Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Siap-siap Resign Aja lah kalau Nemu Bos Nggak Masuk Akal Kayak Gini

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
15 Februari 2020
A A
nafkah tuan krabs mr krabs spongebob bos jahat majikan atasan kantor mojok.co

nafkah tuan krabs mr krabs spongebob bos jahat majikan atasan kantor mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bagi kita-kita yang jadi budak korporat, kata “bos” bisa berarti banyak hal. Tapi yang jelas, pasti ada kelakuan bos yang tidak masuk akal yang membekas di ingatan.

Stereotip tentang bos biasanya seperti ini: galak, suka nyuruh-nyuruh (ya iyalah), dan juga menyeramkan. Stereotip itu bisa benar, bisa tidak. Singkatnya, bagi para karyawan biasa, gap jabatan yang jauh antara bos dan karyawan menciptakan banyak anggapan terhadap atasan.

Jabatan yang biasanya menjadikan seseorang jadi bos itu tidak terikat pada satu jenis jabatan saja. Bisa jadi yang dianggap bos itu CEO, bisa manajer, bisa juga leader tim. Namun yang jelas, mereka biasanya punya kuasa atas karyawan di bawahnya. Manusia bisa diuji lewat banyak hal, salah satunya jabatan. Ada bos yang nggatheli setengah mati dan baiknya dikubur saja, ada juga bos yang baiknya setengah mati hingga dicintai banyak orang.

Saya bertanya kepada sejumlah orang tentang pengalaman mereka berhadapan dengan bos yang punya kelakuan buruk tak masuk akal. Kenapa yang negatif doang? Karena saya tahu bahwa semangat orang Indonesia yang narimo ing pandum ini bisa di-recharge lewat keributan dan rasan-rasan. Anggap aja ini setoran bahan julid buat kalian.

Di-SP karena nggak ikut ibadah pagi

Seorang kawan bercerita dia pernah selama dua minggu tidak ikut ibadah pagi di kantornya karena harus mengejar deadline. Catatan: si teman beragama Katolik. Gara-gara absen sembahyang, dia dapat SP-1 dari bosnya yang dengan amazing bilang, LeBiH bAik tElAt dEaDLine daRipAda nGgak iBaDah.

Ini dilematis memang karena sebenarnya niatnya baik. Tapi mestinya ibadah jadi urusan personal kan? Memberi SP untuk hal yang bisa dibicarakan baik-baik mah jelas berlebihan.

Sengaja bikin jarak sama tim yang dipimpin

Bos yang pernah dialami satu teman lain ini memutuskan menjauhkan diri dari tim yang dia pegang karena dia merasa timnya manipulatif. Karena takut terlalu dekat akan membuat mereka leda-lede kerjanya, dia pikir menjauh dan menciptakan jarak bisa jadi solusi. Tapi masalahnya, dia jadi sering bikin postingan media sosial tentang kejelekan timnya karena para anak buah tidak bisa berkomunikasi dengan baik.

Kalau sudah bawa-bawa aib kantor apalagi aib rekan satu tim, menurut saya sih kelewatan. Apalagi ini kelasnya leader atau bos. Kepemimpinannya jadi dipertanyakan dong. Kalau dikit-dikit unggah aib mending ditata lagi pikirannya, mau jadi leader apa jadi admin Lambe Turah.

Tidak profesional

Tidak profesional di sini bisa diartikan dengan tidak bisa memilah kepentingan pribadi dengan kerjaan. Contohnya, pilih kasih, sinis sama karyawan, nggak naikin gaji karena masalah pribadi, dan bawa-bawa masalah rumah ke kerjaan.

Itulah kenapa beberapa kantor melarang hubungan asmara antarpegawai dalam satu kantor. Takut terjadi konflik yang bisa memengaruhi kinerja karyawan. Tapi menurut saya sih, orang udah gede harusnya paham mana kantor, mana rumah. Masak harus dikasih tahu kalau tindakan gitu nggak bijak.

Gaji karyawan yg dibenci tidak dinaik2an, sementara ketika komputer kantor ada masalah bukannya panggil teknisi malah panggil anak (bos) sendiri, 30 menit diutak atik lalu dapat bayaran 10 juta saat itu juga.

— kipaskondangan (@kipaskondangan1) February 12, 2020

Contoh kelakuan yang mirip.

Melakukan pelecehan seksual

Seorang kawan saya saat training diminta bosnya berhubungan badan di kantor. Untuk meyakinkan teman saya, si bos bilang itu hal biasa kok di kota besar. Soalnya rata-rata karyawan di kantor setempat cantik-cantik.

Kata nggak masuk akal udah nggak cocok buat bos kayak gini.

Iklan

Nyalahin bawahan atas perbuatannya sendiri

Kelakuan bos macam ini sering banget ditemui. Karena dia takut kena sanksi, dia mengorbankan karyawannya untuk jadi tameng diri. Biasanya kesalahan yang dilakukan bos itu berkutat di bagian manipulasi data, korupsi, atau salah menandatangani dokumen.

Kok kayak pejabat di mana gitu.

BACA JUGA 5 Petunjuk untuk Mendeteksi Cowok Bucin dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 15 Februari 2020 oleh

Tags: bosjahattidak masuk akal
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

es teh es kopi reshuffle kabinet gibran rakabuming adian napitupulu erick thohir keluar dari pekerjaan utusan corona orang baik orang jahat pangan rencana pilpres 2024 kabinet kenangan sedih pelatihan prakerja bosan kebosanan belanja rindu jalan kaliurang keluar rumah mudik pekerjaan jokowi pandemi virus corona nomor satu media kompetisi Komentar Kepala Suku mojok puthut ea membaca kepribadian mojok.co kepala suku bapak kerupuk geopolitik filsafat telor investasi sukses meringankan stres
Kepala Suku

Kenapa Kebaikan Selalu Kalah Melawan Kejahatan?

20 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.