Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Karaoke Bareng Teman adalah Cara Menguak Kepribadian yang Sesungguhnya

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
9 Juli 2019
A A
karaoke
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pengalaman karaoke bareng teman bisa jadi menyenangkan, bisa juga traumatis. Tapi, lewat aktivitas ini, kita jadi ngerti tipe-tipe teman yang sesungguhnya!

Bertahun-tahun lalu, segerombolan teman di kelas Anatomi Fisiologi Manusia mengajak saya bergabung ikutan bernyanyi ke karaoke selepas praktikum. Saya tentu saja mau—hitung-hitung melepas lelah dan stres. Maka, berangkatlah kami ke Jatinangor Town Square karena—jelas sudah—kami adalah AGJ alias Anak Gaul Jatinangor. Hehe.

Satu per satu dari mereka bernyanyi di bilik karaoke—kebanyakan lagu KPop. Saya, yang saat itu belum kenal KPop, cuma duduk anteng mendengarkan sambil menebak-nebak mas dan mbak di video musik yang diputar itu sebenarnya sedang berbicara apa.

Setelah menunggu sekitar 37272 lagu, akhirnya lagu pilihan saya diputar. Di layar, terpampang jelas judul yang saya pilih: A Thousand Miles-nya Vanessa Carlton.

Saya mengambil microphone dan bersiap bernyanyi. Lagu ini keluaran tahun 2002, atau lebih tepatnya 10 tahun sebelum hari itu berlangsung. Baru juga nyanyi dua kalimat, seorang teman yang sedari awal terus bernyanyi mendadak berkata,

“Lagu apa, sih, ini? Skip aja. Next!”

Berubahlah lagu yang diputar. Si kawan tak repot-repot bertanya siapa yang memilih lagu tadi, bahkan tertawa saat saya bernyanyi sambil berkata, “Kok kamu tahu, sih? Ini, kan, lagu jadul?”

Saya gondok. Teman-teman saya kembali bernyanyi—kali ini lagunya Miley Cyrus yang saya baru dengar (iya, sayanya aja yang kudet). Tapi tetap saja, saya gondok setengah mati.

Pengalaman karaoke di atas cukup traumatis bagi saya. Ya monmaap, nih, orang lagi nyanyi “Staring blankly—”, eh tiba-tiba di-skip. Emangnya enak??? Hmmm???

Saya memulai lagi pengalaman karaoke bareng teman berbulan-bulan kemudian, sebelum akhirnya kian jarang gara-gara berpindah kota. Namun, dari pengalaman-pengalaman tadi dan cerita dari penyintas (halah!) karaoke bareng teman, saya menemukan bahwa ruang karaoke bisa “melahirkan” beberapa tipe teman.

Pertama, selagi karaoke bareng teman, pasti ada orang yang menolak kalau disuruh ikutan nyanyi dan lebih senang melihat teman-temannya bernyanyi kayak orang gila.

Setidaknya ada beberapa kemungkinan kepribadian bagi teman jenis ini. Mereka bisa saja merupakan orang yang pemalu tapi sebenarnya bakal bernyanyi juga setelah disodorkan microphone, atau memang hanya orang yang kelebihan duit dan nggak keberatan ikut iuran bayar karaoke meski tidak ikut menyumbang suara. Kalau mereka adalah tipe yang kedua, kamu jelas harus benar-benar memanfaatkannya menyayanginya sepenuh hati karena dia rela-rela saja menemanimu meski karaoke bukan hal favoritnya.

Uuuu, so sweet~

Kedua, dalam rombongan karaoke bareng teman, pasti ada juga orang yang mulutnya lebih mirip radio, alias ngerti dan hafal hampir semua lagu yang dipilih, mulai dari lagunya Reza Artamevia, Dean Lewis, sampai Blackpink sekalipun. Dalam kamus hidupnya, kayaknya nggak ada kata “Lagu siapa, nih?” saking ngelotoknya otak miliknya perkara lagu-laguan.

Iklan

Dan, kemungkinan besar, akun Spotify-nya pun Spotify Premium. Mantap!

Ketiga, karaoke itu seru, tapi bakal jadi jauh lebih seru kalau suasananya nggak sunyi dan senyap. Dalam perihal karaoke bareng teman, coba ingat-ingat, pasti ada orang yang sepertinya baru saja menelan baterai dan kerjaannya goyang-goyang melulu kayak balon Toko Cat WaWaWa.

Meski terkesan norak dan memalukan, tipe teman yang satu ini sesungguhnya bermaksud baik luar biasa. Ia ingin menghidupkan suasana dan nggak membuatmu mati kutu gara-gara cuma nyanyi sambil duduk di sofa.

Yah, maksud saya, apa bedanya karaoke sama kuliah kalau kamu cuma duduk-duduk aja, Malih???

Keempat, karaoke sering kali menjadi kedok dari acara curhat bersama teman. Konon katanya, sebaris lirik lagu saja berpotensi mengubah mood seseorang dalam sedetik.

Penyataan inilah yang harus kamu pahami baik-baik biar nggak heran-heran amat melihat seorang teman yang, misalnya, tiba-tiba menangis saat mendengar lirik lagu Memulai Kembali-nya Monita Tahalea di bagian “…aku melangkah pergi, kau pun tak lagi kembali.”

Iya, kan, wahai kaum-kaum penyanyi karaoke yang suka berdendang sambil membayangkan diri menjadi tokoh utama dalam lagu pilihan??? Hmmm???

Kelima, tipe teman dalam rombongan karaoke yang terakhir adalah, tak lain dan tak bukan, titisan Menteri Keuangan, alias…

…tukang narikin duit iuran!!!1!!1!!!

Yah, namanya juga karaoke bareng teman, masa bayarnya bareng dompet sendiri?

Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2019 oleh

Tags: karaoke bareng temankepribadianSpotify premiumtipe teman
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk
Urban

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
introvert mojok.co
Kesehatan

Mengenal Apa Itu Introvert yang Sering Disalahpahami

9 Januari 2023
introvert dan ekstrovert
Uneg-uneg

Apa Standar Menjadi Normal Harus Menjadi Ekstrovert? 

8 Januari 2023
es teh es kopi reshuffle kabinet gibran rakabuming adian napitupulu erick thohir keluar dari pekerjaan utusan corona orang baik orang jahat pangan rencana pilpres 2024 kabinet kenangan sedih pelatihan prakerja bosan kebosanan belanja rindu jalan kaliurang keluar rumah mudik pekerjaan jokowi pandemi virus corona nomor satu media kompetisi Komentar Kepala Suku mojok puthut ea membaca kepribadian mojok.co kepala suku bapak kerupuk geopolitik filsafat telor investasi sukses meringankan stres
Kepala Suku

Gaya Menyetir Kendaraan Bisa Mencerminkan Kepribadian Kita?

18 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.