Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pilihan Salmafina Pindah Agama Memang Harus Jadi Urusan Umat

Audian Laili oleh Audian Laili
11 Juli 2019
A A
Salmafina Pindah Agama MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pilihan Salmafina untuk pindah agama, nggak bisa dianggap sebagai hal sepele. Beliau ini “tokoh hijrah”, masak ya malah pindah agama?

Hanya di Indonesia, urusan pindah agama yang sifatnya privat bisa dijadikan bahan omongan yang sungguh maha penting. Bahkan sampai jadi trending. Tentu ini adalah kelebihan masyarakat negara kita yang tidak dapat disepelekan begitu saja.

Mengobrolkan dan men-judge soal hal-hal yang sifatnya privasi hidup seseorang, memanglah pekerjaan yang sungguh mulia. Tidak semua orang berkenan untuk meluangkan waktunya untuk turut mengurusinya. Jadi, kemampuan dan kerelaan semacam ini, tidak boleh disia-siakan begitu saja.

Hal ini seperti yang terjadi pada Salmafina yang dikabarkan berpindah agama. Saya memahami betul, bagaimana orang-orang dengan penuh perhatiannya dan penuh keyakinannya mewanti-wanti pilihan Salmafina untuk pindah agama ini. Pasalnya, urusan Salma untuk pindah agama yang harusnya bersifat privat itu, bukan lagi privat. Jangan lupa, Salmafina itu seorang public figure. Salah satu “tokoh hijrah” yang dijadikan role model banyak remaja. Ya, gimana nggak. Lha wong dia udah pernah nikah sama Taqy Malik.

Oleh karena itu, keputusannya untuk pindah agama ini telah menyangkut kepentingan hidup khalayak. Jadi, jangan lagi bilang, kalau ini nggak berpengaruh apa pun untuk orang lain. Jangan pula sepelekan kalau keputusan ini hanyalah sekadar angin lalu. Percayalah, ini bakal memengaruhi kadar keimanan seseorang. Ingat, posisi Salmafina saat ini bukan lagi sekadar selebgram, Kisanak.

Tolonglah, hal-hal semacam ini dimengerti dengan baik. Belajar untuk memahami posisi Salmafina sebagai salah satu “icon hijrah” Indonesia—meski telah memutuskan unhijrah, sih. Tapi, tetap saja, keputusannya untuk berpindah agama tidak dapat dibiarkan begitu saja. Dia punya banyak penggemar. Dia punya banyak pengikut. Jangan membandingkan urusan Salmafina ini dengan urusanmu. Coba bandingkan dulu jumlah followers Instagram-nya, sudah sama, belum? Atau setidaknya sudah mendekatinya, belum?

Gimana? Selisihnya kejauhan, ya?

Jadi, coba dipikirkan baik-baik. Bagaimana kalau nanti banyak orang yang ikut terpengaruh? Lalu langsung ikut-ikutan Salmafina pindah agama begitu saja? Coba bayangkan nasib umat Islam nanti kalau generasi mudanya dengan begitu mudahnya memutuskan pindah agama.

Lha gimana, je, soal keimanan seseorang itu juga perlu dikuatkan oleh para influencer, loh. Pilihan influencer itu sebagai salah satu rujukan dan salah satu cara untuk meyakinkan, kalau jalan yang dipilih memang tidak salah. Lihat saja betapa getolnya gerakan hijrah sekarang, itu ya karena banyak artis yang juga memilih hijrah. Lha wong para influencer saja memilih itu, masak ya kita nggak? Nggak mungkin, dong?

Bukannya sok tahu soal masa depan Salmafina nanti. Apalagi sok menghitung-hitung dosanya di akhirat nanti. Tapi, berusaha menahan Salma atas keputusannya tersebut, karena memang itulah yang terbaik untuk Salma. Jadi, akan baik kalau Salma mau mendengarkannya. Percayalah, ini atas rasa sayang dan perhatian untuk Salma.

Mungkin memang ada hal lain yang penting dibahas. Misalnya, soal masalah kemiskinan di Indonesia, soal akses pertolongan kesehatan mental yang belum merata, ketimpangan sosial, kesetaraan bagi perempuan. Tapi itu bisa dipikirkan nanti-nanti.

Soalnya urusan-urusan yang sungguh ribet itu, butuh waktu yang jauh lebih lama untuk diselesaikan. Butuh otak yang berpikir dengan lebih keras—setidaknya untuk bisa urun komentar. Butuh tenaga dan modal yang nggak sedikit. Jadi, biarlah hal-hal yang berat-berat itu diurusin nanti-nanti saja. Susah, Cuy! Toh, ada pemerintah yang tugasnya memang dibayar buat ngurusin masalah-masalah itu. Ngapain justru kita yang pusing-pusing mikirin?

Jadi, sebagai manusia yang memang kapasitasnya segini-segini aja. Ya, nggak apa-apa dong, bisa sedikit-sedikit ngurusin hal-hal yang memang kita bisa ikutan komentar. Lha wong, memang di bagian ini yang kita bisa.

Lagi-lagi, untuk diingatkan, ya. Urusan yang privat-privat gini kalau nggak diurusin, nanti jadi pengaruh buruk yang jauh lebih besar. Oleh karena itu, betapa pentingnya untuk dicegah. Dengan hal yang paling mudah: dikomentarin dulu aja, siapa tahu nanti jadi sadar.

Iklan

Pokoknya, urusan pindah agama Salmafina ini tidak dapat diabaikan begitu saja. Percayalah, ini menyangkut harkat martabat umat. Lha wong, kemarin aja Deddy Corbuzier baru masuk Islam. Masak ada “tokoh hijrah” yang malah pindah agama?

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2019 oleh

Tags: hijrahinfluencerpindah agamasalmafinataqy malik
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Honor Influencer Puluhan Juta, Dosen 300 Ribu! Mengenaskan! MOJOK.CO
Esai

Ketika Influencer Dibayar Belasan Juta, Dosen Cuma dapat 300 Ribu? Dosen Memang Sudah Sering Ikhlas dan Terbiasa Kecewa

7 November 2025
Ustaz Salman Al-Jugjawy: Saat Rasa Takut Kematian Merubah Jalan Kehiupan
Video

Ustaz Salman Al-Jugjawy: Saat Rasa Takut Kematian Merubah Jalan Kehidupan

3 September 2025
Dakwoh membuktikan bahwa hijrah nggak harus ninggalin dunia lama. Simak perjalanan hidupnya yang penuh tantangan dan inspirasi
Video

Motivasi Hidup Ala Dabwok: Hijrah Nggak Harus Ninggalin Musik

17 Mei 2025
influencer mojok.co
Kotak Suara

Capres Gandeng Influencer, padahal Belum Tentu Bisa Mengeruk Banyak Suara

12 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.