Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Alasan KPR Rumah Bisa Jadi Pilihan yang Realistis dan Tak Seburuk Omongan Influencer Keuangan

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
11 Februari 2026
A A
Yang Perlu Dipahami sebelum Mengajukan KPR Subsidi (dan Menyesal) Cicilan KPR 40 tahun kpr rumah

Yang Perlu Dipahami sebelum Mengajukan KPR Subsidi (dan Menyesal) (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

KPR adalah salah satu produk kredit dari perbankan yang oleh sebagian orang dipandang sebagai utang yang sangat memberatkan. Banyak influencer keuangan mewanti-wanti bahkan menyarankan untuk tidak mengambil KPR karena beban utangnya bisa ditanggung belasan hingga puluhan tahun.

Saya rasa hal itu wajar karena memang beban utang yang ditanggung ketika mengambil KPR rumah itu pasti, sementara kondisi keuangan di masa depan nggak ada yang pasti kan? Bayangin 15-20 tahun ke depan selalu dihadaptkan pada tanggung jawab utang KPR, kan nggak enak juga.

Tapi kalau ditinjau dari sisi kebutuhan dan kondisi ekonomi saat ini, ada beberapa aspek yang membuat KPR ini jadi pilihan yang realistis. Dan semua itu membuat saya dasar mengapa orang tetap berani mengambil KPR meski tahu akan mendapat beban utang dengan nominal yang banyak dengan tenor yang bertahun-tahun.

KPR mengunci perkiraan harga rumah

Aspek pertama yang saya sadar adalah soal mengunci perkiraan harga rumah. Jadi kita semua tahu kalau harga rumah itu cenderung selalu naik. Umumnya, rata-rata kenaikannya berada di kisaran 10-15 persen. Melihat kenaikan rumah yang tinggi begitu, tentu menunda beli rumah dengan cara menabung artinya berlomba dengan kenaikan rumah yang sulit dikejar. Terlebih kalau gajinya UMR.

Opsi KPR memungkinkan seseorang untuk setidaknya mengamankan aset rumah saat ini, lalu dibayar bertahap. Artinya meski dicicil, tapi setidaknya dia terhindar dari potensi kenaikan rumah dengan spesifikasi yang sama di tahun-tahun berikutnya. Meskipun tetap saja, beban utang yang ditanggung adalah pokok+bunga, memang terlihat berat.

Namun itu dirasa lebih baik karena kalau dia menabung dengan gaji UMR, terkumpul misal 10 tahun kemudian, maka uang tabungannya tetap nggak bisa menjangkau harga rumah pada saat itu untuk ukuran dan spesifikasi yang sama. Kenaikan harga 10 persen, artinya 10 tahun kemudian, harganya sudah naik 100 persen. Dua kali lipat.

Aspek kedua adalah soal hedge terhadap biaya tempat tinggal. Jadi ketika mengambil KPR, seseorang lebih punya kestabilan pengeluaran soal biaya tempat tinggal. Yah setidaknya ketika masih tahun-tahun awal saat bunga masih fixed. Berbeda dengan sewa rumah yang bisa seketika berubah saat ganti tahun. Memang langkah ini nggak berarti membuat KPR jadi lebih murah, tapi setidaknya lebih stabil, terencana, dan terprediksi untuk kurang waktu beberapa tahun ke depan.

Selain itu, dengan DP sekian persen, seseorang sudah bisa punya aset bernilai jauh lebih besar. Ini yang membuat KPR jadi semacam alat mobilitas kelas menengah. Sebab melalui bank, seseorang setidaknya sudah memiliki salah satu aset yang jadi kebutuhan primer.

Baca Juga:

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

Kredit Motor Memang Jauh Lebih Menyiksa daripada Kredit yang Lainnya, bahkan Bikin Kredit Rumah Keliatan Masuk Akal

KPR Rumah memaksamu “menabung”

Aspek ketiga adalah, soal mindset menabung paksa. Ketika KPR rumah, orang cenderung akan lebih disiplin dalam menabung. Cicilan KPR yang datang tiap bulan memaksa orang untuk menyisihkan uangnya untuk memenuhi tanggung jawab cicilan KPR-nya.

Sehingga uangnya nggak mengendap begitu saja di rekening atau digunakan untuk pengeluaran yang preferensinya lebih kepada keinginan daripada kebutuhan. Pendapatan pun bisa direncanakan pengeluarannya, dan arus kas pribadi pun jadi bisa lebih dipantau.

Misalnya ketika seseorang tiap bulan sudah dibebankan KPR tiap bulan 2 juta sementara pendapatannya 5 juta. Maka orang tersebut setidaknya paham bahwa pengeluarannya tidak boleh lebih besar dari 3 juta, sebab ada tanggungan KPR tersebut.

Tapi terlepas dari aspek di atas, keputusan untuk mengambil KPR setidaknya perlu pertimbangan yang matang. Mungkin cara teman saya bisa dijadikan referensi soal keputusan mengambil KPR. Jadi sebelum memutuskan mengambil KPR, teman saya memastikan setidaknya 4 hal terlebih dahulu. Pertama soal kesiapan arus kas. Bagaimana pendapatannya, seberapa besar?

Apakah masih punya utang lain sebelum KPR? Patokan umum ketika mengambil KPR adalah cicilan total utang setidaknya jangan lebih dari 30 persen dari total pendapatan rata-rata per bulan. Ini penting supaya tahu skenario buruknya ketika cicilan naik (saat floating) atau penghasilan turun, masih mampu apa nggak bayar cicilan?

Kedua adalah memastikan apakah tabungan atau dana darurat sudah mencukupi atau belum ketika terjadi situasi finansial yang nggak diinginkan. Misalnya kena PHK, maka cicilan rumah tetap bisa dibayar dengan tabungan atau dana darurat yang sudah disisihkan dalam periode tertentu.

Ketiga adalah memastikan soal pengenaan bunganya. Ketika floating, pengenaan Bungan floatingnya pada tahun ke berapa? Dengan itu teman saya bisa memperkirakan, ketika cicilan naik 10-20 persen, masih mampu atau tidak?

Stabilitas penghasilan

Dan yang keempat adalah soal status kerja dan stabilitas penghasilan. KPR rumah itu cocok untuk orang yang penghasilannya stabil. Minimal kalau naik turun, ada minimum penghasilan tiap bulan yang sudah bisa ditakar. Kemudian bagaimana statusnya di tempat kerja? Apakah kontrak, tetap, atau bagaimana? Kalau PNS tentu sudah lebih aman. Tapi kalau pekerja swasta, perlu memastikan, statusnya sudah karyawan tetap atau masih kontrak.

Selain di atas, persetujuan pasangan atau keluarga juga penting. Sebab mereka juga perlu tahu agak siap dengan kondisi terburuk.

Semua pertimbangan di atas untuk memastikan apakah KPR benar-benar jadi realistis dan aman. Tentu semua hal di atas berdasarkan kondisi keuangan masing-masing.

Pada akhirnya, KPR memang bisa jadi pilihan realistis. Bukan karena hobi hidup dalam cicilan, tapi karena perkara rumah telah berubah statusnya dari kebutuhan dasar jadi komoditas yang harganya selalu naik tanpa henti. Sementara gaji kita, hanya segitu-gitu aja.

Dan ketika satu-satunya jalan punya rumah adalah meminjam ke bank selama 15–20 tahun, mungkin masalahnya bukan ada pada kita (rakyat) yang kurang nabung, melainkan pada negara yang memang nggak terlalu peduli dengan harga rumah yang naiknya sudah jauh jangkauan dari warganya.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Alas Roban Batang dan Kisah Ganjil saat Hendak Menghadiri Pemakaman

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2026 oleh

Tags: bunga kpr rumahKPRkpr rumahkredit rumahsyarat kpr rumahtips kpr rumah
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Beli Rumah Makin Berat di Ongkos, Mending Sewa Rumah (Unsplash)

Beli Rumah Jadi, Cara Paling Aman Menghindari Scam Developer Nakal

2 Desember 2024
Serba-serbi KPR: Tips dan Trik agar Pengajuan KPR Diterima dan Bisa Dapat Bunga yang Rendah sewa rumah

Sewa Rumah atau KPR, Mana yang Cocok untuk Keluarga Baru?  

8 Januari 2023
Di Mata Buruh Pabrik, Tapera Tidak Memberi Manfaat Nyata (Unsplash)

Di Mata Buruh Pabrik, Tapera Tidak Memberi Manfaat Nyata Dibanding Potongan Gaji Lainnya

8 Juni 2024
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
Ambil KPR di Tanah Rantau: Sebuah Keputusan Berujung Penyesalan

Ambil KPR di Tanah Rantau: Sebuah Keputusan Berujung Penyesalan

16 Juli 2025
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

29 Juli 2026
Jaga ikhtiar Bupati Klaten beresin borok PD BKK Klaten (Pexels)

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

29 Juli 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026
Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian Mojok.co

Simpang Tuwowo Surabaya pantas dijuluki lampu merah paling semrawut, kalahkan lampu merah Pegirian 

25 Juli 2026
Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.