Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

Makna 5 Ornamen Imlek yang Muncul Terus Setiap Tahunnya

Banyak yang belum tau, kan, makna ornamen Imlek. Sini, aku kasih angpao... eh.

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
17 Februari 2018
A A
Makna 5 Ornamen Imlek yang Muncul Terus Setiap Tahunnya MOJOK.CO

Makna 5 Ornamen Imlek yang Muncul Terus Setiap Tahunnya MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO Bahkan hingga masuk ke tahun 2569 nanti, ornamen-ornamen Imlek yang kayak gini bakal muncul melulu. Kira-kira, apa ya maknanya? Penasaran?

Menurut sejarah, Imlek mulanya dirayakan oleh para petani di Cina dengan berdasarkan peredaran bulan. Kata Imlek sendiri memiliki arti bulan (pada kata “im”) dan penanggalan (pada kata “lek”). Perayaan ini dilakukan pada tanggal satu di bulan pertama pada awal tahun baru.

Umumnya, perayaan Imlek disemarakkan dengan ornamen-ornamen meriah yang tida pernah absen tiap tahunnya. Dengan nuansa merah, kita pun kerap bertanya-tanya: apa sih maknanya ornamen yang ini dan itu? Kenapa semuanya begitu misterius, seperti perasaan dia padaku?

Ya udahlah, my lov, mending kita check them out aja, yuk~

Ornamen Imlek #1 Lampion

Ini adalah ornamen Imlek nomor satu dan pasti ditemukan dalam hiasan mall manapun yang ikut merayakan Imlek. Bahkan, di rumah makan berbau Cina pun ornamen ini turut dipajang. Tapi, buat apa sih?

Lampion, atau yang disebut pula sebagai lentera merah, memiliki makna sebagai penerangan hidup. Nyala merah dari lampion ini menjadi simbol keberuntungan dan rezeki.

Tak jarang, ada pula lampion nanas dalam perayaan Imlek. Bukan tanpa alasan, nanas berarti wang lai dalam bahasa Tionghoa. Kata wang bermakna ‘rezeki’ atau ‘uang’, sedangkan lai adalah ‘datang’. Artinya?

Yha, benar!!! Bersama lampion nanas, muncullah semacam doa dan harapan: “Rezeki… datanglah!!!”

Ornamen Imlek #2 Gambar ikan

Masih berhubungan dengan arti kata, ikan dalam bahasa Mandarin adalah Yu, yang bermakna ‘lebih’. Emang dasarnya makna pernak-pernik ini bakal berhubungan dengan rezeki, ya begitu pula dengan si ikan ini.

Gambar ikan menjadi simbol betapa orang-orang Cina mengharapkan rezeki yang berlebih, kesehatan yang lebih baik, hingga usaha yang berjalan lebih lancar.

Pertanyaannya, apakah penjual pecel lele memasang gambar ikan lele di warungnya dengan filosofi yang sama? Hmm~

Ornamen Imlek #3 Barongsai dan singa

Iklan

Singa yang merupakan raja hewan ditampilkan dalam tarian tradisional Cina, yaitu barongsai. Melalui kesan gagah berani dan beruntung yang dimiliki singa, barongsai ditujukan untuk mengusir makhluk-makhluk halus yang mengganggu manusia.

Nama barongsai adalah perpaduan dari budaya Indonesia dan Cina. Kata barong merujuk pada kesenian boneka Bali, sementara sai dalam bahasa Hokkian adalah ‘singa’.

Dalam barongsai, ada lima warna yang ditampilkan dengan makna sebagai kompas Cina, yaitu kuning (menggambarkan bumi sebagai pusat), hitam (air sebagai arah utara), hijau (kayu sebagai arah timur), merah (api sebagai arah selatan), dan putih (logam sebagai arah barat).

Wow. Kalahlah sudah itu Power Rangers sama Avatar.

Ornamen Imlek #4 Jeruk

Warna jeruk yang oranye keemasan dianggap sebagai lambang emas bagi mereka yang merayakan Imlek.

Lebih dari itu, dalam bahasa Mandarin, jeruk adalah Ju, yang jika diucapkan ternyata memiliki nada yang hampir sama dengan kata Ji, yang berarti ‘keberuntungan’. Singkatnya, orang-orang berharap bahwa dengan adanya jeruk, mereka akan mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun.

Hmm. Pantes aja SNSD beruntung dan jadi girlband terkenal. Lah wong lagu mereka sendiri pakai kata Ji gini:

“Ji, ji, ji, ji, baby baby baby~ Ji, ji, ji, ji, baby baby baby~”

Hehehe. Apa sih ini, kok garing, hehehehehe~

Ornamen Imlek #5 Angpao

Dalam bahasa Mandarin, angpao adalah hong bao, di mana hong berarti ‘merah’, sedangkan bao adalah ‘membungkus’.

Umumnya, angpao diberikan oleh seseorang yang lebih dewasa pada anak-anak dan mereka yang belum menikah. Yang penting, isi dalam angpao tida boleh berhubungan dengan angka empat (karena angka empat memiliki makna kematian) atau berjumlah ganjil.

Yang jauh lebih penting lagi, dalam perayaan Imlek, banyak orang tua yang kemudian berpesan: “Jangan lihat angpao dari jumlah isinya. Namun, lihatlah dari doa yang diberikan dan warna merahnya, yaitu lambang keberuntungan dan kemakmuran.”

Artinya, my lov, jangan hina-hina Liverpool terus. Loh, loh, kenapa Liverpool? Ya karena Liverpool berwarna merah juga. Sudah tentu, para kopites harus yakin bahwa The Reds akan bangkit dan berjaya.

Yeaaah!!!

BACA JUGA Mari Menggugat Aturan Pembagian Angpao Lebaran! dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2021 oleh

Tags: angpaobarongsaicinaimleklampionTahun Barutionghoationgkok
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Barongsai di bandara saat imlek. MOJOK.CO
Hiburan

Semangat Tahun Kuda Api bikin Trafik Penumpang Milik InJourney Melambung 10 Persen Saat Imlek 2026

19 Februari 2026
Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)
Pojokan

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
Imlek 2026 di Candi Prambanan dan Candi Borobudur. MOJOK.CO
Kilas

Tahun Kuda Api Imlek 2026: Mencari Hoki Lewat Kartu Tarot di Antara Kemegahan Prambanan dan Borobudur

15 Februari 2026
Ketika Dosen UGM Mengajar di Cina saat Natal dan Tahun Baru: Libur Bukan Hadiah, tetapi Utang yang Harus Dibayar Lunas MOJOK.CO
Esai

Ketika Dosen UGM Mengajar di Cina saat Natal dan Tahun Baru: Libur Bukan Hadiah, tetapi Utang yang Harus Dibayar Lunas

2 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang desa ogah bayar pajak motor (perpanjang STNK) di Samsat MOJOK.CO

Orang Desa Ogah Bayar Pajak Motor (Perpanjang STNK), Lebih Rela Motor Disita daripada Uang Hasil Kerja Tak “Disetor” ke Keluarga

19 Februari 2026
Jakarta membunuh nurani kemanusiaan MOJOK.CO

Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

16 Februari 2026
5 tips bagi yang pertama kali mudik naik pesawat dan cara dapat promo tiket murah MOJOK.CO

Tips 5 Persiapan bagi Orang yang Pertama Kali Mudik Naik Pesawat dan Dapat Promo Tiket Murah

18 Februari 2026
Mahashivaratri, festival tahunan yang dirayakan umat Hindu untuk menghormati Dewa Siwa di Candi Prambanan. MOJOK.CO

Hari Suci Terpenting Umat Hindu, Mahashivaratri Perdana Digelar di Candi Prambanan dengan 1008 Dipa Menyala

14 Februari 2026
Jumanah pedagang jamu parem kendil di pasar jangkang Yogyakarta. MOJOK.CO

“Ngopag” ala Lansia: Menikmati Jamu Parem Kendil yang Sudah Berdiri Sejak Tiga Generasi di Pasar Jangkang Yogyakarta

17 Februari 2026
OAOT, gerakan menanam pohon di lereng Gunung Muria, Kudus. MOJOK.CO

Pelajaran dari Lereng Muria: Menanam Pohon Memang Seharusnya Menjadi Hal Wajar, Bukan Kelangkaan

15 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.