Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Hakim Nggak Percaya Nunung Depresi Hanya karena Ia Tampil Cengengesan

Audian Laili oleh Audian Laili
26 Oktober 2019
A A
Hakim Nggak Percaya Nunung Depresi Hanya karena Ia Tampil Cengengesan MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hanya karena Nunung sering tampil cengengesan demi peran pekerjaannya, Hakim persidangan nggak percaya kalau Nunung mengalami depresi.

Sebuah dagelan yang lebih lucu dari Opera Van Java baru saja terjadi dalam persidangan Nunung terkait kasus penggunaan narkoba yang dialaminya. Bagaimana tidak? Dalam persidangan tersebut ketika Dokter Herny Taruli Tambunan, saksi dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) yang melakukan pemeriksaan kepada Nunung mengatakan bahwa Nunung menderita depresi, justru hakim tidak percaya. Dan yang membuat pernyataan ketidakpercayaannya menjadi lucu saat hakim Djoko Indiarto tersebut bilang sambil sedikit tertawa, “Ini kan kerjanya setiap hari cengengesan (di televisi) kok bisa stres?”

Entahlah apa yang sebenarnya dipahami oleh bapak hakim terkait depresi? Apakah dalam pemahamannya, seorang yang merasa depresi adalah mereka-mereka yang ngeluntruk terus-terusan sambil menangis tersedu-sedu sepanjang hari? Sehingga ia merasa terheran-heran dengan kondisi Nunung yang disebut sedang memiliki depresi.

Begini ya, Pak. Orang yang sedang mengalami depresi sangat mungkin terlihat baik-baik saja di depan banyak orang bahkan orang terdekatnya sekalipun. Sampai-sampai mereka tidak melihat kejanggalan apa pun. Misalnya saja Nunung, beliau memang bisa-bisa saja memperlihatkan tawa gembira ketika sedang tampil menghibur kita. Akan tetapi, percayalah, itu bukanlah suatu hal yang jadi patokan bahwa ia memang dalam kondisi psikologis yang baik. Fyi, kita tidak pernah betul-betul tahu apa yang dirasakan seseorang terhadap dirinya sendiri.

Memang betul, orang yang depresi identik dengan suasana hati dan ekspresi tubuh yang seolah tidak mempunyai harapan dengan kehidupannya atau salah satu fase hidupnya. Hanya saja, kondisi seperti ini juga tidak selalu ditampakkan ke orang lain. Ada yang tidak sanggup menutupinya atau memilih untuk memperlihatkannya pada orang lain. Ada pula yang sanggup menutupinya atau memilih untuk tidak memperlihatkannya. Intinya, kondisi ini kompleks. Tidak bisa dilihat hanya dari satu perspektif saja.

Jadi, Bapak Hakim, mungkin yang sedang dialami oleh Nunung biasanya disebut dengan smiling depression. Sebetulnya ini bukanlah istilah teknis yang digunakan psikolog. Namun, istilah ini untuk memudahkan merujuk pada seseorang yang mungkin sedang mengalami depresi dan ia berhasil menutupi gejala-gejala yang sedang ia rasakan. Btw, lantaran ia sulit menunjukkan kondisi yang sesungguhnya, hal ini berpotensi besar membuatnya semakin merasa tertekan dan semakin tidak baik-baik saja.

Orang yang mengalami depresi juga terkadang sulit dipahami oleh orang lain. Pasalnya, tidak sedikit yang mengalami depresi tapi memiliki hidup yang seolah-olah tidak punya masalah apa pun. Seperti, keluarga lengkap yang harmonis, karier yang bagus, atau teman-teman yang menyenangkan. Bahkan mereka bisa mengobrol dengan kita tentang hal-hal yang optimis untuk masa depan yang lebih baik. Akan tetapi di dalam, ada perasaan putus asa, tidak berharga, dan pikiran untuk mengakhiri kehidupan mereka saja.

Terus ya, Pak, hal ini akan menjadi semakin berat ketika ia terus menerus menolak dan menyangkal sedang mengalami depresi. Topeng-topeng tebal yang ia tunjukkan pada orang lain justru akan mempersulitnya untuk meminta pertolongan apalagi menyembuhkan dirinya sendiri. Mungkin ini yang dialami Nunung.

Memang betul seperti yang dikatakan Bapak, bahwa orang depresi memang memiliki tanda-tanda psikologis yang terlihat kurang baik. Untuk dipahami bersama-sama, dilansir dari Pijar Psikologi, orang yang mengalami depresi punya tanda-tanda seperti ini. Pertama, ada kelambatan dalam proses berpikir karena terkungkung dalam pikiran dan bayangan yang membuat tidak nyaman. Misalnya, seperti ketakutan akan masa depan atau masa lalu yang disesali. Kedua, memiliki emosi yang sangat tidak stabil dan merasa selalu dalam perasaan tidak nyaman. Seperti merasa tidak berharga, bersalah, dan tidak punya harapan lagi.

Ketiga, tubuh tidak lagi se-fit biasanya. Bisa jadi susah tidur, mudah merasa lelah dan tidak berenergi, ataupun mengalami siklus menstruasi yang berubah. Keempat, ada perubahan dalam hubungan sosialnya. Misalnya, orang yang dulunya sangat riang dan senang bergaul, tiba-tiba memilih untuk menarik diri. Atau, ia merasa kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya sangat ia gemari.

Namun sekali lagi, Pak. Tidak semua orang yang sedang mengalami depresi bisa langsung tampak jelas menunjukkan tanda-tanda tersebut. Ada yang sanggup atau memilih menutupinya dengan topeng-topeng yang memperlihatkan hidupnya penuh kebaikan. Mungkin karena ia tidak tahu caranya mengawali cerita dan meminta bantuan. Mungkin karena ia tidak mau merepoti dan membuat khawatir orang-orang terdekatnya. Atau mungkin ia sudah kehabisan energi sekadar untuk bercerita.

Tapi yang jelas mohon maaf nih, mempertanyakan kondisi psikologis Nunung yang sedang tidak baik hanya karena ia tampak cengengesan demi peran pekerjaannya, kok rasanya sangat tidak manusiawi dan nggak ada empati-empatinya ya, Pak? Apa memang betul tidak ada cara bertanya yang lain?

BACA JUGA Jika Ada Teman Curhat dan Bilang Lagi Depresi, Kita Harus Ngapain? atau artikel Audian Laili lainnya.

 

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2019 oleh

Tags: depresinarkobanunungpsikologissmiling depression
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)
Pojokan

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Tanah Abang & Kampung Boncos, Borok Masa Lalu Jakarta MOJOK.CO
Esai

Tanah Abang dan Kampung Boncos, Sisi Gelap Jakarta yang Dijejali Kejahatan: Dari Premanisme Sampai Surga untuk Narkoba

21 September 2025
Ragam

Sialnya, Peredaran Narkoba di Surabaya Tetap Berputar dan Saya Adalah Korbannya

4 Oktober 2024
Sialnya, Peredaran Narkoba di Surabaya Tetap Berputar dan Saya Adalah Korbannya.MOJOK.CO
Histori

Kita Pernah Punya Program Hilirisasi Candu! Saya Pun Mencari Tempat Jualan Narkoba Itu di Malioboro Kota Jogja

23 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF MOJOK.CO

DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF

31 Januari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.