Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Harga Pakaian Anak-Anak Hype yang Membuat Kita Merasa Missqueen

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
30 Juli 2018
A A
hypebeast
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di beranda Facebook saya, ada satu video yang banyak dishare oleh kawan-kawan saya. Video tersebut berisi semacam wawancara untuk mengulik harga outfit anak-anak muda hype ibukota yang sungguh membikin siapa pun yang melihatnya jadi merasa miskin.

Video tersebut dibikin oleh seseorang bernama Yoshi Setyawan. Yoshi menyebut dirinya sebagai seorang hypebeast (entah apa maksud hypebeast itu, mungkin kependekan dari “hypebeast gelap terbytlah terank”, atau “hypebeast maneast sepah dybuang”).

Jadi, si Yoshi ini mewawancarai anak-anak muda yang mengunjungi acara Urban Sneaker Society 2.0 di Grand Indonesia beberapa waktu yang lalu. Dalam wawancara tersebut, ia menunjukkan betapa harga pakaian anak-anak muda hype ibukota yang begitu mencengangkan.

Anak-anak muda yang diwawancarai oleh Yoshi ini memakai aneka pakaian, topi, kacamata, sampai sepatu bermerk terkenal seperti BAPE, Supreme, sampai Gucci yang tentu saja harganya fantastis.

Ada yang pakai topi seharga 700 ribu, ada yang pakai hoodie seharga 7 juta, ada yang pakai sepatu 10 juta, ada yang pakai tas slempang 4 juta, bahkan ada yang pakai jam tangan harga 200 juta (Masya Allah, jam tangan 200 juta, padahal detik sama menitnya sama saja dibanding jam tangan duapuluh ribuan, 1 menit isinya ya tetep 60 detik)

Video tersebut sungguh membuat saya merenung, betapa ketimpangan dan ketidakadilan adalah tontonan yang begitu akrab dan tersebar di mana-mana.

Ada banyak orang yang bingung menghabiskan uang untuk apa, sementara lebih banyak orang yang bingung mau cari uang dari mana? Semua punya kebingungannya masing-masing.

Saya jadi ingat dengan tulisan lama Cak Nun yang berjudul “Ranjang 65 juta”, dalam tulisan tersebut, Cak Nun menulis begini:

“Kita bisa dan boleh membeli ranjang dan kasur tidur seharga 65 juta rupiah. Tapi kita pilih yang harganya satu juta rupiah saja. Atau yang harganya seratus ribu rupiah saja. Bahkan ada teman kita yang memilih jauh lebih murah dari itu.

Kenapa? Salah satu jawabannya adalah: karena ia dewasa.

Ranjang 65 juta rupiah itu bisa dipakai untuk menggaji 2000 guru sekolah dasar, atau untuk makan minum sebulan 1000 keluarga rakyat kecil, atau bisa juga dipakai untuk memodali 130 organisasi koperasi wong cilik.”

Memang susah untuk memahami bagaimana pola konsumtif manusia. Ada yang membeli sesuatu karena gengsi, ada yang membeli sesuatu karena fungsi.

Untuk urusan yang satu ini, tak ada yang lebih jernih dan filosofis ketimbang Paijo, kawan saya di Geng Koplo.

Iklan

“Tuku cawet ki rasah sing larang, wong yo ra iso dipamerke, kecuali nek kowe kerep nglonte…” tutur Paijo pada saya suatu ketika.

Saya terdiam. Tentu sambil mengamininya.

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2018 oleh

Tags: hypepakaiansupreme
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

mengapa orang dilihat dari penampilannya
Uneg-uneg

Mengapa Orang Harus Dilihat dari Penampilannya?

4 Desember 2022
thrift shop mojok.co
Liputan

Kiat Merintis Bisnis Thrift Shop: Baju Bekas yang Bisa Berharga Jutaan Rupiah

11 Februari 2022
Esai

Memahami Identitas Manusia dari Selembar Stiker

19 November 2018
Prejengan

Fesyen Mahasiswa Paling Ulala ada di ISI Yogyakarta

11 Agustus 2017
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

User bus ekonomi Sumber selamat pertama kali makan di kantin kereta api. Termakan ekspektasi sendiri MOJOK.CO

User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi

25 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Real Jual Tanah untuk Membeli Innova Reborn Menjadi Pilihan Terbaik bagi Orang Bodoh karena yang Penting Bisa Investasi

25 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
THR belum cair, tapi sudah ludes dalam hitungan di kalkulator. Mudik lebaran memang tidak menyenangkan MOJOK.CO

THR Belum Cair tapi Sudah Jelas Ludes buat Dibagi-bagi, Yang Pasti Tak Ada Bagian untuk Diri Sendiri

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.