Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Pakai SKTM Gadungan agar Diterima di Sekolah Negeri, Memang Mau Jadi Miskin Beneran?

Redaksi oleh Redaksi
8 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK – SKTM sekarang sudah bukan lagi kepanjangan dari Surat Keterangan Tidak Mampu, tapi jadi Surat Keterangan Tidak (tahu) Malu. Banyak orang tua calon murid yang menerbitkan SKTM gadungan demi anaknya bisa diterima di sekolah negeri favorit.

Anak bisa diterima di Sekolah Negeri Favorit adalah impian banyak orang tua. Terkadang berbagai cara mesti dilakukan. Dari cara legal seperti mendaftarkan anak ke tempat kursus yang oke punya agar nilainya bisa cukup untuk seleksi masuk sampai dengan cara illegal seperti melakukan sedikit trik tipu muslihat.

Salah satu trik yang bisa digunakan adalah dengan menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Seperti yang diketahui, aturan bagi sekolah negeri saat ini wajib menerima (minimal) 20 persen siswa dari keluarga tidak mampu. Di sisi lain, batasan ini tidak menyertakan batas maksimal, sehingga sekolah bisa diharapkan untuk menerima sebanyak mungkin calon murid dari keluarga tidak mampu.

Masalahnya aturan ini masih memiliki celah, salah satunya cara pembuatan SKTM yang cukup mudah. Cukup dengan mendatangi Kantor Kelurahan dan dilegalisir oleh Kecamatan setempat, selesai. Itu sudah sah.

Memangnya apa sih keuntungan menggunakan SKTM?

Tentu untuk memastikan si anak bisa masuk ke sekolah negeri favorit. Karena ada kewajiban dari pihak sekolah untuk menerima murid yang punya SKTM, pada akhirnya kebanyakan orang tua murid menyertakan surat keterangan miskin itu.

Lebih-lebih orang tua yang menyadari secara nilai rata-rata UN anaknya tidak cukup kuat untuk bisa lolos seleksi. Jadi siapa saja, jika memiliki surat tersebut punya peluang besar untuk diterima di sekolah favorit pilihannya.

Pada praktiknya kemudian muncul banyak kejanggalan di lapangan. Seperti misalnya yang terjadi di SMKN 1 Purwokerto.  Menurut Kepala Sekolah SMKN 1 Purwokerto, Asep Saeful Anwar, aturan kali ini sangat bisa disalahgunakan oleh para orang tua calon murid.

Pada akhirnya, jika seorang calon murid tidak memiliki SKTM, hampir bisa dipastikan dia akan kalah bersaing dengan calon murid yang orang tuanya menyertakan surat tersebut meski secara nilai perolehan di UN lebih rendah.

Persaingan yang terjadi semakin tidak sehat karena ada banyak orang tua yang sebenarnya dari keluarga mampu, memaksakan menerbitkan SKTM demi anaknya bisa masuk ke sekolah negeri favorit pilihan. Kan nggatheli sekali rasanya?

Kecurangan ini betulan terjadi di Brebes, Jawa Tengah. Sekitar puluhan SKTM dari calon murid pendaftar SMA Negeri 1 Brebes dianulir karena tim survei sekolah mendapati ada praktik penipuan di sana. SMA favorit di Kabupaten Brebes ini memang dibanjiri pendaftar yang menyertakan “surat sakti” tersebut.

Hanya saja lebih dari separuh pendaftar yang menggunakan SKTM gadungan, alias bukan dari golongan masyarakat tidak mampu. Malah sebaliknya, beberapa orang tua yang disurvei ternyata memiliki kendaraan pribadi untuk anaknya, juragan Warteg di Jakarta, bahkan sampai memiliki rumah keramik yang mewah.

Tidak adanya batas maksimal penerimaan calon murid miskin dianggap sebagai salah satu biang kerok dari permasalahan ini. Ya wajar jika setiap sekolah mengupayakan untuk dapat calon murid ber-SKTM sebanyak mungkin karena diharuskan menerima minimal 20 persen. Akan lebih aman bagi sekolah jika semua pendaftar memiliki kartu miskin tersebut, dan dari hal itulah kebanyakan orang tua calon murid menyalahgunakannya.

Hal ini dikritisi oleh Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. Menurutnya, sebaiknya ada aturan batas maksimal untuk sekolah menerima. Menurutnya, lebih baik diberi batasan maksimal, seperti misalnya 30% untuk tiap sekolah. Sehingga kuota untuk golongan orang tidak mampu itu benar-benar bisa dimanfaatkan bukan malah disalahgunakan.

Iklan

Lagian, buat apa sih orang tua yang tajir menggunakan SKTM agar anaknya diterima masuk sekolah negeri favorit? Kalau beneran jadi miskin gimana? Mau?

Kalau arisan berlagak kaya, gantian ada beginian aja mendadak kere. Dasar orang kaya bermental miskin. (K/A)

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2018 oleh

Tags: 20 persen30 persenBrebesgadungankecuranganmuridorang tuapalsuPurwokertosekolah favoritSKTMSMASMKsolosurat keterangan tidak mampu
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

orang tua.MOJOK.CO
Sehari-hari

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
Ibu yang sudah menua sering diabaikan anak
Catatan

Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya

13 Februari 2026
orang tua, ortu temani anak utbk ugm.MOJOK.CO
Sehari-hari

Jangan Minder Kalau Kamu Belum “Jadi Orang” di Usia 30-an, Itu Masuk Akal Secara Biologis dan Sosial

11 Februari 2026
Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi jadi tempat jeda selepas lari MOJOK.CO
Kilas

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat

9 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) kerap disalahpahami mahasiswa PTN atau PTS umum lain MOJOK.CO

4 Hal yang Sudah Dianggap Keren dan Kalcer di Kalangan Mahasiswa UIN, Tapi Agak “Aneh” bagi Mahasiswa PTN Lain

28 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.