Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Partai Ummat Memang Lucu dan Menggelikan, Namun Mereka Layak untuk Didukung

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
20 Mei 2021
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Partai Ummat, selucu apa pun, tetap layak untuk mendapatkan dukungan, setidaknya didukung untuk melawan partai-partai besar yang sudah terbukti korup. 

Mari kita akui, banyak dari kita yang menertawakan kehadiran Partai Ummat besutan Amien Rais yang baru dideklarasikan beberapa waktu yang lalu itu. Partai anyar yang masih gress dan kinyis-kinyis itu (bahkan mungkin masih ada bubble wrap-nya), memang kerap menjadi guyonan belaka. Dari soal sosok Amien Rais-nya yang dianggap sudah terlalu tua, atau struktur kepemimpinannya yang banyak diisi oleh anggota keluarga sehingga grup WhatsApp partainya mungkin nggak jauh beda dengan grup WhatsApp keluarga, sampai soal logonya yang mirip sama logo klub bola Botafogo (Padahal Amien Rais cocoknya di Dynamo Kiev, AC Milan atau Chelsea, sebab beliau serupa jelmaan Shevchenko).

Iklan

Kenapa saya bisa bilang begitu? Ya karena saya menjadi salah satu pelakunya. Saat berhenti di lampu merah Jakal Kentungan dua hari lalu saja, saya langsung tertawa begitu melihat banner partai tersebut. Dan sialnya, saya nggak tahu kenapa.

Bayangkan, melihat bannernya saja saya sudah tertawa, apalagi kalau sampai saya melihat langsung acara deklarasinya, pastilah saya urat tertawa saya sudah putus karena saking seringnya saya tertawa.

Namun, tak bisa tidak, saya menghormati dan amat sangat mengapresiasi langkah seorang Amen Rais membikin partai baru ini. Walau tetap saja, di mata saya, kehadirannya masih bikin saya tersenyum geli.

Saya selalu percaya, bahwa partai-partai yang bercokol di senayan, selalu butuh penantang agar politik menjadi dinamis. Agar tidak sewenang-wenang dan mau menangnya sendiri. Agar mereka sadar bahwa ada banyak partai yang siap menggantikan mereka saat mereka tidak lagi mendapatkan simpati dari masyarakat.

Partai-partai yang terlalu berkuasa memang harus selalu punya ancaman agar mereka tak terlalu dominan. Itu pula yang membuat saya agak merasa bahagia saat tahu Partai Demokrat yang di Pemilu 2009 mendapatkan 20,40% kursi menjadi hanya mendapatkan 10,19% kursi pada pemilu setelahnya.

Dan tak bisa disangkal, ancaman dan tantangan yang muncul untuk mengalahkan partai-partai besar itu salah satunya adalah dengan munculnya partai-partai baru, salah satunya ya Partai Ummat itu.

Bagi saya, semakin banyak partai, semakin banyak kepentingan yang bisa diperjuangkan. Kehadiran partai-partai baru ini memunculkan harapan agar perjuangan untuk menurunkan ambang batas parlemen semakin menguat.

Hal tersebut kemungkinan besar juga akan sangat berpengaruh pada perjuangan menurunkan presidential threshold. Jika presidential threshold bisa diturunkan, misal dari 20 persen ke 10 persen, atau bahkan 1 persen, maka nantinya akan ada banyak calon presiden yang bisa bertarung. Bukan hanya dua seperti yang sudah-sudah. Imbasnya, polaritas politik yang selama ini terasa betul memisahkan masyarakat menjadi dua akan semakin berkurang porsinya.

Itulah kenapa di Pileg beberapa waktu yang lalu, kalau saya tak punya jago sendiri, maka saya hampir selalu memilih caleg dari partai yang kecil. Ya PSI, ya Garuda, ya PBB. Nggak peduli saya nggak kenal sama mereka.

Apakah Partai Ummat nantinya akan menjadi partai yang baik? Tentu tak ada yang menjamin. Toh selama ini, kita tahu, partai-partai besar yang kadernya banyak yang korup itu mulanya adalah juga partai yang bersih dan oleh banyak orang diharapkan akan tetap menjadi partai yang bersih.

Saya sendiri selalu menganggap, partai apa pun, adalah partai yang baik, sampai terbukti sebaliknya.

Kita boleh saja sekarang mengolok-olok kehadiran Partai Ummat, atau partai-partai baru lainnya, namun perlu kita ingat, bahwa di parlemen sana, ada banyak partai yang saat ini statusnya jauh lebih pantas untuk diolok-olok karena alasan yang jauh lebih masuk akal: korup.

Dan disukai atau tidak, Partai Ummat adalah salah satu ancaman bagi partai yang korup itu. Entah sebagai lawan, atau sebagai giliran.

BACA JUGA 4 Sosok yang Sebaiknya Direkrut oleh Amien Rais Menjadi Kader Partai Ummat dan artikel AGUS MULYADI lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2021 oleh

Tags: Amien Raispartai ummat
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Kilas Balik Muhammadiyah yang Tegas Tolak Tambang di Era Amien Rais

Kilas Balik Muhammadiyah yang Tegas Tolak Tambang di Era Amien Rais

10 September 2024
pelecehan seksual di rakornas partai ummat

Jurnalis Perempuan Mengalami Pelecehan Seksual Saat Rakornas Partai Ummat 

16 Februari 2023
profil partai ummat mojok.co

Profil Partai Ummat, Pecahan PAN yang Siap Unjuk Gigi di Pemilu 2024

4 Januari 2023
partai ummat lolos verifikasi mojok.co

Partai Ummat Lolos Verifikasi Administrasi Ulang, Tapi Polemiknya Makin Memanas, Ada Apa?

28 Desember 2022
partai ummat mojok.co

Partai Ummat vs KPU: Amien Rais Melunak, KPU akan Verifikasi Ulang Partai Ummat

21 Desember 2022
Amien Rais jelang Muktamar Muhammadiyah

Pesan Amien Rais Jelang Muktamar Muhammadiyah ke-48

3 November 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.