Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

One Piece Live Action Bakal Digarap Netflix, Santai, Nggak Usah Skeptis Dulu

Biasanya, garapan versi live action memang cringe. Tapi, karena Oda Sensei ikut terlibat, ya sudah, optimistis aja dulu.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
10 November 2021
A A
ilustrasi One Piece Live Action Bakal Digarap Netflix, Santai, Nggak Usah Skeptis Dulu mojok.co eiichiro oda anime manga
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Netflix baru saja mengumumkan pemeran One Piece Live Action. Demi mencegah fans tidak terkontrol, ada pesan khusus dari Eiichiro Oda Sensei.

Pada 10/11, Netflix telah mengumumkan sebuah berita serius yang penting banget buat penggemar anime di seluruh dunia. One Piece live action bakal dibuat serialnya segera dan mereka telah menemukan siapa saja yang bakal berperan di dalamnya.

Ini dia! Bajak Laut Topi Jerami di serial live action One Piece:

✔️ Inaki Godoy sebagai Monkey D. Luffy pic.twitter.com/zNhfDLSztv

— Netflix Indonesia (@NetflixID) November 10, 2021

One Piece live action. Sebenarnya mendengarkan frasa itu terasa cukup asing. Nggak bisa membayangkan bakal seabsurd apa konsepnya. Banyak fans anime yang setengah mati ketakutan ketika manga kesayangan mereka bakal dibikinkan versi manusianya. Kekhawatiran ini sebenarnya valid kok, beberapa live action sebelumnya juga terasa mengecewakan.

Memang nggak semua anime atau manga harus dibuat live action-nya. Terkadang fans lebih nyaman menikmati karya-karya asli dengan vibes dua dimensi yang esensinya nggak diubah sama sekali. Beberapa di antaranya justru ada yang condong ke penikmat manga saja atau anime saja. Alih wahana dari manga ke anime pun sering bikin konflik. Mulai dari pembuatannya yang cenderung lama dan hasilnya nggak sesuai harapan sampai konflik kepentingan antarstudio animasi di Jepang. Menolak lupa dengan kasus Attack on Titan dan studio MAPPA.

Alih wahana dari manga dan animasi yang dua dimensi dalam live action tentunya jauh lebih kompleks. Seringnya memang menimbulkan kekecewaan karena harapan yang terlalu tinggi. Saya ingat betul bagaimana rasanya heran dengan Death Note live action garapan Netflix. Meskipun familier dengan aktornya, hasilnya tetap bikin pengin koprol. Banyak sentimen yang muncul, mulai dari rasisme sampai menuduh kegagalan pembuatan live action ini keniscayaan.

Ttt-tapi, buat One Piece live action kali ini kayaknya nggak ada salahnya optimistis. Ingat, cukup optimistis jangan punya harapan berlebihan. Sebab, Oda Sensei juga sudah bertitah dan kita layak menantikan hasilnya. Blio menyatakan keterlibatannya dalam pembuatan One Piece versi manusia ini. Blio juga ikut milih-milih pemerannya, sampai menggambarkan dengan detail bahwa gestur-gestur para pemain memang mirip dengan versi animenya. Keren banget memang Eiichiro Oda sense, ending ceritanya sendiri saja belum jelas tapi sudah berani bikin garapan progresif. Maju terus, Pak!

Netflix dan Oda Sensei memang baiknya serius menggarap kru bajak laut Topi Jerami ke dalam dunia tiga dimensi. Cerita manga dan anime One Piece adalah yang paling jadi sorotan selama bertahun-tahun. Cerita ini bakal jadi legenda dan namanya terlalu “besar” untuk dipermainkan. Fans yang ada di seluruh dunia nggak mungkin diam jika ada yang nggak beres dalam pembuatan One Piece Live Action.

Setelah Netflix mengumumkan para pemain, respons dari netizen selalu menarik untuk kita amati. Pesan dari Oda Sensei benar-benar berhasil meredam sikap skeptis dan komentar negatif. Semua kompak satu komando ikut dhawuh Oda Sensei untuk bersabar dan memaklumi segala prosesnya. Walaupun ada saja manusia-manusia yang menolak berharap lebih, termasuk saya. Ekspektasi yang terlalu tinggi bisa membunuh kita, je.

Banyak juga yang berkomentar soal tampilan si aktor yang terlibat. Inaki Godoy yang memerankan Luffy dibilang punya gestur dan tengil yang mirip dengan si manusia karet. Nami dibilang kecakepan, Usop dibilang paling mirip, Zoro digadang-gadang bakal keren walaupun kurang mirip, sedangkan Sanji malah dibilang mirip Eminem.

Welcome to Netflix Straw Hats! @InakiGodoy, @mackenyu1116, @emilysteaparty, @itsbookofjacob and Taz Skylar. pic.twitter.com/sLwsJlO37P

— ONE PIECE(ワンピース) Netflix (@onepiecenetflix) November 9, 2021

Di antara komentar mirip nggak mirip ini sih, yang paling bikin gembira adalah casting tambahan versi netizen Indonesia. Bakalan keren kalau Atta Halilintar, Vincent Rompies, Uya Kuya, Denny Cagur, sampai Nassar ikutan terlibat. Nggak kebayang bakal segayeng apa. One Piece live action serial komedi.

Usul cast tambahan min. Biar lebih ✨diversity✨ pic.twitter.com/1XBiZlufmt

— seruni (@serunicreative) November 10, 2021

The best sih, jangan sampe ini ga ada min~ pic.twitter.com/EpiBa93kQM

— GejetID (@adefai7) November 10, 2021

Iklan

Jelas nggak bijak skeptis sama One Piece live action padahal trailer-nya saja belum muncul. Kita layak menunggu dan sabar. Sabarnya harus kebangetan karena penayangan live action ini mungkin bisa sangat lama. Betul banget yang dibilang Eiichiro Oda Sensei. Ditunggu dulu, Lur. Siapa tahu proses yang panjang dan tidak mudah ini justru menghasilkan karya yang istimewa. Kalaupun mengecewakan, ya sudah, tinggal sambat kemudian.

BACA JUGA Membandingkan Raja Bajak Laut ‘One Piece’ dan Hokage Itu Nggak Apple to Apple! dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 10 November 2021 oleh

Tags: animefilm netflixkomikmangamanga one pieceone pieceone piece live actionserial netflix
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Pameran buku anak termasuk komik. MOJOK.CO
Ragam

Komikus Era 80-an Akui Sulitnya Membuat Karya di Masa Kini, bahkan Harus Mengamati Lewat Drakor untuk Kembangkan Cerita Anak

15 November 2025
Hizkia Subiyantoro (Hizaro), Direktur Eksekutif Craft Animfest yang lahir di Jogja. MOJOK.CO
Liputan

Mentor Animasi Hizaro, Pemuda Sederhana dari Jogja yang Merawat Industri Animasi di Indonesia seperti “Anak Sendiri”

4 November 2025
ratu-ratu queens.MOJOK.CO
Seni

Ratu-Ratu Queens The Series: Ketika Empat Perempuan Membangun “Rumah” di Negeri Orang

21 Oktober 2025
Komik Indonesia di tengah popularitas Manga dan Manhwa MOJOK.CO
Ragam

Manga dan Manhwa Semakin Populer di Kalangan Anak Muda, ke Mana Komik Karya Indonesia?

20 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO

Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

26 Februari 2026
Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.