Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Rachel Vennya Nyaris Doxing, Netizen Jari Lentur, dan Kita yang Ngurusin Hidup Orang

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
31 Mei 2021
A A
ilustrasi Rachel Vennya Nyaris Doxing, Netizen Jari Lentur, dan Kita yang Ngurusin Hidup Orang mojok.co

ilustrasi Rachel Vennya Nyaris Doxing, Netizen Jari Lentur, dan Kita yang Ngurusin Hidup Orang mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rachel Vennya agaknya geram sama netizen jari lentur yang ngatain nggak sopan. Tapi, kita lebih keren karena selalu punya waktu luang nyimak keributan.

Betapa klasik permasalahan netizen jari lentur di negeri yang kompleksitasnya tiada tanding ini. Netizen barbar yang terkenal hobi mempermasalahkan segala hal, sekarang bikin seorang selebgram cum influencer Rachel Vennya juga pengin memperkarakan ujaran kebencian. Konon, si selebgram, saking sebalnya juga nyaris ngelakuin doxing terhadap orang bersangkutan.

Jad begini kronologinya.

Seorang netizen jari lentur yang kayaknya punya banyak banget waktu luang, ngata-ngatain Rachel Vennya dengan ungkapan yang nggak sopan banget melalui DM. Mungkin netizen ini hanya salah satu di antara haters sang seleb yang belakangan memang terlibat prahara rumah tangga.

Malang tak dapat ditolak, Rachel Vennya pun menyebarkan foto netizen tersebut dan bikin sayembara di medsos. Barang siapa bisa memberikan informasi selengkap-lengkapnya tentang netizen yang barusan menghinanya, bakal dapat imbalan lima belas juta rupiah, buat mentraktir orang sekampung katanya. Duh, uang segitu sih beli iPhone juga cukup.

Permasalahan ini dilihat dari kejauhan tampak konyol. Layaknya dua orang saling benci yang saling cepu ke guru. Jelas mengingatkan saya pada bagaimana geng kakak kelas populer berusaha melabrak adik kelasnya yang dituduh ganjen ke gebetan. Mirip banget. Netizen yang ngatain Rachel Vennya jelas salah, mutlak ngawur, dan memang kayak nggak ada akhlak. Tapi, atas alasan ini, apa yang dilakukan Rachel Vennya yang memancing banyak orang mengorek informasi soal si netizen, juga tidak bisa dibenarkan. Parahnya, tidak berselang lama banyak kawan-kawan si netizen yang mulai memberikan informasi, detail sampai makanan favoritnya pun ada. Chaos.

Ya kalau mereka berdua memang mau memperkarakan ini ke ranah hukum, tentu, buntutnya panjang dan ujungnya kuat-kuatan backingan.

Di sisi lain netizen, termasuk kita, memang selalu punya banyak waktu luang buat ngurusin hidup orang. Sebenarnya pemicu masalah ini sangat sederhana, yaitu tentang kehidupan selebgram yang mendadak jadi urusan banyak orang. Fans dan haters bisa jadi mengklaim paling tahu kehidupan selebgram karena selalu mengonsumsi apa yang “disajikan” di medsos. Padahal, unggahan apa pun itu tidak bisa melegitimasi kita atas hidup orang lain. Ada sebuah perasaan semu bahwa kita sudah mengenal figur yang selalu kita saksikan, padahal, jarak antara figur publik dengan publiknya ya masih ada.

Kalau Rachel Vennya mau liburan bareng pacar, bareng musuh, salto bareng sambil main ampar-ampar pisang sekalipun, sebenarnya itu tidak pernah menjadi urusan banyak orang. Sampai pada akhirnya orang-orang kayak Rachel Vennya kepentok predikat “figur publik” yang melekat di wajah mereka. Mereka dianggap sebagai sosok yang selalu jadi percontohan, tindak lakunya diperhatikan banyak orang, sampai saking lekatnya netizen-netizen berjari lentur itu lupa kalau Rachel Vennya berhak atas hidupnya sendiri dan nggak perlu lah kamu atur-atur. Lha, udah begini kok masih aja sempat ngasih komentar aneh-aneh langsung ke orangnya. Hadeeeh.

Masalah penghinaan dan ujaran kebencian juga jadi kasus yang begitu melelahkan. Saking seringnya terjadi, khalayak hampir jengah sama hal ini. Walaupun fakta ini sama sekali tidak bisa mengurangi sakit hati dan emosi yang diakibatkan dari penghinaan dan ujaran kebencian, sebagian besar skenario permasalahan ini selalu hampir sama, dibawa ke meja hijau, sewa pengacara, bikin somasi, atau berakhir minta maaf dan klarifikasi. Duh.

Rachel yang nyaris melakukan doxing ini hanyalah sedikit bumbu, percikan pemanas yang bikin huru-hara ini makin ramai.

Pertengkaran macam Rachel Vennya ini sebelumnya juga dialami Deddy Corbuzier yang akhirnya membangun image seram atas dirinya, dialami Valentino Simanjuntak yang malah kasusnya makin ruwet, dialami juga sederet seleb kayak Nikita Mirzani, Fairuz A. Rafiq, dan banyak lagi. Seolah-olah perasaan orang ini cuma buat mainan dan meja hijau bukanlah hal yang perlu ditakutkan.

Lebih dari itu semua, kasus saling lapor dan saling ngatain di medsos selalu butuh penonton. Ibarat api unggun, baranya bisa makin besar kalau disiram bensin, dan netizen Indonesia selalu bersedia jadi bahan bakar. Gimana nggak keren?! Kalau sampai detik ini perkara Rachel Vennya saja sampai bikin trending di Twitter, jadi bahan obrolan di forum-forum, mancing-mancing doxing, ya selanjutnya kasus yang sama masih bakal ramai. Mbok udahlah, menyibukkan diri membahas perkara yang agak mending gitu lho. Kamu jadi kayak siswa SMA yang bersorak sorai waktu menyaksikan dua ketua geng populer jambak-jambakan.

BACA JUGA Ternyata Alasan Rachel Vennya Lepas Hijab Bisa Saya Pahami karena Saya Juga Alami Hal yang Sama dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 31 Mei 2021 oleh

Tags: doxinghujatan netizennetizen Indonesiarachel vennyaselebgramujaran kebencian
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening MOJOK.CO
Esai

Lula Lahfah Beri Pelajaran Penting tentang Kabar Duka: Saat Kematian Tak Dibiarkan Hening

28 Januari 2026
surat korban doxing
Uneg-uneg

Pengalamanku Jadi Korban Doxing, Kena Mental!

4 Desember 2022
sosial media
Kilas

Pentingnya Kelola Jejak Digital, Akademisi UGM: Mencegah Hal Merugikan

20 Juli 2022
Ilustrasi media sosial (Mojok.co/Ega Fanshuri)
Pojokan

Secreto Site: Cara Gaul Berkirim Surat Kaleng 

23 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan travel mobil

Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri

12 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.