Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Habis Virus Corona, Terbitlah Gondrong Sedunia

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
5 April 2020
A A
virus corona mojok.co

virus corona mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

virus MOJOK.CO – Ketika wabah virus corona ini akhirnya bisa dikendalikan, maka populasi orang gondrong akan meningkat signifikan. Kaum gondrong dan poni lempar, bersatulah!

Anjuran untuk tetap berada di rumah membuat kita tidak bisa mengakses banyak hal, terutama bidang jasa. Tapi satu hal yang jelas tidak bisa diakses adalah jasa potong rambut. Ketika kita potong rambut, terjadi banyak kontak fisik antara tukang cukur dan yang dicukur, dan itu membuat risiko tertular virus corona naik. Ya memang harusnya gitu, Cok. Mau cukur model apa aja di tempat cukur mana pun ya tetep didemok ndasmu.

Karena tidak bisa mengakses jasa tukang cukur karena virus corona, mau tidak mau kita harus membiarkan rambut menjadi gondrong. Kalau yang rambutnya sudah lumayan panjang jadi makin panjang, yang punya poni bakal jadi anak emo setelah virus corona ini berakhir.

Bagi yang pernah gondrong, terbiasa gondrong, dan yang rambutnya poni lempar secara alami, tidak akan mengalami masalah karena tidak bisa potong rambut gara-gara corona. Justru yang dari dulu punya rambut macam Pak SBY atau Jokowi yang bakal merasa sengsara karena tidak bisa potong rambut.

Rambut panjang itu penuh siksaan lho, Bosku. Siksaan pertama, boros shampoo, karena harus sering keramas apalagi di masa corona ini. Rambut gondrong lebih keliatan lepeknya dibanding yang rambutnya pendek. Nggak percaya? Pernah lihat tentara rambutnya lepek nggak? Nggak kan? Kandani og. 2 hari nggak keramas itu udah gatel dan nggak nyaman. Kalau kalian ada yang gondrong dan kuat nggak keramas berhari-hari itu ya beda urusan, yang jelas sih aku wegah kon koyo koe.

Siksaan kedua adalah, mata sering kecolok rambut sendiri. Sumpah rasanya pedih banget. Ini kalau ada yang bilang “lebih pedih melihat dia bahagia bersamanya, Mz” saya sarankan buka matamu terus coloken nggo rambutmu dewe. Kalau nggak kerasa perih, ampuh koe. Tapi kalau nggak pedih jangan terus nantang corona lho, rasah kakehan atraksi.

Ketika nanti ketemu teman-temanmu (akhirnya!) setelah wabah corona ini berakhir, mereka akan pada gondrong. Ada yang jadi gondrong macam Limbad, ada yang malah rambutnya poni lempar. Gondrong akan jadi gaya rambut yang paling banyak dimiliki pria di dunia ketika wabah berakhir.

Selain menjadikan bumi bernafas sedikit karena kegiatan manusia yang berkurang secara signifikan, wabah corona menjadikan manusia (terpaksa) menjadi gondrong. Dulu, orang gondrong menjadi perhatian karena terlihat berbeda, sekarang gondrong malah menjadi norma (asheek).

Bagi kalian yang punya keterampilan mencukur rambut, keterampilan lho ya, nggak asal menggunduli, kalian bisa buka jasa potong rambut dadakan setelah wabah virus corona berakhir. Itung-itung nambah pemasukan, siapa tahu justru menemukan passion di situ. Apapun yang ditekuni itu bisa memberi hasil lho, Bro.

BACA JUGA Yasonna Laoly Revisi PP: Mencegah Penularan Apa Menolong Teman? Dan juga artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 2 Juli 2020 oleh

Tags: virus corona
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

jacinda ardern selandia baru melawan wabah corona keberhasilan resep tips langkah mojok.co
Pojokan

4 Hal Penentu Keberhasilan (Sementara) Selandia Baru Melawan Virus Corona

1 Juni 2020
es teh es kopi reshuffle kabinet gibran rakabuming adian napitupulu erick thohir keluar dari pekerjaan utusan corona orang baik orang jahat pangan rencana pilpres 2024 kabinet kenangan sedih pelatihan prakerja bosan kebosanan belanja rindu jalan kaliurang keluar rumah mudik pekerjaan jokowi pandemi virus corona nomor satu media kompetisi Komentar Kepala Suku mojok puthut ea membaca kepribadian mojok.co kepala suku bapak kerupuk geopolitik filsafat telor investasi sukses meringankan stres
Kepala Suku

Obrolan Utusan Manusia dengan Utusan Corona

31 Mei 2020
Jokowi virus corona pandemi corona presiden tidak tegas MOJOK.CO
Rerasan

Pak Jokowi, Presiden Iku Ora Bedo Koyo Guru, Mbok Sing Teges

17 Mei 2020
bundesliga jerman jokowi virus corona MOJOK.CO
Balbalan

Bundesliga Menjadi Tamparan Keras Untuk Jokowi dan Para Pembantunya

16 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Salat tarawih 8 rakaat di masjid 23 rakaat. Siasat mengejar sunnah di tengah lelah MOJOK.CO

Tarawih 8 Rakaat di Masjid yang Jemaahnya 23 Rakaat, Ganggu karena Pulang Dulu tapi Jadi Siasat Mengejar Sunnah di Tengah Lelah

19 Februari 2026
Mila Sejahtera Bus Sialan, 15 Jam Disiksa Berakhir Demam MOJOK.CO

Rangkaian Penderitaan Naik Bus Mila Sejahtera dari Jogja Menuju Jember: Disiksa Selama 15 Jam, Berakhir Demam Tinggi dan Diare. Sialan!

19 Februari 2026
Lapangan Padel di Jakarta Selatan bikin Stres Satu Keluarga. MOJOK.CO

Nestapa Tinggal di Perumahan Elite Jakarta Selatan Dekat Lapangan Padel, Satu Keluarga Stres Sepanjang Malam

19 Februari 2026
pertamina bikin mudik lewat jalan tol semakin mudah.MOJOK.CO

Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access

20 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Jakarta membunuh nurani kemanusiaan MOJOK.CO

Jakarta Kota “Pembunuh” Nurani: Orang Jatuh malah Ditekan, Lebih Ringan Beri Makan Anak Kucing ketimbang Anak Manusia yang Kelaparan

16 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.