• 377
    Shares

Hubungan koalisi yang sudah terbangun mesra antara partai Demokrat dengan Partai Gerindra kemungkinan bakal terganggu. Penyebab terganggunya hubungan dekat Demorat dan Gerindra tersebut tak lain dan tak bukan adalah pernyataan blak-blakan wakil sekretaris jenderal (Wasekjen) Demokrat Andi Arief perihal Prabowo.

Melalui akun twitter pribadinya, Andi Arief menuliskan kekecewaanya terhadap sikap Prabowo.

“Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus.” Begitu tulis Andi di Twitter.

Pernyataan Andi tersebut dipicu oleh pilihan Prabowo yang menurut pengakuan Andi memilih Sandiaga Uno sebagai capres setelah Sandi memberikan “uang mahar” kepada PKS dan PAN.

“Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS,” jelas Andi.

Sampai sekarang, belum ada konfirmasi yang jelas terkait uang mahar seperti yang disebutkan oleh Andi Arief, beberapa petinggi Gerindra, PAN, dan PKS juga sudah membantah tuduhan Andi Arief. Namun begitu, pernyataan Andi soal “Jenderal kardus” sudah kadung menyebar dengan sangat cepat dan membikin emosi banyak petinggi Gerindra.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono bahkan sudah melontarkan balasan atas pernyataan Andi Arief. Ia menyebut SBY sebagai jenderal yang suka baper.

“Kalau Prabowo jenderal kardus, SBY itu jenderal ‘baper’ (bawa perasaan), tukang ngeluh,” kata Arief.

Lebih jauh, Arief juga menyerang Demokrat atas banyaknya praktik korupsi di tubuh partai Demokrat.

Kardus-kardus koruptor itu justru di Demokrat, lihat siapa yang korupsi paling banyak, Demokrat,” ujar Arief.

Waduh, tanggal pendaftaran nama capres-cawapres semakin dekat, namun bukannya makin solid, koalisi Prabowo justru semakin sengit.

Yah dengan adanya ribut-ribut soal Jenderal Kardus ini, pada akhirnya kita semua jadi tahu, siapa pemenangnya.

Yak, betul, anaknya Jokowi.