Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Keluarga Cendana Reborn, Ngumpul di Partai Berkarya

Redaksi oleh Redaksi
21 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah Mbak Tutut memutuskan untuk bergabung, akhirnya keempat anak Soeharto yang lain pun ikut menemani Tommy Soeharto di Partai Berkarya.

Seluruh keluarga besar Cendana yang terdiri dari anak-anak dari Presiden RI Kedua, Soeharto, akhirnya memutuskan bergabung ke Partai Berkarya. Namun dalam partai besutan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto ini, belum jelas apakah lima kakak-adiknya akan mengisi posisi strategis atau hanya sebagai kader saja.

Ketua DPP Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang memang membenarkan jika seluruh anak Soeharto, yakni Sigit Harjojudanto, Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Harijadi (Titiek), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek) sudah bergabung bersama Tommy.

Mereka semua memang sebagai kader partai. Sejak Mas Tommy menjadi Ketua Umum Partai Berkarya, keluarga Cendana ternyata sudah saling memberikan dukungan. Uuuwww, kompak dan so sweet ya mereka~

Seluruh Keluarga Cendana memang sudah bergabung, namun yang sudah resmi mendukung dan dipublikasikan oleh media masih Siti Hediati Harijadi alias Titiek Soeharto saja. Saat itu, Titiek memutuskan untuk meninggalkan posisinya sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar di Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Berkarya.

Andi juga menunjukkan foto 6 anak Soeharto tersebut yang kompak mendukung Partai Berkarya. Dalam foto itu, anak-anak Soeharto berpose dengan menunjukkan angka 7 sebagai nomor urut partai. Mereka berdiri dengan latar belakang foto Soeharto dan Ibu Tien yang terbingkai pigura warna emas, sambil menyunggingkan senyumnya. Mantap untuk berkarya bersama dan berlaga dalam Pemilu 2019!

Selain anak-anak Soeharto, menantu serta cucu Keluarga Cendana pun turut mendukung Tommy Soeharto dengan bergabung ke Partai Berkarya. Bahkan, ada yang menjadi calon legislatif dari partai berlambang pohon beringin tersebut.

Diantaranya adalah anak Sigit Harjojudanto, yakni Eno Sigit yang menjadi caleg di Jawa Tengah Dapil Solo. Selain itu menantu dari Siti Hardiyanti Rukmana menjadi caleg di Jakarta dan Ketua DPW Jakarta.

Andi mengungkapkan, dengan berkumpulnya Keluarga Cendana, dapat mempengaruhi elektabilitas pada Pemilu mendatang. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang merindukan mantan Presiden Soeharto. Sehingga, ia menilai Partai Berkarya akan mendapat sambutan positif hingga lolos pada parliamentary threshold dan mendapatkan kursi di parlemen.

Sebaliknya Direktur Eksekutif Indobarometer, Muhammad Qadari berpendapat, memang banyak masyarakat yang merindukan kepemimpinan Soeharto. Namun Qadari menganggap, masyarakat masih belum percaya anak-anak Soeharto akan membuat keberhasilan yang sama

Direktur Charta Politika, Yunarot Wijaya pun beranggapan sama. Memang masih ada sebagian masyarakat yang rindu Soeharto. Namun, bukan ketokohan, melainkan rindu terhadap pembangunan yang dilakukan oleh Soeharto. Sebelumnya pun, Tutut juga tercatat sempat membentuk Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) serta ikut dalam Pemiu 2004. Sayangnya, partai tersebut gagal masuk parlemen karena tidak dapat meraih suara minimal parliamentary threshold.

Tidak cuma Keluarga Cemara yang reborn, ternyata Keluarga Cendana pun berkeinginan yang sama. Oke kita tunggu tanggal mainnya di Pemilu 2019 mendatang! (A/L)

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2018 oleh

Tags: keluarga cemarakeluarga cendanamamiek soehartoMbak tututpartai berkaryaPemilu 2019pileg 2019SoehartoTommy Soeharto
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib buruh usai Marsinah jadi pahlawan nasional. MOJOK.CO
Ragam

Suara Hati Buruh: Semoga Gelar Pahlawan kepada Marsinah Bukan Simbol Semata, tapi Kemenangan bagi Kami agar Bebas Bersuara Tanpa Disiksa

12 November 2025
Kami Berdoa Setiap Hari agar Soeharto Jadi Pahlawan Nasional MOJOK.CO
Ragam

Kami Berdoa Setiap Hari agar Soeharto Jadi Pahlawan Nasional. Sejarawan: Pragmatis dan Keliru

11 November 2025
Suara Marsinah dari Dalam Kubur: 'Lucu! Aku Disandingkan dengan Pemimpin Rezim yang Membunuhku'.MOJOK.CO
Ragam

Suara Marsinah dari Dalam Kubur: ‘Lucu! Aku Disandingkan dengan Pemimpin Rezim yang Membunuhku’

10 November 2025
Alasan Soeharto tak layak dapat gelar pahlawan, referensi dari buku Mereka Hilang Tak Kembali. MOJOK.CO
Aktual

Buku “Mereka Hilang Tak Kembali”, Menyegarkan Ingatan bahwa Soeharto Tak Pantas Dapat Gelar Pahlawan, tapi Harus Diadili

1 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Beasiswa LPDP selamatkan hidup seorang difabel yang kuliah S2 di Amerika Serikat (AS). MOJOK.CO

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026
Pekerja Jakarta merenung di hutan kota GBK.MOJOK.CO

Hutan Kota GBK Tempat Merenung Terbaik Para Pekerja SCBD Jakarta, Obat Stres Termanjur Meski Kadang Kesal dengan Kelakuan Pengunjungnya

18 Februari 2026
Kos di Jogja

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

19 Februari 2026
PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026

Video Terbaru

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.