Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Misteri di Balik Gratis Ongkir dan Toko Online yang Ogah Mencantumkan Harga

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
18 Mei 2020
A A
gratis ongkir toko online tidak mencantumkan harga produk DM for price maksudnya market place shopee tokopedia mojok.co

gratis ongkir toko online tidak mencantumkan harga produk DM for price maksudnya market place shopee tokopedia mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kalau mahal tapi gratis ongkir dibeli, kalau murah tapi bayar ongkir nggak mau. Ckckck. Tahu nggak kalau toko online juga suka ogah mencantumkan harga di display jualannya. Semua adalah trik marketing.

Sebelum serangan market place dimulai, saya termasuk orang yang suka mikirin ongkos kirim saat belanja online. Selain karena bokek, saya merasa menghabiskan uang untuk biaya pengiriman itu sia-sia. Seolah saya ngeluarin uang di luar nilai barang yang bakal saya dapatkan.

Mungkin karena saya juga nggak cukup banyak uang untuk sekadar mengabaikan ongkir barang Rp20 ribu aja, alias kebanyakan mikir banget sih, Ngab! Tapi ternyata saya nggak sendirian woy. Lihatlah ribuan netizen yang juga malas bayar ongkir ini.

“Total belanja 1jt” “Ongkir 10k” pic.twitter.com/KadiLsB4c1

— Clown 12:35 (@sailoreast) May 16, 2020

Saya dengar kalian wahai saudaraku yang juga anti bayar ongkir! Kegamangan bayar ongkir adalah hal wajar yang juga sudah mendunia dan difasilitasi meme.

Tag a friend who loves free shipping!#meme #funny #drake #shopping #shopaholic #freeshipping pic.twitter.com/XWjIymwJ1r

— Loans Australia (@LoansAustralia2) April 30, 2018

Trik marketing ikut andil dalam betapa candunya pembeli dengan promo gratis ongkir dari toko online. Terbiasa belanja dengan gratis ongkir bikin pembeli jadi malas belanja lagi ketika promo ini ditiadakan. Makanya, beberapa market place pun menerapkan syarat untuk mendapatkan promonya. Misal dengan minimal belanja Rp100 ribu dan menggunakan metode pembayaran tertentu.

Alih-alih nggak jadi belanja, pembeli justru terjebak dalam siklus belanja online tiada akhir dan bernafsu terus-terusan dapat gratis ongkir. Padahal kalau mau jujur, sebagian besar barang itu kalian beli itu berdasarkan rasa ingin, bukan butuh.

Secara psikologis, pembeli memang selalu takut dengan adanya biaya tambahan yang bakal dibebankan mereka ketika melakukan pembelian. Termasuk ketika belanja online. Gratis ongkir adalah upaya meminimalisir biaya tambahan yang terkadang dibebankan dari toko online.

Dalam survei Statista, 56% pembeli mengabaikan barang-barang yang sudah mereka masukkan ke keranjang setelah tahu bakal ada biaya ongkir yang dibebankan. Sementara kalau harga barangnya dinaikkan lebih dulu, keresahan soal ongkir berkurang.

Ada kalanya pembeli kepo-kepoin barang di toko online karena sebuah alasan. Toko online yang cerdas paham betul kalau calon pembeli mereka perlu diberi alasan tambahan untuk benar-benar membayar. Maka, gratis ongkir adalah trik yang tepat untuk meyakinkan pembeli bahwa mereka harus beli barang itu sesegera mungkin.

Sampai di sini kalian tahu sedang dipermainkan oleh marketing, tapi kalian tetap betah kan? Kayak lagunya Rihanna lah, “I Love the Way You Lie.” Maka langgenglah sudah simbiosis mutualisme online.

Penjual yang tidak mencantumkan harga

Selain soal gratis ongkir di toko online dan market place, ada fenomena lucu yang nggak kalah bikin gemas. Kalau barang-barang yang dipajang di toko online seringnya dilengkapi dengan detil harga, maka ada beberapa yang memutuskan untuk nggak kasih tahu harganya sama sekali.

Saya sendiri agak sedikit sebal kalau menemui toko online macam begini. Sudah tertarik sama barangnya, eh tapi malas kalau harus tanya langsung ke penjualnya perkara harga. Belum kalau saya cuma sekelebat aja waktu lihat-lihat barang, ya sudah tinggalkan.

Iklan

Ternyata setelah tanya-tanya ke teman yang punya bisnis, ada beberapa alasan yang masuk akal soal kenapa mereka nggak mau mencantumkan harga.

  1. Harga barang mereka mahal-mahal, kalau dicantumkan cuma bikin pembeli nyinyir aja.
  2. Mereka menjual barang yang bersaing secara kualitas, pembeli yang menargetkan harga semurah mungkin bisa jadi bukan target pasar yang mereka tembak.
  3. Terjadi persaingan harga gila-gilaan di pasar. Mereka nggak mau bersaing untuk banting harga, melainkan ingin berusaha menarik secara visual.
  4. Buat cek ombak, seberapa banyak orang yang benar-benar minat dan punya motivasi lebih untuk tanya harga. Ini bakal ngaruh ke strategi penjualan selanjutnya.
  5. Barangnya langka dan benar-benar akan dilepas pada penawar harga tertinggi. Kayak lelang aja, Bor.
  6. Penjual sengaja mengakali dengan menawarkan harga berbeda-beda pada tiap pembeli. Dengan begitu margin labanya bisa didongkrak.
  7. Menghindari audit pajak jualan online (informasi ini kami peroleh dari orang dalam).

Begitulah lika-liku belanja online di era 4.0 yang begitu edgy ini. Mulai dari gratis ongkir di toko online dan market place hingga trik sengaja tidak mencantumkan harga adalah bukti manusia bisa berevolusi jadi apa pun yang mereka mau.

BACA JUGA Jurus Belanja Online Agar Harbolnas Nggak Jadi Hari Dobol Nasional atau artikel lainnya di POJOKAN. 

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2020 oleh

Tags: belanja onlinegratis ongkirtrik marketing
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Matahari Store. MOJOK.CO
Ragam

Yang Tak Akan Hilang dari Belasan Gerai Matahari Store Saat “Tenggelam”, Kenangan Hangat Belanja Bersama Keluarga

29 Oktober 2025
Matahari Store tutup puluhan gerai. MOJOK.CO
Ragam

Kala Matahari Store “Tenggelam”, Di mana Lagi Sebuah Keluarga Bisa Beli Baju Lebaran?

22 Mei 2025
ukuran baju mojok.co
Kilas

Cara Mengetahui Ukuran Baju Saat Belanja Online

29 November 2022
Video

REKOMENDASI OLSHOP THRIFTING MURAH DAN TERPERCAYA! | Remok

16 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Parijoto, pecel pakis, hingga lalapan kelor. Khazanah kuliner di Desa Colo yang erat dengan dakwah Sunan Muria MOJOK.CO

Rasa Sanga (2): Sajian Parijoto, Pecel Pakis, dan Lalapan Kelor di Desa Colo yang Erat dengan “Syiar Alam” Sunan Muria

27 Februari 2026
kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

27 Februari 2026
Ironi bapak kerja habis-habisan 60 jam agar anak tak susah finansial. Tapi peran sebagai ayah dipertanyakan karena anak mengaku fatherless MOJOK.CO

Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

26 Februari 2026
Takjil bingka dari Kalimantan

Seloyang Bingka di Jogja: Takjil dari Kalimantan yang Menahan Saya agar Tetap “Hidup” di Perantauan

23 Februari 2026
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) kerap disalahpahami mahasiswa PTN atau PTS umum lain MOJOK.CO

4 Hal yang Sudah Dianggap Keren dan Kalcer di Kalangan Mahasiswa UIN, Tapi Agak “Aneh” bagi Mahasiswa PTN Lain

28 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.