Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sisi demi Sisi J.Co dan Dunkin’ Donuts dalam Pertarungan Abadi Donat Fancy

Dunkin' Donuts dan J.Co, mana yang lebih enak?

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
31 Agustus 2021
A A
ilustrasi Sisi demi Sisi J.Co dan Dunkin' Donuts dalam Pertarungan Abadi Donat Fancy mojok.co

ilustrasi Sisi demi Sisi J.Co dan Dunkin' Donuts dalam Pertarungan Abadi Donat Fancy mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – J.Co kerap jadi andalan saat karyawan resign dan ditagih traktiran. Dunkin‘ Donuts jadi favorit para boomer dan orang lawas.

Pertarungan mana yang paling enak antara J.Co Donuts dan Dunkin’ Donuts hampir serupa pertarungan bubur diaduk vs bubur tidak diaduk, nasgor kecap vs nasgor tanpa kecap, dan pertarungan lain yang dipastikan abadi. Kedua merek raksasa yang memproduksi donat ini bakal kita kupas sisi demi sisinya. Lalu kamu akan bisa menentukan, donat mana yang “gue banget” dan donat mana yang layak dibilang “not for me”.

#1 Tekstur Donat

Dunkin’ Donuts punya tekstur yang cenderung lebih padat dan berisi, sedangkan J.Co Donuts sebenarnya lebih kopong dan mengempis. Namun, nggak selamanya orang lebih suka Dunkin’ karena beberapa orang merasa J.Co lebih nggak bikin enek. Perbedaan tekstur keduanya ini diyakini pencinta donat sebagai spesifikasi yang berbeda. Ada yang bilang kalau sebenarnya nggak semua donat itu sama, Dunkin’ dianggap mengusung resep donat klasik yang akan membawa pelanggannya pada kenangan-kenangan masa kecil. Ya pantas, Dunkin’ lebih banyak disukai para boomer dan orang tua karena memang mereka sudah cukup melegenda. Muncul di Indonesia sudah jauh lebih lama ketimbang J.Co.

Suatu hari saya pernah membawakan satu kotak Dunkin’ Donuts untuk dimakan satu keluarga. Ayah saya mengatakan bahwa itu adalah donat yang terenak yang pernah blio makan, padahal blio punya diabetes dan nggak terbiasa dengan makanan manis. Di kesempatan lain, saya membawa sekota J.Co, respons blio ternyata nggak seheboh saat makan Dunkin’. Jika kamu adalah orang penyuka oldies yang hobi dengan racikan resep klasik, Dunkin’ mungkin adalah favoritmu.

#2 Harga donat

Sebenarnya kedua donat itu tergolong mahal jika dibandingkan dengan donat-donat homemade di pasaran. Tapi, keduanya juga tetap jadi pemenang di antara yang lainnya. J.Co sebagai representasi merek lokal punya harga yang cenderung lebih mahal, tapi punya diskon melimpah. Inilah kenapa donat ini sering jadi andalan bagi karyawan yang kena palak traktiran menjelang resign. Beli dua lusin sekalian biasanya dapat bonus dan potongan. Sedangkan rivalnya, punya harga yang cenderung lebih mahal meski menawarkan bentuk donat yang lebih besar. Kamu pilih yang mana? Ya terserah. Apa pun yang kamu beli, mereka yang dapat untung. Heheheu.

#3 Varian rasa

Menurut pengamatan singkat saya, Dunkin’ punya varian yang lebih variatif dan banyak dijadikan favorit pelanggan. Misalnya triple choco yang sering dibilang paling mantap. Sedangkan rivalnya, cenderung punya varian yang punya cita rasa mirip-mirip, nggak ada yang menonjol banget, nggak ada yang nggak enak banget. Tapi, varian donat kecil-kecil milik J.Co kerap jadi alternatif camilan bagi mereka yang sedang nggak pengin makan banyak, tapi pengin nyoba-nyoba rasa lain. Sungguh gambaran masalah satu sama lain yang diatasi dengan solusi sama lain. Nggak heran pertarungan mereka abadi.

#4 Konsep gerai

Umumnya J.Co hanya buka outlet di mal, tapi mereka selalu menempatkan gerainya di samping mal sehingga banyak pelanggan yang mungkin tadinya hanya lewat, lalu tergiur dan melipir untuk beli. Jenis pemasaran ini efektif membuat nama J.Co melambung pesat dan selanjutnya banyak buka cabang di luar negeri walaupun saingannya cukup kuat. Sayangnya, pelanggan yang mau pesan nggak bisa ambil dan pilih sendiri donat yang mereka inginkan. Donat disimpan dalam etalase yang hanya memungkinkan pelanggan pilih-pilih sebentar lalu diambilkan oleh pramusaji. Beda dengan si rival yang memperbolehkan pelanggan bebas mengambil donat mana pun yang mereka suka, baru membayar nya.

Selain itu, Dunkin’ Donuts punya konsep gerai yang sangat berbeda. Gerai mereka nggak hanya ada di mal, terkadang mereka punya gerai yang berdiri sendiri layaknya cafe dan tempat nongkrong. Nggak sedikit juga gerai yang dibuka di pom bensin dan tempat-tempat ramai. Seolah-olah mereka memang menargetkan produk mereka untuk dijadikan oleh-oleh buat keluarga di rumah. Bisa jadi, mereka memang merasa brand Dunkin’ cukup terkenal sehingga tidak perlu lagi mejeng di pinggiran mal biar semakin banyak orang tahu.

Begitulah sisi demi sisi dua raksasa donat yang menguasai Indonesia. Saya pribadi sih cenderung pilih Dunkin’ Donuts karena mementingkan segi rasa dan porsi yang lumayan. Dibawa sebagai oleh-oleh juga tampak lebih eksklusif dibandingkan J.Co. Namun, pendapat ini mungkin nggak sama dengan kebanyakan orang. Kaskus pernah membuat polling untuk mempertarungkan keduanya. Hasilnya, 58% responden lebih memilih J.CO, 22% menyukai keduanya, dan hanya 19% yang menyukai Dunkin’ Donuts.

BACA JUGA Makanan Pendamping Donat Indomie Ala Indonesia atau artikel AJENG RIZKA lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2021 oleh

Tags: donatdunkin' donutsj.coKuliner
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO
Bidikan

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO
Kuliner

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)
Pojokan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO
Kuliner

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
Seorang kakak (anak perempuan pertama) kerja keras jadi tulang punggung keluarga gara-gara ortu miskin dan adik tidak tahu diri MOJOK.CO

Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga

11 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.