Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kekonyolan di Balik Obsesi Kebersihan Selama Pandemi Corona

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
1 April 2020
A A
obsesi kebersihan dikit-dikit cuci tangan corona menular melalui [ori-pori droplets air kobokan pecel lele tangan kering pandemi corona mojok.co

obsesi kebersihan dikit-dikit cuci tangan corona menular melalui [ori-pori droplets air kobokan pecel lele tangan kering pandemi corona mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ngaku saja kalau kita semua mendadak obsesi sama kebersihan selama pandemi corona. Tadinya cuci tangan pakai kobokan dicelupin kemangi nggak masalah. Sekarang? Ribet.

Banyak hikmah yang terkandung dari munculnya pandemi corona. Walau sebenarnya makna musibah lebih terasa nyata keberadaannya. Tetap saja virus corona tanpa kulonuwun telah mengubah berbagai aspek kehidupan. Satu yang paling terasa adaah betapa orang-orang sekarang obsesi sama kebersihan.

Teman saya sekarang rajin mandi, padahal di tongkrongan, dia terkenal nggak pernah mandi. Kami sampai menduga kalau orang pintar pernah meramalkan dia sebagai orang yang nggak cocok kerja di ari. Lha nyentuh air aja males, apa lagi bergelut bersamanya.

Namun pandemi corona benar-benar bikin teman saya itu bertobat. Jangankan rajin mandi, telapak tangannya saja sampai keriting dan mengelupas gara-gara keseringan cuci tangan pakai sabun.

Lucunya, saya juga setidaknya merasakan ini. Sebelum makan, biasanya saya malas banget cuci tangan, apalagi pakai sabun. Kadang asal basah aja langsung tancap gas. Sekarang kalau mau makan walau pakai sendok saya cuci tangan sabil nyanyi lagu “Cinta Melulu” by ERK. Setelah makan, saya cuci tangan lagi.

Dulu kalau mau ngupil nggak pikir panjang, langsung acungkan jari telunjuk dan mengajaknya berburu dalam goa yang sempit lalu merasakan kepuasan saat dapat tangakapan. Sekarang saya kalau ngupil pakai mikir dong! Lha hidung itu salah satu lubang yang langsung terhubung dengan saluran pernapasan je.

Ini memang konyol, tapi kalau perihal obsesi kebersihan ini udah di bawa ke kehidupan sosial yang lebih rumit, sungguh konflik akan terjadi. Kemarin saya belanja di salah satu convenience store di Jogja. Tentu bukan karena semata saya banyak duit, karena saya malas bangun pagi dan ke pasar. Siangan dikit pasarnya sudah tutup, Bor.

Masalahnya adalah, di convenience store saya bakal menemui berbagai macam orang dengan dari berbagai circle kehidupan yang mungkin tidak saya pahami: orang kaya. Kemarin saja ada orang yang berani-beraninya ke mal pakai APD lengkap kok, saking takutnya ketularan corona atau cuma obsesi kebersihan yang dibarengi kegoblokan sih?

Saat sedang mau menyomot cabai di rak, saya tiba-tiba ditegur sama seorang ibu-ibu muda (autoplay TikTok “Mamah Muda”). Lalu si ibu berkata,

“Ih, Mbak, jijik banget sih pakai tangan kosong. Ih itu bekas orang-orang hlo mbak. Pakai plastik ini nih kayak saya,” seraya menunjukkan plastik yang untungnya bukan handscon.

Mak tratap. Saya dikatain jijik sama orang asing. Wtf, bu? Perkara mengambil cabai segar yang saya yakin sudah dicuci sama petugasnya aja bikin saya kena sikat miring. Saya tahu, virus corona mungkin bisa menular melalui cabai, tapi kalau selama belanja saya nggak pegang-pegang muka dan setelahnya cuci tangan pakai sabun sih insyaallah aman.

FYI aja, virus corona nggak menyerap melalui pori-pori. Mereka hanya bisa menjangkit tubuh saat masuk saluran pernapasan seperti mata, hidung, dan mulut.

Obsesi kebersihan dari orang-orang yang nggak paham virus corona lebih mengerikan dari bagaimana virus corona menular. Bajilak!

Saya nggak membayangkan apa yang bakal terjadi setelah pandemi corona berakhir. Saya berharap momen itu segera datang. Saya bakalan melihat obsesi kebersihan mana yang bertahan sebagai perwujudan taubatan nasuha dan mana obsesi kebersihan yang sifatnya cuma insidentil.

Iklan

Mari sama-sama berdoa buat ibu muda yang ngatain saya menjijikan, supaya dia lekas paham bedanya virus dan kuman.

BACA JUGA Inilah Lima Profesi Baru yang Sangat Cocok untuk Luhut Pandjaitan atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2020 oleh

Tags: belanjacuci tanganvirus corona
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Video

BANYAK YANG BILANG MINUMAN DI INDOMARET INI MERESAHKAN! | BAKUL

13 Agustus 2022
Membela Hak Setiap Orang untuk Window Shopping, Jalan-jalan Tanpa Harus Belanja IKEA MOJOK.CO
Pojokan

Membela Hak Setiap Orang untuk Window Shopping, Jalan-jalan Tanpa Harus Belanja

16 September 2021
Meme ‘Blok Goblok’ dalam Semesta Emak-emak Boomer dan Tanggung Jawab Generasi Milenial
Esai

Meme ‘Blok Goblok’ dalam Semesta Emak-emak Boomer dan Tanggung Jawab Generasi Milenial

17 Mei 2021
Pojokan

Kasus Hadi Pranoto Tunjukkan Anji Tanpa Sadar Ikuti Protokol Kesehatan Pemerintah

8 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.