Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Cara Hadapi Lupa Nama Teman Saat Bertemu

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
19 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lupa nama teman sering kali kamu rasakan tiba-tiba. Jika terjebak dalam situasi ini, apa sih yang seharusnya kamu lakukan?

Saat sedang berjalan-jalan, ada seseorang yang tiba-tiba memanggilmu. Kamu memandangnya baik-baik, sementara ia heboh sendiri menanyakan kabar. Alih-alih menjawab pertanyaannya, kamu malah sedang fokus pada satu hal, yaitu…

…ini dia siapa, ya, namanya???

Ya, bertemu teman lama memang menyenangkan. Yang tidak menyenangkan hanya satu: lupa nama teman padahal ia dengan fasihnya mengucapkan namamu. Mau nanya nama, tapi kok rasanya kebangetan. Terus, apa yang harus kamu lakukan, dong?

Memaklumi kepikunan mendadak yang sering kamu alami, Mojok Institute telah mengumpulkan cara-cara bersikap yang bisa kamu pakai saat tiba-tiba lupa nama teman. Check these out, gaes-gaesku~

1. “Apa kabar… Kamu?”

Hal utama yang harus kamu lakukan adalah menyapanya. Karena lupa nama, sapaan yang paling masuk akal tentu saja adalah “kamu”—setidaknya ia tidak merasa terabaikan. Berikanlah pertanyaan-pertanyaan normal dengan sapaan ini, seperti “Apa kabar… kamu?”, “Sama siapa… kamu?”, “Eh, ada… kamu,” dan lain sebagainya.

Selain “kamu”, kamu bisa juga menggunakaan sapaan umum lainnya, seperti “Mas” atau “Mbak”.

Yaaah, memang sedikit awkward, tapi cara ini jelas akan membuatmu terlihat tetap responsif secara cool.

2. “Minta nomor teleponmu, dong!”

Setelah ngobrol panjang lebar, lakukan siasat kedua, yaitu meminta nomor telepon atau WhatsApp-nya. Kamu bisa memulai dengan mengeluarkan ponselmu di hadapannya dan berkata, “Eh, nanti lanjut ngobrol di WA aja, ya. Tapi aku belum punya nomormu, nih, kayaknya. Minta, dong!”

Langkah selanjutnya, sodorkan hapemu padanya dan biarlah ia yang menyimpan nomor dan namanya sendiri di sana. Dengan cara ini, kamu bisa menutup obrolan dengan wajar. Misalnya, jika ia menulis namanya sebagai “Andi”, kamu pun bisa bilang, “Oke, makasih, ya, Ndi.”

Aman.

3. “Kenalin, nih…”

Cara ini bisa kamu lakukan jika sedang bersama seseorang saat bertemu si teman. Tanpa berlama-lama, tunjuklah orang yang sedang bersamamu tadi sambil berkata, “Kenalin, nih, temanku…,” lalu biarkan mereka berdua berkenalan. Umumnya, saat orang berkenalan pertama kali, mereka akan menyebut nama masing-masing.

Pasang telinga baik-baik, niscaya kamu bakal mendengar namanya jelas-jelas!

4. “Emang kamu masih ingat namaku?”

Saking bingungnya mengingat nama orang yang ada di hadapanmu, cobalah untuk menantangnya balik dengan gaya bercanda. Setelah disapa ini dan itu, kamu bisa bertanya, “Eh, emang kamu masih inget namaku, hayoooo~”

Iklan

Jawaban dari pertanyaan ini kemungkinannya ada dua: ya dan tidak. Jika ia tidak ingat, kamu bisa menyebutkan namamu selayaknya perkenalan pertama. Cara ini juga bisa menjadi sinyal sopan agar sang teman balas menyebut namanya.

Tapi, bagaimana jika ia menjawab bahwa ia masih ingat namamu? Yah, kalau gitu langsung aja ke cara terakhir…

5. “Maaf, aku agak-agak lupa, nih. Kamu Dewi atau Tono, ya?”

Kalau otakmu sudah buntu dan kamu tak bisa bertanya pada orang lain mengenai nama temanmu tadi, jujur adalah cara terakhir. Secara terbuka, bertanyalah pada temanmu setelah kamu mengaku bahwa kamu lupa. Meski ia mungkin akan tampak sedikit kesal, ia pasti memberi tahumu segera.

Yah, FYI aja sih, memang jujur itu selalu jadi pilihan terbaik di segala kondisi, kok. Camkan itu baik-baik, gaes-gaesku~

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: bertanyacara nanyakamu siapalupa nama oranglupa nama temanmengingat temanminta nomor WAtips and trick
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Honda Supra X 125

Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah

24 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Pendiam

20 Februari 2026
Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.