Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sudah Patah Hati, Masih Kepo dan Dengerin Lagu Galau Pula

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
7 Februari 2018
A A
Patah-Hati-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Sebelum benar-benar move on, hal-hal ini cenderung pasti dilakukan setelah patah hati.”

Kebiasaan setiap manusia itu ibarat lagu Agnez Mo: kadang-kadang tak ada logika. Contoh paling sederhana adalah kelakuan yang muncul setelah patah hati.

Patah hati adalah kondisi emosional setelah kehilangan seseorang yang dicintai, misalnya karena putus cinta dengan pasangan, kematian kekasih, penolakan pernyataan cinta, atau diselingkuhi.

Biasanya, patah hati identik dengan air mata dan muka yang murung. Tapi, sadarkah kalian, wahai para pembaca Mojok, bahwa ada misteri-misteri seputar kebiasaan setelah mengalami patah hati?

Coba jha amati orang yang patah hati. Setelah pasang status dan caption super-duper galau di Instagram dan pasang layar hitam pekat dengan tulisan kecil-kecil di Instagram Story, mereka sangat mungkin akan melakukan 2 hal yang paling “biasa” dilakukan orang-orang patah hati pada umumnya, yaitu…

Mendadak Stalker

Putus udah, move on belum. Mungkin itu adalah gambaran dari apa yang dialami orang-orang patah hati yang kemudian beralih profesi menjadi intel bagi para mantan.

Kecenderungan untuk selalu ingin tahu dengan kehidupan mantan memang sangat wajar muncul. Coba sekarang ngacung, siapa yang udah putus selama 3 tahun tapi nama mantannya masih ada di daftar pertama kolom Search di Instagram?

Ngaku jha, nga usah malah clear search history.

Yha. Pokoknya, banyak orang yang patah hati tapi malah nambah-nambahin pikiran, contohnya ya orang-orang yang sukanya stalk mantan ini. Karena udah nga punya akses untuk SMS atau chat setiap hari (punyanya cuma gengsi), media sosial pun jadi sasaran.

Apa yang sedang dilakukan mantan? Di mana dia sekarang bekerja? Gimana kuliahnya yang belum lulus-lulus itu? Dia masih suka naik gunung atau ngga?

Lalu… Siapa pacar barunya?

Nah. Pertanyaan “Siapa pacar barunya?” ini akan memandu kita untuk melakukan proses stalking lebih jauh lagi. Kayak apa pacar barunya? Lebih ganteng/cantikkah dari kita? Lebih baik atau nga? Kok dia secepat itu sih udah bisa move on?

Hadeeeeh. Situ mau putus apa mau bikin tugas naskah drama?

Iklan

Mendengarkan Lagu Galau

Yhaaa, dari sekian banyak jenis lagu di dunia ini, orang yang patah hati cenderung memilih lagu-lagu bertema galau dan putus cinta. Kalau perlu, yang liriknya super sedih dan mengiris hati~

Padahal, patah hati udah jelas-jelas menyakitkan, my lov. Terus, kenapa harus kamu tambah-tambahin lagi dengan dengerin Tulus nyanyi lagu Pamit? Atau, lagu Asal Kau Bahagia-nya Armada? Kamu mau meracuni diri sendiri?

Berkaitan dengan hal ini, sebuah fakta berhasil dikuak oleh dua orang peneliti, Annemieke Van den Tol dan Jane Edwards. Ternyata, kebiasaan mendengar lagu galau saat patah hati terjadi karena orang-orang yang patah hati membutuhkan “pegangan” saat merasa sedih.

Mendengarkan lagu galau, masih menurut Edwards, adalah bukti bahwa seseorang yang patah hati sesungguhnya sedang menyelami perasaan dirinya sendiri.

Kadang, kita nga bisa menjelaskan apa yang sebenarnya kita rasakan setelah putus sama pacar. Yang kita tau hanyalah kita merasa sedih dan pengen nangis. Tapi tiba-tiba, sebuah lagu galau diputar dan mendadak kita bisa menjelaskan gejolak di dalam diri #tsaaah.

Ngaku jha deh, kamu pasti pernah kaaaaan lagi patah hati yang sepatah-patahnya, terus dengerin lagu galau dan langsung merasa, “Wah, gila, ini lagunya aku banget! Ini yang aku alami, nih! Sama banget!” dan akhirnya nge-replay terus sampai bosen.

Idih, sok nyama-nyamain aja kamu tu 🙁

Tapi kalau dipikir-pikir, mendengarkan lagu galau bermanfaat juga untuk menghemat waktu. Saat kamu ditanya oleh temanmu tentang alasan putus sama pacar, kamu bisa menjawab,

“Kamu dengerin aja lagunya Raisa yang Usai di Sini.”

Classy parah, seakan-akan Raisa memang menyanyikannya hanya untuk menggambarkan perasaanmu. Khusus!

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2018 oleh

Tags: lagu galauMantanPatah HatiPutus Cintastalking
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Kapankah Saat yang Tepat untuk Putus Cinta? | Semenjana Eps. 6
Video

Kapankah Saat yang Tepat untuk Putus Cinta? | Semenjana Eps. 6

3 Maret 2025
Review film Indonesia terbaru, Cinta Tak Pernah Tepat Waktu garapan Hanung Bramantyo adaptasi novel laris Puthut EA (MOJOK.CO)
Seni

Istikamah Dengarkan Lagu “Cinta Tak Pernah Tepat Waktu” di Tengah Gempuran Lagu Bernadya, Wakili yang Ragu Hadapi Pernikahan

8 September 2024
Alasan Kenapa Lagu-lagu Bernadya Galau Semua MOJOK.CO
Seni

Siapa yang Menyakitimu, Ber? Jawaban Kenapa Lagu-lagu Bernadya Nyesek Banget

2 September 2024
Mereka yang Disuruh Putus Orang Tua Pacar karena Bukan Mahasiswa: Sakit, tapi Tak Perlu Repot-repot Kasih Pembuktian MOJOK.CO lebaran
Liputan

Cerita Pilu 2 Pria yang Hubungannya Kandas Menjelang Lebaran, Ada yang Bawa-bawa Agama dan Dianggap Tak Punya Masa Depan!

9 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026
Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri MOJOK.CO

Rela Melepas Status WNI karena “Technical Stuff” di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri

27 Februari 2026
Vokal kritisi kebijakan uin alauddin makassar, berujung fatal. MOJOK.CO

Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer

24 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.