang dianggap ‘bermasalah’ tadi. Jika sebelumnya poros ketiga terasa begitu pasti, mendadak kita harus mencermati ulang kemungkinan ini terjadi.

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dari PKB digambarkan sebagai sosok yang ‘ngotot’ menjadi cawapres Jokowi. Namun, isu penunjukkan Mahfud MD sebagai cawapres resmi Jokowi pun dikhawatirkan bakal menggoyahkan kesetiaan PKB.

Ndilalah, Cak Imin dan Mahfud MD sendiri telah melakukan pertemuan. Konon, pertemuan kedua tokoh ini merupakan sinyal kuat bahwa PKB akan tetap berada di koalisi Jokowi dan mendukung Mahfud MD sebagai cawapres.

Lalu, bagaimana dengan koalisi Prabowo yang sejak semalam menimbulkan gonjang-ganjing di media sosial?

Jika sebelumnya PKS disebut mendorong Gerindra memilih kadernya sebagai cawapres, kini kabar kedekatannya dengan Gerindra justru kian menguat. Lagi pula, disebutkan oleh beberapa pihak, PKS cenderung lebih akan menerima nama Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo dibandingkan AHY.

Ngomong-ngomong soal AHY, tentu ingatan kita masih lekat pada perseteruan Demokrat vs Gerindra yang terjadi sejak semalam, sejak Andi Arief dari pihak Demokrat menyebut Prabowo sebagai ‘Jenderal Kardus’. Tak mau kalah, Gerindra balas menyebut SBY sebagai ‘Jenderal Baper’, yang membuat keadaan kian memanas.

Namun, meski tampaknya Gerindra dan Demokrat sedang terlibat dalam problematika yang ruwet dan tak berkesudahan, hingga detik ini Demokrat masih bergabung dengan koalisi Prabowo. Bahkan, SBY dan Prabowo pada akhirnya telah dikabarkan bertemu.

“Meski Partai demokrat merasa ada jalan salah yang ditempuh Prabowo dalam memimpin koalisi ini, namun sampai siang ini kami masih berada dalam barisan koalisinya. Sampai detik ini,” tulis Andi Arief pada Twitternya.

Iklan

Setelah PKS dan Demokrat, kini tersisa satu partai dari koalisi Prabowo yang penuh tanda tanya: PAN. Kira-kira, akankah PAN terus berjuang atas nama poros ketiga?

Rupanya, hal ini dianggap sulit oleh Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari. Dikutip dari Detik.com, ia menyatakan, “Ini waktu sudah mepet, dan capres-cawapres harus mengurus syarat yang diperlukan, misal Sandiaga mengurus surat tidak pailit, kemudian Mahfud MD mengurus surat tidak pernah jadi narapidana, dan mereka harus melapor KPU hari ini untuk mendaftar besok. Jadi, saya kira sulit keluar pasangan baru karena, kalaupun ada, tidak bisa memanfaatkan waktu 2×7 hari penambahan waktu karena dua pasangan sudah dipastikan akan mendaftar besok.”

Yah, tapi, belajar dari kejutan-kejutan menjelang Pilpres 2019 ini, kita semua bisa sama-sama memahami satu hal: politik itu memang penuh plot twist dan dinamis. Maka, jadi atau tidaknya poros ketiga di pilpres kali ini pun bukan pengecualian.

Jadi, yaaa… kita tunggu saja sama-sama, mylov~ (A/K)

Terakhir diperbarui pada 9 Agustus 2018 oleh

Tags: ahyCak Iminjokowikoalisimahfud mdPilpres 2019poros ketigaprabowoSandiaga Unosby
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Ogah mudik apalagi kumpul keluarga saat Lebaran. MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Jadi Ajang Menambah “Dosa”: Dengar Saudara Flexing hingga Pura-pura Sukses agar Tidak Dihina Tetangga di Desa

9 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Tak Sudi Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Berasa “Scam” karena Bualan Mirip Eksekutif padahal Menyiksa Diri

15 Maret 2026
Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.