Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Ahmad Dhani yang Diusir di Kampung Halamannya Sendiri

Redaksi oleh Redaksi
27 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ahmad Dhani, salah satu pejuang #2019GantiPresiden diusir di kampung halamannya sendiri, Surabaya, ketika akan ikut mendeklarasikan aksi tersebut.

Kericuhan deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya terjadi di beberapa tempat. Salah satunya di hotel tempat menginap Ahmad Dhani. Kedatangan Dhani ke Surabaya sebenarnya untuk ikut mendeklarasikan tagar tersebut.

Oleh karena itu, masyarakat yang menolak kampanye itu mengepung Hotel Majapahit di Jalan Tunjungan tempat Ahmad Dhani menginap. Sedangkan deklarasi #2019GantiPresiden berlokasi tidak jauh dari hotel tersebut, yakni di Tugu Pahlawan Surabaya.

Didik, salah satu orator mengungkapkan dengan lantang, “Kita ganti tagar #2019 pilih presiden. Pilih presiden NKRI harga mati. Jangan khianati perjuangan Arek-arek Suroboyo. Hotel Majapahit adalah salah satu saksi perjuangan Arek-arek Suroboyo merobek bendera merah, putih, biru.”

Banyaknya massa yang mengepung hotel tersebut, membuat polisi berjaga-jaga. Polisi pun melarang massa masuk ke dalam hotel.

Dengan berbagai tuntutan dari massa, Kapolres Tegalsari, Kompol David Triyo Prasojo, mempersilakan massa untuk menyampaikan apa yang mereka inginkan kepada manajer hotel. Yang selanjutnya akan diteruskan kepada Ahmad Dhani.

Korlap Aksi bernama Aminudin, mengungkapkan kepada Manajer Hotel Majapahit, meminta caleg Partai Gerindra ini untuk segera meninggalkan Kota Surabaya. Supaya tidak ada lagi kampanye tagar ganti presiden. Ia berharap, jika Ahmad Dhani segera meninggalkan Surabaya, maka suasana Surabaya dapat kembali kondusif secepatnya.

Awalnya permintaan massa dan polisi tersebut ditolak oleh Ahmad Dhani. Pasalnya, ia menyatakan bahwa maksud kedatangannya ke Surabaya adalah untuk berlibur. Jadi ia belum mau pulang. Pria kelahiran Surabaya 46 tahun silam, memilih untuk bertahan.

Selain itu ia menambahkan, ia masih ada beberapa acara di Sidoarjo. Serta akan membuat beberapa posko di Sidoarjo sampai hari Kamis. Untuk koordinasi dengan relawan yang ada di Sidoarjo.

Rencananya pada Senin besok (27/8), Dhani juga akan meresmikan Posko di Kota Surabaya. Dhani merasa enggan untuk pergi. Pasalnya ia juga tidak mau kehilangan haknya sebagai warga negara Indonesia.

Ahmad Dhani mengungkapkan dengan enteng, jika memang dia diusir di Surabaya, ia bisa pergi Sidoarjo.

Namun, walau mencoba bertahan, akhirnya ia luluh juga. Memasuki malam, Dhani meninggalkan Surabaya untuk kembali ke Jakarta. Bukan menetap di Surabaya atau pergi ke Sidoarjo seperti yang ia katakan sebelumnya.

Menurut Sekretaris Relawan #2019GantiPresiden, Agus Maksum, Ahmad Dhani sudah berada di bandara Surabaya pada pukul 19.00 WIB Minggu kemarin (26/8).

Kasihan ya, Dhani. Ternyata perbedaan pandangan politik, bisa menjadikan Ahmad Dhani diusir dari kampung halamannya sendiri, ya. Bahkan disuruh balik ke tanah rantau lagi.

Iklan

Padahal kan biasanya, orang-orang yang sukses di tanah rantau, justru diminta untuk pulang ke kampung halaman. Ini kok~

Atau yang mengusir Ahmad Dhani sebenarnya justru adalah fans Maia Estianty garis keras? (A/L)

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2018 oleh

Tags: #2019GantiPresidenahmad dhaniDitolak MassaDiusir MassaHotel Majapahitmaia estiantySurabaya
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)
Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Orang Surabaya hina Malang. MOJOK.CO
Urban

Malang Dihina “Desa”, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah

5 Maret 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO
Urban

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Iran, Gejolak Timur Tengah dan Efeknya untuk Indonesia

Bukan Nuklir, Air Adalah “Senjata Pemusnah” Paling Mematikan di Perang AS-Iran

4 Maret 2026
Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu MOJOK.CO

Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu

4 Maret 2026
Innova Zenix Wujud Kebodohan Finansial- Terbaik Tetap Reborn MOJOK.CO

Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn

10 Maret 2026
Kurir Alfagift, layanan Alfamart penyelamat pekerja Jakarta

Alfagift, Penyelamat Pekerja Jakarta dari “Mati” Kelaparan karena Kelelahan dan Tak Punya Teman Makan

4 Maret 2026
Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
Sarjana Ekonomi pilih berjualan ayam penyet

Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.