Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edupedia
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edupedia
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kuliah Scam Itu Omongan Orang Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
8 Januari 2026
A A
Kuliah Scam Itu Omongan Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

Kuliah Scam Itu Omongan Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pada titik ini, kalau ada influencer atau siapalah orang bermulut besar yang bilang kuliah itu scam, akan saya jawab, nggih, jenengan leres, Anda betul 100 persen, dan melanjutkan hidup.

Saya rasa menjelaskan hal tersebut itu bikin capek. Selain kita harus menjabarkan realitas-realitas yang amat kompleks, belum tentu juga yang dijelasin akan paham dan mau mendengarkan. Kalau ujungnya ditanya, “McLarenmu warna apa?” ya mending kita melakukan hal berguna yang lain saja sih.

Secara pribadi, saya tidak percaya omong kosong kuliah scam ini. Kerap kali orang yang melontarkan kuliah scam ini tidak memberi argumen yang logis dan setidaknya, memahami realitas. Saya memandang perkara ini sesederhana bahwa semua orang wajib dan berhak mengenyam pendidikan tinggi. Maka, saya nggak pernah menyertakan scam, rugi, atau apalah itu dalam kuliah.

Kalau kamu nggak percaya sama bahwa orang butuh pendidikan tinggi, monggo, tapi ya setidaknya nggak usah ngajak-ajak. Nek goblok, dewe wae, wong liyo rasah dijak.

Kuliah scam itu kerap berkaitan dengan urusan duit

Pembicaraan tentang kuliah scam yang rame di media sosial belakangan ini muncul dari influencer yang ndilalah nikah muda. Tapi saya nggak sedang bahas apa yang dia katakan. Saya tidak peduli dia siapa, tak tahu dia siapa, dan saya yakin betul saya nggak perlu juga denger dia omong apa.

Yang mau saya bahas adalah, perkara kuliah scam ini kerap muncul karena ada pembicaraan tentang biaya yang menyertainya.

Tidak bisa dan tidak boleh kita mungkiri, orang kuliah itu karena ingin punya kans besar dalam meraih kehidupan yang lebih baik. Baik dalam hal kasta sosial, penghasilan, serta pemikiran. Di antara hal itu, penghasilan jelas jadi yang paling depan. Ya buat apa kasta sosial dan pemikiran yang lebih baik jika duitmu cekak.

Masalahnya, biaya kuliah kini amat mencekik, sedangkan lapangan pekerjaan makin langka. Ini jelas menyalahi ekspektasi: gimana ceritanya saya kuliah mahal-mahal tapi tidak bisa “balik modal”?

Sebenarnya, pemikiran ini wajar, dan saya amat maklum. Tak bisa dimungkiri juga, kuliah itu mahal. Tapi kalau gara-gara itu dibilang scam, bentar.

Secara pribadi, alih-alih kita menganggap ada yang salah dengan kuliah, saya melihatnya justru harusnya kita mulai menuntut universitas dan Kementerian Pendidikan, karena mereka-mereka ini yang bertanggung jawab perkara ini. Kuliahnya nggak salah, penyelenggaranya yang harus kita mintai keterangan dan tanggung jawab. Paham kan?

Lalu terkait lapangan kerja, wah, ini urusan pemerintah pusat. Saya sih no comment.

Tetap bukan scam

Kenapa saya bersikukuh bahwa kuliah bukan scam ini sebenernya sederhana: saya sendiri mendapat semua modal saya mengarungi hidup dewasa ini ya dari kuliah.

Saya ini pemuda kabupaten biasa yang tak punya jaringan, modal kapital yang besar, serta orang tua yang kaya. Kalau saya tak kuliah dan merantau, saya nggak akan ada di titik kehidupan yang menurut saya amat baik, jauh lebih baik ketimbang prediksi saya sewaktu kuliah. Mau mengandalkan warisan juga nggak bisa.

Nah, kuliah di Jogja ini bikin saya mendapatkan jaringan, menemui hidup-hidup yang tak ada di kabupaten saya hidup, ilmu kuliah yang kepake, dan tentu saja ilmu-ilmu yang berguna dalam kerja dan kehidupan. Semua ini, saya dapat di kuliah, dan hampir pasti tak mungkin saya dapatkan jika saya tak melanjutkan jenjang pendidikan.

Iklan

Bahwa ilmu kuliah saya tak terpakai semuanya saat kerja, itu memang benar. Cuma, sepanjang saya kuliah, saya tak hanya belajar ilmu dalam kelas. Saya menemui dan belajar banyak hal dari orang-orang yang saya temui semasa kuliah. Ini yang menurut saya amat berharga, dan saya jadikan alasan kenapa kuliah scam itu hanya omong kosong dari orang yang bermulut kelewat besar.

Menurut saya, kuliah itu mengenalkan dirimu pada opportunity yang lebih besar. Memang tak harus kuliah untuk ini, tapi kuliah memberimu akses langsung pada kesempatan tersebut. Privilese inilah yang saya pikir, bikin kuliah scam itu gugur sejak dalam konsep.

Bahwa misalnya banyak yang gagal memanfaatkan hal tersebut, itu udah beda urusan. Memang itulah lika-liku hidup manusia, mereka kerap gagal memanfaatkan apa-apa yang sudah disajikan tepat di depan wajah mereka. Tapi tak berarti kita menyalahkan menu yang sudah disajikan dong. Nggak bisa sama sekali.

Tapi ya tetap saja, misal ada yang mau berdebat dengan saya perihal kuliah ini memang scam, saya sih milih ngeiyain aja dan berlalu. Sebab bagi saya, perkara ini harusnya sudah tidak dibicarakan sejak dulu. Kalau masih ada yang ngulang-ngulang, kemungkinannya ada dua: antara memang biar viral, atau memang bener-bener goblok.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Faktanya, Kuliah S2 Bukan Berarti Bakal Lancar Dapat Kerjaan, Dunia Kerja Beneran Nggak Peduli Ijazah! dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2026 oleh

Tags: kuliah s2kuliah scamlapangan pekerjaan
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Kuliah, Lulus S1, Kebayoran Baru Jakarta SelatanMOJOK.CO
Ragam

Lulus S1 di Usia 25 adalah Seburuk-Buruknya Nasib: Terlalu Tua di Mata HRD, tapi Juga Dianggap Minim Pengalaman Sehingga Sulit Dapat Kerja

28 Januari 2026
Ulfi Rahmawati, penerima beasiswa LPDP alumnus UNY. MOJOK.CO
Kampus

Tak Melihat Masa Depan Cerah sebagai Guru Honorer di Ponorogo, Pilih Kuliah S2 dengan LPDP hingga Kerja di Perusahaan Internasional

21 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO
Kampus

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Lulus S2 dari UI, resign jadi dosen di Jakarta. MOJOK.CO
Kampus

Lulusan S2 UI Tinggalkan Karier Jadi Dosen di Jakarta, Pilih Jualan Online karena Gajinya Lebih Besar

5 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suasana "Tiongkok Kecil" di Lasem. MOJOK.CO

Pertama Kali Jalan-jalan ke “Negeri Tiongkok Kecil” Lasem, Banyak Situs Sejarah Mangkrak Tak Terawat

27 Januari 2026
Kesedihan perantau yang merantau lama di Surabaya dan Jakarta. Perantauan terasa sia-sia karena gagal menghidupi orang tua MOJOK.CO

Rasa Gagal dan Bersalah Para Perantau: Merantau Lama tapi Tak Ada Hasilnya, Tak Sanggup Bantu Ortu Malah Biarkan Mereka Bekerja di Usia Tua

29 Januari 2026
Kalkulator untuk lansia merencanakan pensiun. MOJOK.CO

Lebih Baik Hidup Hemat Saat Muda agar Tak Jadi Beban Keluarga dan Bisa Berfoya-foya di Masa Tua

29 Januari 2026
ibu dua anak, SMA Internasional Budi Mulia Dua, sekolah islam yang tidak mewajibkan siswinya berjilbab.

Ibu Dua Anak Nekat Balik Masuk SMA Demi “Memutus Kemiskinan”, Cita-Cita Ingin Kuliah Kedokteran

29 Januari 2026
cerita fresh graduate magang di kemkomdigi dapat gaji magang layak. MOJOK.CO

Pengalaman Fresh Graduate Magang di Instansi Pemerintah Kemkomdigi, Dapat Gaji Setara UMP tapi Harus Benar-benar Siap Kerja

23 Januari 2026
Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.