Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa (unsplash.com)

Coba perhatikan jalanan, baik di kota besar maupun perkampungan. Motor apa yang paling sering melintas dan tertangkap mata kalian? Saya yakin motor Scoopy jadi salah satunya. Entah keluaran lama atau baru, motor keluaran Honda ini hampir selalu ada di mana-mana.

Mengutip berbagai sumber, Scoopy menjadi produk Honda paling laris kedua setelah BeAT. Bahkan, disebut-sebut sebagai tulang punggung penjualan Astra Honda Motor sejak pertama kali meluncur pada 2010. Penjualannya diklaim bisa mencapai 1 juta unit per tahun, atau sekitar 20% dari total penjualan. Tak heran jika motor ini begitu mudah ditemui di jalan.

Sebagai orang awam otomotif, saya sih memahami kenapa motor ini digemari banyak orang. Pertama, tampilannya yang mengusung desain retro ala Vespa dengan warna-warna unik memang menarik. Di jalanan, kendaraan ini bisa mencuri perhatian. Kedua, Scoopy semacam punya nama yang panjang di pasar motor matic dengan desain retro. Istilah pemasaran, merek ini sudah jadi top of mind di benak orang-orang. itu mengapa, bagi orang awam, motor ini sempurna.

Akan tetepi, ada sisi kurang menyenangkan dari motor yang terlalau pasaran seperti Scoopy. Salah satunya adalah risiko tertukar saat parkir. Itulah yang dialami teman saya. Dia menggunakan Scoopy putih keluaran 2023, warna yang sangat umum. Saat parkir di tempat umum seperti mal atau pasar, sering kali dia kebingungan karena banyak Scoopy serupa terparkir. Bahkan, beberapa kali hampir tertukar karena saking miripnya.

Itu baru satu sisi. Teman saya mengeluhkan hal lain setelah kurang lebih 3 tahun mengendari motor satu ini:

Kenyamanan motor Scoopy tak seharum namanya

Keluhan ini cukup umum. Tidak hanya teman saya, banyak netizen di media sosial juga mengungkapkan hal serupa: motor ini terasa kurang nyaman, terutama untuk pembonceng. Duduk di bangku belakang terasa kurang mantap dan bisa membuat tulang ekor serta punggung pegal, apalagi untuk perjalanan jauh. Bahkan, salah satu penulis Mojok pernah menceritakan, membonceng di Scoopy bisa bikin jengkang.

Masalah lain, Scoopy tidak dilengkapi engkol. Jadi, ketika motor mogok karena starter bermasalah, tidak ada alternatif selain mencari bantuan atau membawanya ke bengkel. Berbeda dengan motor lain yang masih menyediakan engkol sebagai cadangan.

Karena itu, Scoopy kurang cocok untuk pengguna yang tidak rutin servis, terutama dalam hal pengecekan aki. Jika aki bermasalah, risiko mogok di jalan jadi lebih besar.

Fitur keyless: canggih tapi ada celah

Fitur keyless memang terlihat modern dan praktis, terutama bagi yang sering lupa menaruh kunci. Namun, fitur ini juga punya kelemahan. Pengguna harus selalu waspada terhadap kondisi baterai remote. Jika baterai melemah, motor bisa sulit dioperasikan.

Seperti teknologi pada umumnya, tidak ada yang benar-benar sempurna. Fitur ini memang membantu, tapi juga bisa merepotkan jika tidak diperhatikan dengan baik. Salah satu tulisan Mojok pernah membahasnya dengan apik dan lengkap dengan judul Motor Keyless Memang Terlihat Canggih dan Keren, tapi Punya Sisi Merepotkan yang Bikin Pengendara Hilang Kepercayaan.

Kelemahan lain datang dari faktor eksternal: citra pengguna. Karena jumlahnya sangat banyak, tak jarang Scoopy diasosiasikan dengan perilaku berkendara yang kurang tertib, seperti bonceng tiga atau aksi ugal-ugalan. Akibatnya, motor ini kadang mendapat label negatif di masyarakat.

Itulah beberapa sisi kurang menyenangkan dari Scoopy—motor yang secara nama terdengar nyaman, tapi kenyataannya tidak selalu demikian. Kalau kamu pengguna Scoopy, pernah mengalami hal serupa atau punya keluhan lain?

Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Motor Bebek Kendaraan Terbaik untuk Latihan Naik Motor, Matic Hanya Ciptakan Pengendara Manja dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Exit mobile version