Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

TV One Menghadirkan Nirina Zubir sampai Walkout, Penonton yang Malu

Pembahasan mafia tanah sebetulnya sebuah insight bagus, tapi kalau malah jadi arena adu banteng ya males dong.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
19 November 2021
A A
ilustrasi TV One Menghadirkan Nirina Zubir sampai Walkout, Penonton yang Malu mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Nirina Zubir berbicara di TV One perihal kasus mafia tanah, seorang pengacara tersangka yang tidak kompeten dihadirkan dan kita semua ikut plonga-plongo.

Pesohor Nirina Zubir belakangan banyak dibicarakan lantaran dirinya terlibat kasus mafia tanah yang telah merugikan keluarganya sebesar Rp17 miliar. Lima orang pun ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya adalah Riri Khasmita yang sudah menjadi ART keluarga Nirina Zubir selama sebelas tahun. Sedangkan tersangka lainnya adalah suami Riri Khasmita dan tiga orang notaris yang diduga bekerja sama memalsukan surat kuasa dan penggelapan akta tanah.

Berkat kasus ini, TV One kemudian menginisiasi sebuah dialog yang menghadirkan Nirina Zubir dengan pengacara dan sejumlah perwakilan BPN serta seorang pengacara yang mewakili tersangka. Pengacara inilah yang kemudian jadi pemantik Nirina Zubir walkout.

Acara Apa Kabar Indonesia yang dihadiri Nirina Zubir pada awalnya berjalan selayaknya acara televisi. Nirina dan pengacara menjelaskan overview kasus yang dialaminya. Namun, di salah satu segmen, TV One seolah-olah menghadirkan mystery guest, yaitu pengacara tersangka. Wah, udah kayak Hitam Putih aja nih. Punten, itu konsep kejutan buat artis-artis dari Om Deddy loh.

Nirina sempat protes perihal kehadiran pengacara yang tiba-tiba memberikan detail bahwa tersangka bukanlah ART, tersangka merupakan anak kos, dst. dst. yang sebetulnya tidak kontekstual.

Pengacara yang mewakili tersangka, menurut Nirina, bukanlah tersangka yang dia dan kuasa hukumnya kenal, bukan pengacara yang sedari kemarin berkomunikasi terkait kasus ini. Malah, jawaban yang diberikan pengacara tersebut terkesan tidak kompeten karena tidak menguasai kasus.

Tebakan saya, jika pengacara tersebut dibiarkan berbicara lebih jauh, wacana bisa terpecah. Biasalah, niatnya cover both side, ujungnya malah kubu-kubuan. Netizen Indonesia kan paling nggak tegaan, siapa tahu bakal ada aliran pembela Riri Khasmita tidak peduli ia sudah menjadi tersangka. Framing kasus itu kan sesuatu yang bisa diutak-atik, cincai lah, asal sudah ada pemantiknya.

Usai jeda pariwara, Nirina Zubir dan kuasa hukumnya kemudian tegas menyatakan kekecewaannya terhadap TV One. Pihaknya merasa tidak pernah diinformasikan mengenai kehadiran si mystery guest tersebut. Tak lama kemudian, Nirina dan kuasa hukumnya walkout, pembicara lain terdiam, pembawa acara terdiam, penonton plonga-plongo. Mungkin di waktu yang sama, floor director kebingungan memutuskan, kameramen tak bisa berkata-kata, produser langsung pusing, dan segenap kru lainnya menelan ludah.

Kalau boleh jujur, apa yang dikatakan oleh pengacara tersangka memang terdengar nggak fokus. Blio banyak pakai kata “kayaknya”, “katanya”, bahkan nggak tahu saat diminta mengonfirmasi apa yang baru saja blio katakan. Alasannya, blio baru baca sekilas kasusnya. Wadaw, kalau baru baca sekilas kenapa disuruh masuk TV? Saya kalau jadi Mbak Nirina juga bakal ketawa dalam hati sampai bersin.

Nirina Walkout di TVone karena tvone menghadirkan kuasa hukum tersangka yg sama sekali tidak dia kenal. pic.twitter.com/05bhSbLsnb

— Ivan Julian (@IvandJuliand) November 18, 2021

TV One sebetulnya dibalas Nirina Zubir. Mereka menghadirkan mystery guest, Nirina menghadirkan sikap tegas untuk walkout. Sikap walkout itu pun bikin penonton jadi malu sendiri, nggak tega nontonnya karena acara berubah jadi tidak terkontrol. Padahal, penonton nggak perlu menggantikan TV One untuk kebingungan. Di sisi lain, penonton juga menghargai sikap Nirina Zubir dan kuasa hukumnya yang tegas. Ya siapa juga yang mau diadu banteng di hadapan pemirsa se-Indonesia. Saya juga ogah, Mbak. Kayak nggak ada kesibukan aja.

Untungnya, sampai sekarang kasus ini nggak terpecah jadi wacana yang aneh-aneh. Kasihan dong korban penipuan dan mafia tanah, niatnya meluruskan malah dibelokkan. Yang bikin saya pribadi salut adalah sikap Nirina Zubir yang tetap elegan. Meskipun dia sempat menuntut klarifikasi dan permintaan maaf TV One yang akhirnya ditanggapi dengan wadidaw, tapi nggak masalah. Nirina Zubir masih menanggapi semua ini dengan senyuman.

Mungkin, ya mungkin aja sih, blio sempat mendengarkan lagunya Dewa “Hadapi dengan Senyuman”. Sebab, blio perlu kembali fokus memperjuangkan haknya dan keluarga sembari tetap bekerja. Mangats, Mbak. TV One memang beda, kok.

BACA JUGA TV Digital Membunuh TV Analog Indonesia dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 19 November 2021 oleh

Tags: akta tanahfigur publikmadia tanahnirina zubirpublic figurestasiun tvtv one
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Teror di Sebuah Gedung Stasiun TV Indonesia MOJOK.CO
Malam Jumat

Teror di Sebuah Gedung Stasiun TV Indonesia

11 Mei 2023
ilustrasi Jika Petisi Boikot Nikita Mirzani Sudah Banyak Ditandatangani, Selanjutnya Apa? mojok.co
Pojokan

Jika Petisi Boikot Nikita Mirzani Sudah Banyak Ditandatangani, Selanjutnya Apa?

13 Desember 2021
ilustrasi Tutorial Klarifikasi untuk Influencer Blunder mojok.co
Pojokan

Tutorial Klarifikasi untuk Influencer Blunder

8 Desember 2021
ilustrasi Usia dan Agama Sophia Latjuba yang Bukan Urusan Kita mojok.co
Pojokan

Usia dan Agama Sophia Latjuba yang Bukan Urusan Kita

7 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan travel mobil

Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.