Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Fauzia Sholicha oleh Fauzia Sholicha
15 Januari 2026
A A
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika ada penghargaan untuk manusia dengan tingkat kesabaran setara Nabi Ayyub di era modern ini, nominasi terkuatnya bukanlah para guru honorer atau istri pejabat yang suaminya korupsi. Pemenang sejatinya adalah kami, warga rumah subsidi di pinggiran kota.

Brosur marketing selalu melukiskan perumahan subsidi sebagai “Hunian Asri, Minimalis, dan Strategis”. Foto-fotonya menampilkan keluarga kecil bahagia yang tersenyum di depan rumah tipe 30/60 dengan cat warna-warni.

Realitasnya? “Asri” berarti lokasinya di tengah sawah atau bekas rawa yang kalau hujan banjirnya semata kaki. “Minimalis” berarti saking kecilnya, kalau kita ganti baju di kamar, sikut kita bisa kepentok lemari dan dinding secara bersamaan. Dan “Strategis” biasanya berarti strategis dekat kuburan desa.

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang tinggal di salah satu perumahan subsidi di Malang (yang katanya kota dingin tapi sekarang panasnya kayak simulasi Padang Mahsyar), izinkan saya membuka borok sekaligus memuji ketangguhan komunitas kami.

Tinggal di rumah subsidi adalah ujian mental yang tidak diajarkan di bangku kuliah jurusan Sastra sekalipun.

Baca juga: 4 Dosa yang Kerap Dilakukan oleh Pemilik Rumah Subsidi.

Tembok rumah subsidi setipis tisu dan hilangnya privasi

Mari kita bicara soal konstruksi. Rumah subsidi itu dibangun dengan prinsip ekonomi: modal sekecil-kecilnya, untung sebesar-besarnya. Akibatnya, kualitas bangunannya seringkali bikin kita ingin menangis sambil istighfar.

Dinding pemisah antara rumah kita dan rumah tetangga itu tipisnya luar biasa. Mungkin bukan terbuat dari batako, tapi dari harapan palsu dan tepung terigu.

Baca Juga:

Alasan KPR Rumah Bisa Jadi Pilihan yang Realistis dan Tak Seburuk Omongan Influencer Keuangan

Banyuwangi Jawa Timur dan Banyuwangi Magelang: Nama Boleh Sama, tapi Soal Nasib Berbeda Jauh

Efeknya? Privasi adalah barang mewah yang mustahil dimiliki.

Saya bisa mendengar dengan jelas tetangga sebelah, Bu Marni (nama samaran), sedang memarahi anaknya yang nggak mau makan sayur. Saya bisa mendengar Pak RT di sebelah kiri sedang batuk-batuk bronkitis di jam dua pagi. Bahkan, maaf cakap, suara “aktivitas malam Jumat” tetangga pun kadang bocor menembus dinding, membuat kami yang mendengarnya jadi serba salah mau ikut deg-degan atau ketawa.

Kalau tetangga bersin, kita yang bilang “Alhamdulillah”. Saking dekatnya.

Belum lagi masalah atap. Kalau ada kucing berantem di genteng, suaranya seperti ada tawuran pelajar di plafon rumah. Hidup di sini melatih kita untuk tidak kagetan dan memaklumi segala jenis kebisingan.

Baca halaman selanjutnya: Renovasi tiada henti…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2026 oleh

Tags: bunga kprcicilan kprhighlightkpr rumahkpr rumah subsidiKPR subsidiperumahan subsidirumah kprrumah subsidirumah subsidi murah
Fauzia Sholicha

Fauzia Sholicha

Warga Malang yang percaya bahwa mengurus dua anak laki-laki, membalas chat pembeli, dan menulis artikel adalah bentuk multitasking level dewa. Menulis untuk menyalurkan hobi, jualan online untuk menyalurkan hobi checkout keranjang sendiri.

ArtikelTerkait

Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

21 Oktober 2023
Ambil KPR di Tanah Rantau: Sebuah Keputusan Berujung Penyesalan

Ambil KPR di Tanah Rantau: Sebuah Keputusan Berujung Penyesalan

16 Juli 2025
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Belanja di Indomaret yang Terpaksa Harus Saya Tulis

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Belanja di Indomaret yang Terpaksa Harus Saya Tulis

25 Desember 2023
Suzuki APV, Mobil Serbaguna yang Siap Diajak Rekasa

Dikasih Sekalipun, Saya Tetap Nggak Mau Punya Suzuki APV, Apa Bedanya sama Gerobak Dikasih Mesin?

18 September 2023
Puja Gamawijaya: Robin Hood dari Urut Sewu yang Dipenggal Kasultanan Yogyakarta dan Kumpeni kraton jogja

Puja Gamawijaya: Robin Hood dari Urut Sewu yang Dipenggal Kasultanan Yogyakarta dan Kumpeni

21 Februari 2024
5 Menu Red Flag dari Rumah Makan Padang. Jangan Pernah Beli Menu Ini, Mending Makan Nasi Pakai Garam!

5 Menu Red Flag dari Rumah Makan Padang. Jangan Pernah Beli Menu Ini, Mending Makan Nasi Pakai Garam!

3 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia Mojok.co

Pengalaman saya sebagai lulusan jurusan Hukum Islam yang memilih jadi petani kopi di desa, ilmunya nggak sia-sia

12 Juli 2026
Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026
Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial yang kerap terlewatkan Terminal

Serengan, kecamatan paling mungil di Kota Solo yang potensial, tapi kerap terlewatkan

12 Juli 2026
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Berhenti membandingkan Malang dan Surabaya: karakteristiknya beda, kenapa berusaha (terlalu) keras untuk membandingkannya?

10 Juli 2026
Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat Mojok.co

Freelancer in this economy: nggak bisa pilih-pilih kerjaan, upah nggak seberapa dan cuma numpang lewat

10 Juli 2026
Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri Mojok.co

Orang tua masa kini lebih percaya sekolah swasta daripada sekolah negeri

14 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.