Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Kunjungi Korban Gempa Palu, Jokowi Diminta Tak Pakai Fasilitas Negara Padahal Masih Jadi Presiden

Redaksi oleh Redaksi
30 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menurut Adita, kapasitas Jokowi mengunjungi lokasi tsunami dan gempa Palu dan Donggala adalah sebagai presiden.

Menyusul terjadinya gempa Palu dan Donggala yang diikuti tsunami, korban-korban yang berjatuhan dilaporkan membutuhkan bantuan. Pun tak terkecuali, perhatian khusus dari pihak pemerintah.

Untuk itulah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebutkan bakal mengunjungi korban gempa Palu hari ini, Minggu (30/9) dari Solo, Jawa Tengah. Sayangnya, aksi kepedulian pemerintah lewat kedatangan Jokowi ini sempat disinggung oleh kubu cawapres nomor 02.

Juru bicara Prabowo-Sandiaga yang juga Waketum Gerindra, Ferry Juliantono, mengakui bahwa kedatangan Jokowi tentu wajar dilaksanakan dalam rangka penyaluran bantuan kepada korban gempa. Namun, Ferry juga mempermasalahkan status Jokowi yang merupakan capres di Pilpres 2019.

“Kandidat (presiden) pun juga bisa datang. Cuma yang jadi masalah kan salah satu kandidat ini sekarang posisinya sebagai presiden. Tentu ini yang harus dibatasi. Jangan sampai kemudian fasilitas kenegaraan kemudian juga digunakan,” terang Ferry. Dengan kata lain, Ferry berharap bantuan yang ingin diberikan Jokowi di luar tugasnya sebagai presiden tidak memanfaatkan fasilitas negara.

Tak hanya menekankan bahwa capres sebaiknya tak menggunakan fasilitas negara, Ferry juga berharap agar partai politik kelak memberikan bantuan tanpa ada atribut partai. Jelasnya, “Cuma memang kalau aturannya melarang penggunaan atribut partai, ya saya rasa kita bisa tetap menolong tanpa harus menggunakan atribut partai.”

Hmm, apakah ini berarti bagi Gerindra kedatangan Jokowi ke lokasi bencana bisa dimanfaatkan sebagai bentuk kampanye terselubung—sampai-sampai mereka menegaskan soal fasilitas negara? Entahlah, tapi yang jelas, menanggapi komentar Ferry tersebut, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Antarlembaga, Adita Irawati, buka suara.

Menurut Adita, kapasitas Jokowi mengunjungi lokasi tsunami dan gempa Palu dan Donggala adalah sebagai presiden. Dengan demikian, menjadi hal yang sangat wajar jika segala perangkat serta fasilitas kenegaraan melekat pada Jokowi.

“Beliau akan datang sebagai presiden yang sebagai kepala negara ingin meninjau langsung wilayah yang terdampak dan juga korban gempa,” tegas Adita Irawati.

Yaaah, mungkin beberapa dari kita cuma sedang lupa bahwa kedatangan Jokowi ke Palu toh bukan untuk meminta restu kepada warga sekitar karena hendak maju sebagai capres di Pilpres 2019. Kedatangan Jokowi, nyatanya, adalah bentuk pekerjaannya sebagai presiden, persis kayak kita kalau tiba-tiba disuruh ketemu klien dan bahas project baru. Gitu. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 30 September 2018 oleh

Tags: bencana alamdonggalagempa PalugerindrajokowikampanyePilpres 2019Prabowo-SandiagaSulawesi Tengahtsunami
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

bencana.MOJOK.CO
Jagat

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Bahayanya Cadangan Pangan Beras Jika Tak Dikelola Saat Bencana Sumatra. MOJOK.CO
Ragam

Pentingnya Cadangan Pangan Beras di Daerah agar Para Pimpinannya Nggak Cengeng Saat Darurat Bencana

8 Desember 2025
Menanti kabar dari keluarga, korban bencana banjir dan longsor di Sumatera. MOJOK.CO
Aktual

‘Kami Sedih dan Waswas, Mereka seperti Tinggal di Kota Mati’ – Kata Keluarga Korban Bencana di Sumatera

1 Desember 2025
Keindahan Semu di Kaki Gunung Semeru, Lumajang saat erupsi. MOJOK.CO
Aktual

Keindahan Semu di Kaki Gunung Semeru

21 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
Mall Kokas di Jakarta Selatan (Jaksel) macet

Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite

20 Februari 2026
orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.