Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
20 Januari 2026
A A
Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali

Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali (Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saat saya membaca artikel rumah subsidi milik Fauzia Solicha, saya manggut-manggut dan setuju dengan isinya. Apa yang beliau ceritakan persis dengan realitas yang saya lihat langsung dan hampir saya alami. Memang begitulah akar rumput, ia nyata, dan benar-benar ada.

Saya sempat bilang hampir, karena awal menikah, saya hampir deal rumah subsidi di dekat rumah saya sekarang. Pikir saya, saat itu, penting punya rumah sendiri. Jelek atau tidak, pikiran saat itu, saya tak peduli. Lagi-lagi, penting punya rumah sendiri, aset sendiri.

Apalagi saat dikasih tahu cicilannya sangat murah. Saat itu, katanya per bulan 1 juta. Wah, itu nggak ada sepertiga gaji. Tapi untung saya nggak buru-buru, dan untungnya lagi, bapak saya lupa ngambil duit. Jadi kesepakatan terburu-buru yang hampir terjadi di sore itu akhirnya batal terjadi.

Selang beberapa bulan setelah ngecek perumahan subsidi itu, saya dikabari kalau ada rumah dijual dengan harga yang hampir mirip dengan rumah subsidi tersebut. Tak pikir panjang, saya cek, dan dari sekilas saja, sudah terlihat kalau rumah ini jauh lebih mendingan meski bedanya sekitar 40 juta.

Kini, rumah itu sudah saya tempati hampir lima tahun. Ya ada masalah sana-sini, tapi kondisinya jauh lebih baik ketimbang rumah yang sempat hampir saya beli itu. Jauh. Jauh banget.

BACA JUGA: Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Menempati Rumah Subsidi

Memang baiknya jangan beli rumah subsidi

Rumah subsidi memang murah di awal, tapi ujungnya nggak jadi murah. Kamu harus renov sana-sini, keluar biaya lagi. dan bisa jadi, biayanya malah jauh lebih mahal ketimbang kamu beli rumah yang lebih proper.

Misalnya gini, pake kasus saya ya. Ini limited kasus saya aja biar lebih enak jelasinnya. Dulu, rumah subsidi yang mau saya beli harganya 150 juta. Nah, rumah itu belum ada carport, pager, dan sejenisnya. Otomatis, saya harus beli dong?

Anggap saja carportmu itu habisnya 2 juta wis. Kamu bikin pager, anggep aja 2 juta. Terus beli pintu pagar sliding kayak gitu harganya 1 juta. Itu yang minimalis. Kamu nambah 5 juta. Oke masih murah. Tapi kan kamu masih harus pasang keramik di teras, anggap aja 500 wis. Tapi itu belum biaya tukang, semen, dan lain-lain.

Okelah kita taruh, 10 juta total hanya untuk teras (kata temen aing mah, lebih). Artinya harga rumahmu jadi 160 juta.

Sedangkan rumah yang saya tempati harganya 190 juta. Memang jauh lebih mahal. Tapi, temboknya tebal, sudah ada carport, kamar mandi proper, dapur ada, kamar proper, teras sudah berkeramik.

Kalau dipikir-pikir, rumah saya basically harga subsidi, tapi setelah direnovasi. Well, saya nggak perlu renov sih karena semua udah ada. Cuma instalasi listriknya aja sih yang konyol, kabelnya kecil semua. Developer taek, pedot kabeh kae lho cuk!

BACA JUGA: Rumah Subsidi Akan Berubah Jadi Penjara Jika Kalian Terjebak Bujuk Rayu Pengembang

Rumah lain jauh lebih worth it

Saya memang punya privilege pekerjaan yang memberi saya gaji yang layak. Maka, saya bisa punya pilihan yang orang lain mungkin tak punya. Cuma, jujur saja, bagaimanapun juga, kalau masih bisa diusahakan, beneran jangan ambil rumah subsidi.

Iklan

Seperti yang saya jelaskan di atas, kalau pinter nyarinya dan beruntung, akan nemu rumah yang kualitasnya jauh lebih bagus, tapi harganya mirip. Sekalipun nggak mirip, misalnya lebih mahal 100 juta sekalipun, saya pikir ya mending diambil ketimbang subsidi. Kenapa?

Karena biaya perbaikan itu mahal. Ini bukan ngomongin renovasi biar estetik, nggak. Ini sekadar perbaikan aja. Misalnya, tembok. Tembok subsidi itu tipis banget. Kamu tendang sekali aja, bisa jadi itu bolong. Nek tembok bolong atau jebol, ya nggak mudah perbaikannya.

Dari banyak kasus yang saya temui, emang rumah subsidi itu ujungnya boncos. Renovasinya kelewat banyak hanya untuk terlihat proper. Padahal kalau beli rumah nonsubsidi, bisa saja dapat harga yang bagus, dan nggak perlu renovasi.

Tapi lagi-lagi, tak semua bisa dapat privilese ini. Dan saya pun hidup di Wonogiri, kabupaten yang harga rumahnya jelas jauh lebih masuk akal ketimbang Jogjakarta, misal. Kalau di kota besar, ya sulit.

Jadi buat kalian yang mau berumah tangga, mending beneran pikir-pikir lagi kalau mau ambil rumah subsidi. Kalau tak punya dana renovasi, baiknya sih berpikir ulang. Tapi kalau sudah telanjur, nggak apa-apa. Toh lebih baik di sini, rumah kita sendiri. Bukankah begitu?

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Yang Perlu Dipahami sebelum Mengajukan KPR Subsidi (dan Menyesal) dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2026 oleh

Tags: harga renovasi rumahharga rumah di jakartaharga rumah di jogjaharga rumah di malangharga rumah subsidirumah subsidi
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Rumah Subsidi Jogja.MOJOK.CO
Ragam

Aku Si Rumah Kecil Seharga 150 Juta yang Selalu Diremehkan, Tapi Jadi Tempat Keluarga Muda Membangun Mimpi

20 Oktober 2025
dana film animasi Merah Putih: One for All lebih baik untuk guru honorer. MOJOK.CO
Aktual

Daripada Dipakai untuk Produksi Film Animasi “Merah Putih: One for All”, Uang Rp6,7 Miliar Bisa Dipakai untuk Menyejahterakan Guru dan Rumah Subsidi

14 Agustus 2025
Jurnalis tolak rumah subsidi dari pemerintah karena warga dengan profesi lain juga butuh MOJOK.CO
Aktual

Jurnalis Tolak Rumah Subsidi dari Pemerintah: Warga Lain Juga Butuh, Kalau Mau Sejahterakan Jurnalis Bukan Gitu Caranya

16 April 2025
Perkiraan Harga Jasa Bangun Rumah di Jogja: 250 Juta Sudah Bisa Dapat Rumah di Jogja, asalkan Punya Tanahnya harga rumah di jogja
Liputan

Hancurnya Mimpi Saya Punya Rumah di Jogja karena Harga Rumah di Jogja Begitu Tinggi!

17 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra MOJOK.CO

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat

20 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.