Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

PDIP, PAN, dan PKS: Partai Berkarya Bukan Saingan!

Redaksi oleh Redaksi
22 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Melambungnya nama Partai Berkarya pasca berkumpulnya seluruh Keluarga Cendana ternyata tidak menimbulkan perasaan takut bagi partai politik lainnya. Hmm, kenapa, ya?

Berkumpulnya putra dan putri Keluarga Cendana dalam Partai Berkarya menjadi gebrakan baru dalam dunia politik Indonesia. Pasalnya, selama beberapa tahun belakangan, meme Pak Harto bertuliskan “Enak jamanku, tho?” kerap beredar. Seolah mimpi jadi nyata, “nyawa” Pak Harto kini disebut hadir kembali melalui Tommy dan saudara-saudaranya.

Iklan

Tapi sebenarnya, tepatkah kehadiran Partai Berkarya yang diusung oleh anak-anak Soeharto, bahkan hingga menantu dan cucu-cucunya ini?

Menurut pengamat politik Indonesia, Rico Marbun, kehadiran Partai Berkarya sudah tepat karena waktunya pun pas. Apalagi kini, kondisi ekonomi di Indonesia kian melemah sehingga masyarakat merindukan kejayaan ekonomi yang dulu ada di bawah kepemimpinan Soeharto.

Dengan demikian, mungkinkah Partai Berkarya “mengancam” eksistensi partai politik lainnya?

Menanggapi pertanyaan ini, PDIP, PAN, dan PKS menanggapi santai. Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, misalnya: ia meyakini Partai Berkarya belum setara dengan PDIP sebagai kompetitor di Pileg 2019. Lebih lanjut, ia menyebutkan, “Kalau untuk saingan PDI Perjuangan, saya kira masih jauh.”

Pendapat Andreas ini didasarkan pada karakter partai yang berbeda antara PDIP dan Berkarya. Karakter ini pun dinilainya menghasilkan pangsa pemilihan yang berbeda.

Hal serupa disuarakan pula oleh Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi. Meski mengapresiasi berkumpulnya anggota Keluarga Cendana dalam Partai Berkarya, ia yakin bahwa PAN dan Berkarya bukanlah saingan karena memiliki basis konstituen berbeda.

“Secara sosiologis, Partai Berkarya bukan saingan PAN karena berbeda basis konstituennya. Dalam perspektif politik aliran, PAN basis konstituennya di tipe pemilih nasionalis religius, kaum milenial dan anak muda, juga masyarakat terpelajar. Kalau PB, masyarakat pedesaan, pegawai negeri, dan kaum nasionalis.”

Meski demikian, pihak PAN dan PDIP agaknya bersepakat bahwa Partai Berkarya memiliki kans untuk mendapatkan suara dari pendukung Partai Golkar (PG). Terlebih, sosok Siti Hediati Harijadi (Titiek Soeharto) yang dulunya menjadi “wakil” Keluarga Cendana di Partai Golkar kini justru pindah ke Partai Berkarya.

Agak-agak mirip dengan PDIP dan PAN tapi sedikit lebih puitis, kini giliran PKS bersuara. Menurut Jazuli Juwaini, Ketua Fraksi PKS, PKS akan selalu terpatri di dalam jiwa pendukungnya.

“Saya kira tidak ada yang perlu ditakuti, yang perlu dilakukan adalah bagaimana PKS selalu berjuang untuk rakyat, selalu hadir dalam setiap persoalan rakyat, dan bekerja keras untuk meyakinkan rakyat. Insyaallah PKS masih tetap ada di hati rakyat.”

Iklan

Masih menurut Jazuli, alih-alih nervous karena harus bersaing dengan partai Cendana returns ini, PKS lebih ingin berfokus pada proses mendapat dukungan rakyat.

“Semua peserta pemilu (bukan hanya PKS dan Berkarya), seluruh parpol peserta pemilu, akan bersaing merebut hati rakyat untuk memilihnya. Siapa yang paling kuat dalam meyakinkan rakyat dengan seluruh perangkatnya, maka dialah yang akan keluar sebagai juara,” terangnya.

Yah, wajar-wajar saja sebenarnya jika ketiga partai ini menyatakan tidak takut dengan Partai Berkarya yang diisi oleh anak-anak Soeharto. Bagaimanapun, partai-partai politik pasti takutnya cuma satu: takut kalah, lantas tak dapat kursi. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2018 oleh

Tags: keluarga cendanaMbak tututpanpartai berkaryaPartai PolitikpdipPKSTommy Soeharto
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Feri Amsari: Partai Politik Adalah Masalah Terbesar Bagi Demokrasi Kita

Feri Amsari: Partai Politik Adalah Masalah Terbesar Bagi Demokrasi Kita

1 Juni 2025
Kotak Pandora Politik Terbuka: Gus Romy Ungkap Krisis di PPP

Kotak Pandora Politik Terbuka: Gus Romy Ungkap Krisis di PPP

20 Mei 2025
Pakar UGM nilai, ikap Megawati atas retret: menjaga kewibawaan PDIP MOJOK.CO

Ketundukan Kepala Daerah pada Megawati: Marwah PDIP hingga Efek Retret yang Belum Tampak Hasilnya

22 Februari 2025
Hasto Wardoyo pilih urus sampah di Kota Jogja di tengah ketidakpastian instruksi retret Megawati untuk kader PDIP MOJOK.CO

Urus 1.600 Ton Sampah Kota Jogja di Tengah “Drama”

21 Februari 2025
Menanti keputusan Megawati yang belum pasti di DPD PDIP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) MOJOK.CO

Suasana Serba Tak Pasti di Kantor DPD PDIP DIY Menanti Kepastian Megawati

21 Februari 2025
Solo Fighter PDIP vs Keroyokan di Kandang Banteng, Pilkada 2024.MOJOK.CO

Solo Fighter vs Keroyokan di Kandang Banteng, Benarkah Jateng Tak “Merah” Lagi? 

29 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa baru (maba) rela jadi jongos abang-abangan kampus di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tidak pernah menyesalinya MOJOK.CO

Maba Rela Jadi Jongos Abang-abangan Kampus demi Relasi dan Diskusi Kiri Apa Salahnya? Tak Malu dan Tak Menyesalinya

13 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026
Tinggal di Belanda 21 tahun, akhirnya menyerah jadi WNI dengan jalur naturalisasi kewarganegaraan. MOJOK.CO

Menyesal Jadi WNI Setelah 21 Tahun Tinggal di Belanda, Ternyata Pindah Kewarganegaraan Itu Mudah

14 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.