Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sayang Orang Tua Tidak Menghalangi Kita untuk Membohongi Mereka. Kenapa Ya?

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
14 September 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Beberapa orang anak berbohong kepada orang tua dengan niat maksimal, tapi beberapa lainnya jadi merasa bersalah seumur hidup.

Saya baru tahu ada laptop yang beratnya kurang lebih sama dengan jatah beras zakat fitrah waktu adik saya SMP. Sebagai videografer andalan di ekstrakurikuler yang dia ikuti di sekolahnya, adik saya gigih menunjukkan katalog laptop pada bapak saya yang memang sudah menjanjikan hadiah kalau karya adik saya berhasil jadi juara.

“Ini bagus.”

“Tapi, kok,” potong saya, “namanya laptop gaming? Buat main game?”

“Kamu jangan jadi anak berbohong kepada orang tua, dong!” kata saya kemudian, mendadak bersikap sangat motivasional.

“Ya udah sih, Mbak, hidup hidup gue. Kadang yang bener buat lo kan nggak harus diikutin,” jawab adik saya sambil scroll Twitter-nya Kirana Larasati.

Hehehe. Nggak, ding. Bercanda.

Pada akhirnya, laptop gaming itu kebeli juga dan saya kedapatan tugas untuk mengantar laptop tadi ke adik saya yang kala itu bersekolah di Solo. Allahuakbar, hampir sepanjang jalan saya diuji kesabarannya. Heran, kok ada sih orang yang niat banget nyiptain laptop yang beratnya udah kayak beban hidup gini???

Laptop gaming kemarin jadi bahan pembicaraan di lini masa gara-gara sesuatu yang mengingatkan saya pada si adik. Kalau adik saya berhasil membujuk Bapak gara-gara Bapak nggak tahu-tahu amat soal laptop, seseorang yang lain malah benar-benar berniat membeli laptop gaming dengan harapan ibunya bakal percaya laptop tadi akan mendongkrak prestasinya di sekolah.

https://twitter.com/juriglagu/status/1171459510533160960?s=21

Hanya dengan melihat gambar yang ditayangkan, kita langsung tahu ke arah mana utas tadi bercerita: tentang seorang anak berbohong kepada orang tua. Maksud saya, ya ngapain niat amat minta penjualnya untuk menghilangkan kata “gaming” kalau bukan untuk menipu ibunya sendiri???

Uniknya, si penjual mendukung skenario permintaan si calon pembeli—entah karena merasa punya solidaritas atau memang dia BU banget dan akhirnya menuruti request super absurd tadi. Saya belum tahu apakah akhirnya calon pembeli tadi berhasil membeli si laptop “GApai rankING” atau tidak, tapi ada sesuatu yang perlu digarisbawahi di sini.

Fenomena anak berbohong kepada orang tua sebenernya bukan hal yang baru-baru banget. Bahkan, disadari atau nggak, kita mungkin juga pernah berbohong pada orang tua, apa pun alasannya. Saya pernah berbohong dan membuat mesin cuci ibu saya rusak (saya pernah menuliskannya sedikit di sini), dan saya yakin saya masih punya banyak daftar kebohongan lain.

Tapi, kenapa sih anak berbohong kepada orang tua?

Iklan

(((Loh, kok nanya? Kamu tu harusnya ngaca, Sis, ngaca!!!1!!!1!!!!!)))

Dilansir dari PsychologyToday.com,kebohongan anak pada orang tuanya memiliki beberapa alasan, termasuk di antaranya adalah karena ketakutan bakal dihukum atau merasa orang tua tidak berhak masuk ke beberapa “area” tertentu.

Hampir semua orang pernah berbohong pada orang tuanya—masih dikutip dari situs yang sama. Tapi sayangnya, orang tua memang tak sehebat itu mendeteksi kebohongan anak-anaknya. Setidaknya, mereka tidak betul-betul bakal langsung paham bagian apa yang sedang menjadi kebohongan—mungkin itulah sebabnya ada anak yang berani-beraninya berniat menipu ibunya sendiri soal laptop gaming yang mendadak berubah nama menjadi laptop “GApai rankING”. Ckck.

Tapi, yang lebih menyedihkan, dalam penelitian yang sama, sebuah simpulan menunjukkan bahwa ada hal lain yang lebih sering terjadi, yaitu…

…kitanya udah jujur, eh masih tetep aja dikira sebagai anak berbohong kepada orang tua.

BACA JUGA Sudahlah, Jangan Bohong Saja Sudah Cukup untuk Belajar Islam atau tulisan Aprilia Kumala lainnya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: anak berbohong kepada orang tuabohongin orang tuagapai rankinglaptop gaming
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

republic of gamers day mojok.co
Kilas

Banjir Diskon dan Hadiah di Republic of Gamers Days

29 November 2022
asus rog mojok.co
Kilas

Spesifikasi ROG Strix SCAR 17 Special Edition, Laptop Gaming Paling Powerful di Dunia

4 September 2022
laptop gaming acer mojok.co
Kilas

Acer Rilis 3 Laptop Gaming Terbaru, Bikin Ngegame Makin Seru

3 September 2022
Asus ROG Flow X13, Pembantah Mitos Ultrabook Gaming
Konter

Asus ROG Flow X13, Pembantah Mitos Ultrabook Gaming

3 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 

30 Januari 2026
Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul MOJOK.CO

Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul

30 Januari 2026
4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Racun Pinjol Sangat Mematikan, Gen Z Berani Utang Ratusan Juta di Usia 19 Tahun meski Tanpa Cuan Apalagi Tabungan: Tips Lepas dari Jerat Pinjol

3 Februari 2026

Video Terbaru

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.