Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Retinol VS Bakuchiol, Bahan Skincare Populer yang Benci tapi Rindu

Ketimbang berdebat bagusan mana antara retinol dan bakuchiol, mending keduanya suruh kawin.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
1 Desember 2021
A A
ilustrasi Retinol VS Bakuchiol, Bahan Skincare Populer yang Benci tapi Rindu mojok.co

ilustrasi Retinol VS Bakuchiol, Bahan Skincare Populer yang Benci tapi Rindu mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Retinol dan bakuchiol bersaing dalam pertarungan skincare paling ampuh. Sebab, mereka bukan bahan aktif, mereka setetes embun keajaiban.

Meski nggak giat-giat amat di dunia skincare dan kecantikan, kamu seharusnya pernah mendengar nama retinol sebagai bahan kimia aktif. Retinol disebut sebagai bahan ampuh anti-aging yang populer banget tahun lalu. Kehadirannya mampu membuat tante-tante tampak seperti dedek gemas, dan membuat om-om layaknya daun muda. Banyak produk skincare yang kemudian bereksperimen dengan bahan ini dan mengklaim produk mereka bikin awet muda.

Sayang sekali, dalam perjalanan kariernya, retinol harus berhadapan dengan pesaing beratnya, yaitu bakuchiol. Iya, namanya memang imut banget, bakuchiol. Tapi, dia punya fungsi segarang retinol.

Sejarahnya memang, retinol adalah bahan kimia aktif yang sudah teruji mampu mengurangi kerutan, garis halus, dan tanda-tanda penuaan lain. Satu persen kandungannya dalam skincare punya kekuatan yang luar biasa. Nggak salah dong kalau saya bilang ia bahan yang bisa “menghentikan waktu”. Bahan ini disusun dari vitamin A yang kemudian dibentuk supaya jadi aktif. Sebuah terobosan besar dalam dunia kecantikan.

Dalam perjalanannya, retinol mengalami jatuh bangun. Untuk orang yang memiliki kondisi kulit kering dan sensitif, bahan ini bisa lumayan berbahaya. Iya sih memang mengurangi kerutan dan garis halus, tapi di sisi lain bikin tambah kering, iritasi, dan jerawatan. Lah, malah menambah masalah baru.

Orang-orang yang nggak cocok pakai produk skincare berbahan dasar retinol jadi terdiskriminasi. Mereka sulit mendapatkan manfaat anti-aging dari bahan aktif yang konon memang ajaib itu. Agak kurang adil, retinol cenderung pilih-pilih dalam memberikan manfaat.

Lagian, retinol nggak bisa dipakai ibu hamil karena ia bahan kimia aktif. Agak seram memang. Kekuatan luar biasa seperti tentara, tapi di sisi lain bisa jadi preman.

Sampai pada akhirnya muncullah bakuchiol. Bakuchiol disusun dari bahan yang cenderung lebih alami, yaitu tanaman babci. Namun, ia dianggap punya kekuatan setara retinol. Nah, ini dia kekuatan besar yang diharapkan tidak melakukan premanisme pada kulitmu. Ia seperti orang suci yang juga jago berantem, melawan tanda penuaan.

Terlebih lagi, bakuchiol juga cenderung aman dipakai ibu hamil karena dibentuk dari bahan dasar alami. Lebih “aman” lah istilahnya. Tidak mengherankan kalau bahan ini mendadak jadi bahan skincare paling populer di 2021 dan digadang-gadang menekan reputasi retinol.

Retinol VS bakuchiol?

Memaknai bahan ini secara sederhana memang bisa membuat kita otomatis membandingkan keduanya. Mana yang paling ampuh, mana yang lebih bermanfaat, mana yang lebih mahal, mana yang benar-benar punya fungsi anti-aging?

Padahal, retinol dan bakuchiol bukanlah bahan yang saling benci. Mereka nggak bermusuhan loh. Malah, jika keduanya digabungkan, mereka bisa saling melengkapi. Benar, benci tapi rindu.

Bakuchiol memang mutlak hadir sebagai alternatif dari retinol yang merupakan bahan kimia aktif “menyeramkan”. Tapi, ia juga mampu bekerja sama dengan baik. Menggabungkan keduanya justru bikin pengguna skincare bisa menikmati manfaat yang lebih baik dan mengurangi risiko iritasi kulit. Kali ini, orang yang punya kulit kering tak lagi dapat diskriminasi.

Nah, tapi kalau ngomongin soal selera dan penggunaan produk skincare pada ibu hamil, bakuchiol tetap lebih unggul. Sebagian orang sama sekali tak menoleransi penggunaan bahan kimia aktif, mereka cenderung lebih suka produk skincare berbahan dasar alami sambil tetap pengin dapat manfaat anti-aging. Inilah yang banyak diperdebatkan. Meding si R apa si B?

Saran saya sih, kalau belum mencoba keduanya, jangan terburu-buru untuk menyimpulkan. Bagaimanapun, kamu nggak bisa tahu kamu cocok atau nggak pakai skincare berbahan aktif kalau belum mencoba. Cara mengakalinya simpel, pertama, belilah produk skincare berbahan dasar retinol dulu. Pasti banyak yang menyediakan sampel atau produk dalam bentuk share in jar. Biar nggak rugi-rugi amat.

Iklan

Jika dalam satu sampai dua minggu kulitmu baik-baik saja, mungkin kamu memang cocok pakai bahan kimia aktif. Kalau begini, selesai sudah masalah. Kamu juga mungkin akan cocok pakai produk skincare yang mengandung retinol dan bakuchiol bersamaan.

Tapi, beda ceritanya kalau dalam satu minggu penggunaan retinol saja bikin kulitmu kemerahan, berjerawat, kering, iritasi, sampai breakout. Segera hentikan. Istirahatkan kulitmu sampai ia kembali normal, baru coba pakai bakuchiol. 

FYI, kamu perlu tahu bahwa penggunaan bahan aktif sebaiknya jangan berlebihan. Kalau sudah pakai produk skincare berbahan dasar retinol, ya jangan ditambah pakai produk yang mengandung AHA BHA, niacinamide, hyaluronic acid, dkk. Itu kulit atau Kawah Sikidang, dicampur asam semua. Bisa mbrodol, Mbaaak.

Iya, saya tahu memang ribet. Namun, perlu dipahami bahwa perjalanan menemukan bahan skincare yang paling cocok buatmu adalah momen yang layak diusahakan. Semoga glowing!

BACA JUGA Urutan Skincare Harus Ditaati? Padahal Pakai Skincare Itu Nggak Wajib dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 1 Desember 2021 oleh

Tags: bahan kimia aktifbakuchiolkosmetikproduk kecantikanproduk skincareretinolskincare
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Beauty Playgorund di Yogyakarta sajikan ragam aktivitas seru seputar kecantikan MOJOK.CO
Kilas

Beauty Playground 2025: Kolaborasi Land of Beauty dan Paragon Yogyakarta Sajikan Ragam Aktivitas Seru Seputar Kecantikan

15 Februari 2025
Brand Fesyen Lokal Roughneck 1991 Jajal Bisnis Men’s Care. MOJOK.CO
Ekonomi

Brand Fesyen Lokal Roughneck 1991 Jajal Bisnis Men’s Care

4 Juli 2023
produk kosmetik berbahaya mojok.co
Kesehatan

BPOM Temukan Kandungan Berbahaya pada Sejumlah Produk Kosmetik

14 Oktober 2022
cara menghilangkan jerawat. mojok.co
Kesehatan

Skincare yang Penting Buat Kalangan Umur 20-an Menurut Praktisi Kecantikan

28 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.