Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Jakarnaval Sempat Dihentikan Ahok, Kini Diadain Sandiaga Lagi

Audian Laili oleh Audian Laili
8 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jakarnaval diselenggarakan lagi sebagai obat rindu masyarakat yang ingin mengeluarkan eksistensinya.

Setelah sempat dihentikan selama dua tahun oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, hari ini Jakarnaval akhirnya digelar lagi, Beb. Pernah mendengar tentang Jakarnaval? Itu loh, yang waktu tahun 2013, Jokowi pernah pakek kostum kaisar China sambil menunggangi kuda dan Ahok yang cuma mengenakan kaus polo putih.

Nggak inget ya? Oke, Jakarnaval itu parade tahunan bernuansa budaya yang diselenggarakan Pemerintah DKI Jakarta untuk memperingati HUT Jakarta. Nah, jadi festival ini semacam ‘pesta’-nya orang-orang Jakarta gitu~

Pagelaran tahunan ini sebelumnya sempat dihentikan karena menghabiskan biaya sebesar Rp8 miliar. Bagi Ahok, dana sebesar itu tidak masuk akal jika hanya dihabiskan untuk sebuah pagelaran sesaat. Masih banyak PR DKI Jakarta yang butuh dana tidak sedikit. Mungkin karena masih kepikiran banyak hal, ya, jadi Ahok waktu Jakarnaval memutuskan untuk tidak memakai kostum seperti Jokowi.

Oleh karena itu, Ahok memutuskan untuk menghentikan Jakarnaval dan mengalihkan dana tersebut untuk memperbaiki museum-museum yang ada di DKI Jakarta. Ahok bisa dikatakan serius merenovasi beberapa museum di Jakarta, misalnya Museum Fatahilah, Museum Gajah, dan Museum Bahari yang baru aja kebakaran. Hal ini terlihat dari pertumbuhan pengunjung museum yang meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Perbaikan museum ini, selain untuk menyediakan tempat hiburan alternatif untuk warga Jakarta, juga dilaksanakan Ahok karena ingin menjadikan Jakarta seperti negara-negara maju lainnya yang punya banyak museum.

Sementara itu, kini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno justru mengembalikan gelaran Jakarnaval seperti semula. Ia mengungkapkan, alasannya menggelar kembali ‘pesta’ tersebut adalah untuk mengembalikan keceriaan dan keterikatan antarwarga DKI Jakarta. Selain itu, hal ini juga menjadi bentuk eksistensi kerinduan masyarakat untuk memeriahkan HUT Jakarta. Tidak sekadar menjadi penonton, tapi masyarakat dapat turut serta mengekspresikan diri.

Ia juga ingin Jakarta menjadi seperti kota-kota maju lainnya yang memiliki karnaval, seperti Los Angeles, New York, Boston, hingga Singapura. Toh, Sandiaga juga mengaku bahwa dirinya adalah tipe orang yang sangat hemat sehingga bisa sangat mengirit anggaran dibandingkan tiga tahun lalu. Dari tang-ting-tung dengan cermat, Jakarnaval yang tahun ini mengusung tema, ‘The Spirit of Jakarta’ hanya mengeluarkan dana sebesar Rp3,7 miliar.

Gilak, di saat dolar lagi naik-naiknya, Jakarnaval bisa segitu hematnya. Syukak deh punya pemimpin yang hemat, cermat, bersahaja gini.

Namun walau dihemat, Sandiaga memastikan hal ini tidak akan mengurangi nilai seni dan budaya yang ditampilkan, kok. Soalnya, acara yang juga menjadi acara Puncak Ulang Tahun DKI Jakarta ke-491 ini bisa sekaligus menjadi momen yang tepat untuk mempromosikan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

Baiklah. Mari kita semua bersiap-siap menyaksikan penampakan Jakarnaval dengan anggaran yang bisa dihemat, itu nanti sore (8/7). Hehe~

Oh ya, tidak perlu mendaku siapa paling baik: yang sekarang atau yang dulu. Toh tujuannya sama-sama ingin menjadikan warga Jakarta bahagia, kan? Eh tapi jangan cuma ngerasa bahagia terus terlena, ya. Masih banyak juga loh yang perlu dibenerin oleh masing-masing pihak. Jangan sampai hura-hura tapi lupa diri ya, Beb.

BTW, kira-kira Anies dan Sandiaga nanti pakai kostum apa, ya?

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2018 oleh

Tags: ahokfestival jakartahemat anggaranjakarnaval 2018Sandiaga Unoulang tahun jakarta
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
Sialnya Warga Banjarsari Solo, Dekat Rumah Jokowi tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Esai

Surat Terbuka untuk Jokowi 2014, Tolong Selamatkan Kami dari Jokowi 2024

13 Februari 2024
Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden? MOJOK.CO
Esai

Memang Kenapa Kalau Prabowo Subianto Jadi Presiden Indonesia?

18 Desember 2023
sandiaga uno ppp mojok.co
Kotak Suara

Sandiaga Uno Gabung PPP, Apa Dampak Elektoralnya?

23 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026
Sarjana nganggur diteror info loker di grup WA keluarga. MOJOK.CO

Grup WhatsApp Keluarga Besar Isinya “Teror” bagi Sarjana Nganggur, Sehari-hari Dikasih Info Loker Aneh-aneh

18 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026
Jumanah pedagang jamu parem kendil di pasar jangkang Yogyakarta. MOJOK.CO

“Ngopag” ala Lansia: Menikmati Jamu Parem Kendil yang Sudah Berdiri Sejak Tiga Generasi di Pasar Jangkang Yogyakarta

17 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.