Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Memilih Diksi Minta Maaf: Beda Kata, Beda Rasa

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
12 Mei 2020
A A
minta maaf diksi lebaran minal aidzin walfaidzin mojok.co

minta maaf diksi lebaran minal aidzin walfaidzin mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Minta maaf itu susah banget, apalagi kalau nggak tahu caranya. Alih-alih masalah selesai, yang didapat malah prahara tanpa henti.

Punya cangkem yang tidak punya rem memberi saya dua hal. Pertama, masalah tanpa henti. Saya sering kali mendapat masalah dari kata-kata yang nggak saya filter dari mulut. Entah hal itu dari kata saya yang terlalu keras atau guyon saya yang keterlaluan.

Kedua, kemampuan memilih kata untuk minta maaf. Kemampuan ini datang dari ribuan pengalaman tidak menyenangkan dari cangkem tanpa rem tersebut. Setidaknya saya bisa menyelesaikan banyak masalah lewat cara saya meminta maaf.

Tentu hal itu tidak terjadi setiap saat. Ada kalanya itu gagal, tapi setidaknya metode-metode saya bisa membuat orang-orang yang marah bisa sedikit melunak. Paling nggak,sejauh ini saya belum putus sama pacar saya sih ehehehe.

Meminta maaf itu ada caranya sendiri, seperti yang saya bilang di atas. Kata-kata dan tindakan yang dipilih haruslah tepat. Kalau nggak, masalah bisa tambah runyam. Contohnya, pacarmu ngambek karena kamu ketauan ngelike foto cewek di Instagram. Kalau kamu mau minta maaf tapi dengan kalimat, “Kan aku cuma ngelike, nggak cinta apa naksir,” masalah bisa jadi tambah runyam. Ha wong ngelike wae ngambek, malah ngomong, “Nggak cinta apa naksir,” bisa makin muntab pacarmu.

Memang ada beberapa hal yang tidak penting untuk dimasalahkan, contohnya seperti nge-like foto cewek di Instagram. Tapi kita tidak bisa memaksakan pendapat, yang bisa kita lakukan mendengarkan dan berkompromi. Jadi meski terkadang masalah itu terlihat sepele, meminta maaf tetap saja hal yang penting.

Kata-kata yang digunakan untuk minta maaf punya “nilainya” sendiri. Saat dirangkai dalam kalimat, seakan punya makna tersendiri. Sebagai contoh, “Aku minta maaf ya,” itu basic of the basic. Kalimat itu sering digunakan kepada orang yang dekat dengan kita, dan nada yang digunakan biasanya pelan, menunjukkan kesungguhan. Ya pokoknya kayak gitu lah.

Kata yang lain adalah ampun. Kata ampun sering kali ditemukan pada situasi yang… tidak menyenangkan. Tentu saja pendapat itu saya dapat dari pengalaman pribadi melihat kawan-kawan saya sewaktu kecil digebuki orang tuanya entah karena nggak tidur siang atau ketahuan main ke kali.

Kata sorry juga sering digunakan untuk minta maaf. Bahasa London-nya maaf itu sering digunakan kepada orang yang nggak deket-deket amat dengan kita. Bisa dibilang, kata sorry membuat permintaan maaf terkesan nggak serius. Contohnya, ”I am sorry, kutak akan i love you  lagi”.

Lucu nggak? Nggak ya? Yaudah.

Selain menggunakan bahasa London, sering kali bahasa daerah digunakan untuk meminta maaf. Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk yang berbicara lebih dari satu bahasa terbesar di dunia. Karena itu, sering kali bahasa daerah digunakan untuk mengungkapkan perasaan yang ingin disampaikan ketika minta maaf.

Tapi kalau menggunakan bahasa daerah, pastikan lawan bicaramu mengerti bahasa daerah yang kamu gunakan. Lha nggak lucu kalau kamu menggunakan krama inggil saat berbicara dengan orang Jakarta tulen. Dimaafin kagak, dikira jamet iya.

Tapi ada kata yang paling ampuh, yang meluluhkan amarah dalam waktu yang singkat. Kata yang maksud adalah “Mau aku beliin apa?” Serius, itu bisa meruntuhkan amarah dan menggantinya dengan senyum yang lebar. Lebar banget, kek Ringroad. Contohnya begini, pacarmu marah sama kamu, terus kamu bilang, “Mau dibeliin apa? Eh aku udah checkout-in Shopee kamu sayang,” pasti hubungan kalian kembali membaik. Kayane. Kudune.

Tapi untuk yang terakhir, kalian disarankan punya duit yang cukup kalau mau bergantung dengan cara itu. Kalau takut tekor sih, saya sarannya kalian nggak usah bikin masalah, atau nggak usah punya pacar.

Iklan

BACA JUGA Buang Jauh-jauh Harapan Kita Semua Akan Diberi Tes Massal dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terakhir diperbarui pada 12 Mei 2020 oleh

Tags: Maafminta maaf
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Seandainya Saya Presiden Republik Indonesia MOJOK.CO
Esai

Seandainya Saya Presiden Republik Indonesia

6 Juli 2021
chat whatsapp chat wa MOJOK.CO
Pojokan

3 Cara Efektif Minta Maaf lewat Chat WhatsApp

5 Maret 2021
Hikayat-2019 - Mojok.co
Esai

Memahami Maaf yang Tak Semudah Mengucapkannya

13 Mei 2019
Pojokan

Nggak Perlu Kebanyakan Minta Maaf pada Hal yang Bukan Kesalahanmu

9 April 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sarjana Ekonomi pilih berjualan ayam penyet

Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran

9 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan pesawat

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026
Orang Jombang iri dengan Tuban, daerah tetangga sesama plat S yang semakin gemerlap dan banyak wisata alam buat healing MOJOK.CO

Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

12 Maret 2026
Nasib ratusan juta WNI 10 tahun nanti: terancam tidak punya jaminan sekaligus tabungan di masa pensiun MOJOK.CO

Nasib WNI 10 Tahun Lagi: Terancam Tua Miskin karena Tak Punya Jaminan untuk Tabungan Pensiun dari Negara

11 Maret 2026
Karjimut di Jogja yang merantau pilih tidak mudik Lebaran. MOJOK.CO

“Bohong” ke Keluarga Saat Mudik Lebaran: Rela Habiskan Uang Berjuta-juta agar Dicap Sukses padahal Cuma Karjimut di Jogja

9 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.