Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Foto Amien Rais, Prabowo, dan Habib Rizieq Hilang di Instagram? Ini Solusinya!

Redaksi oleh Redaksi
4 Juni 2018
A A
foto amien rais dihapus
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selepas mempublikasikan foto Amien Rais, Prabowo, dan Habib Rizieq Shihab di Instagram, akun @amienraisofficial harus menelan pil pahit kekecewaan: pihak Instagram menghapus sepihak foto tersebut. Ih, kenapa, sih??? 

Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Habib Rizieq Shihab yang terjadi di Mekah tempo hari sempat mencuri perhatian publik. Dalam pertemuan yang terjalin di bawah suasana akrab tersebut, tampaknya ketiga tokoh utama kita ini berbincang cukup pribadi sekaligus mengusung topik politis, khususnya bicara soal rencana koalisi Gerindra, PAN, PKS, PBB, serta partai-partai berbasis Islam lainnya. Kalau disederhanakan, mungkin “partai-partai lainnya” ini merujuk pada kelompok-kelompok yang dianggap Amien Rais layak menjadi “Partai Allah”.

Sebagaimana manusia-manusia zaman kini yang berbekal handphone dan media sosial, pertemuan akrab ini diabadikan dalam sebuah foto, kemudian diunggah melalui akun @amienraisofficial. Mulanya, semua berjalan normal dan biasa saja, sampai tiba-tiba terjadilah suatu goncangan dahsyat: foto pertemuan mereka mendadak dihapus oleh pihak Instagram!

Sontak, kekecewaan muncul. Pihak PAN pun segera meminta konfirmasi langsung dari Instagram atas tragedi kehilangan digital ini. Lagi pula, kok bisa-bisanya fotonya hilang? Apa, sih, salah mereka? Itu kan foto Amien Rais yang diambil jauh-jauh dari Mekah :((((

Sementara itu, dalam akun @amienraisofficial, admin akun tersebut telah menerbitkan sebuah post terbaru.

https://www.instagram.com/p/BjkhA7-AebV/?taken-by=amienraisofficial

FYI, akun tadi tidaklah dikelola oleh Amien Rais pribadi, melainkan oleh anak-anak beliau serta beberapa anak muda yang dekat dengan mereka. Dengan kata lain, akun tersebut bukanlah akun gelap yang asal comot foto orang lain dan memang berpotensi dihapus kontennya oleh Instagram.

Lalu, apa kata Instagram?

Dilansir dari Detik.com, pihak Instagram telah menyatakan penghapusan foto Amien Rais dkk tersebut bukanlah hal yang sengaja dilakukan oleh mereka. Ya ngapain juga mereka ikut-ikutan tercebur dalam drama politik dengan sentimen agama, ya kan? Malah, mereka memperkirakan hal ini terjadi karena laporan pengguna Instagram lainnya.

Kami ulangi: “…memperkirakan hal ini terjadi karena laporan pengguna Instagram lainnya.”

Tapi sebenarnya, apa yang membuat seseorang melaporkan sebuah konten di Instagram? Setidaknya, ada dua alasan besar yang bisa dipilih pengguna Instagram ketika ia memutuskan menekan tombol “Laporkan”, yaitu: 1) konten berupa spam; atau 2) konten merupakan sesuatu yang tidak pantas. Lebih lengkapnya, berikut adalah klasifikasi aduan pelaporan konten yang bisa dipilih pengguna Instagram untuk dikirim ke pihak Instagram:

  1. I just don’t like it,
  2. nudity or pornography,
  3. hate speech or symbols,
  4. violence or threat of violence,
  5. sale or promotion of firearms,
  6. sale or promotion of drugs,
  7. harassment or bullying,
  8. intelectual property violation, atau
  9. self injury.

Bukan hanya Instagram, sistem report konten ini bisa juga ditemui di media sosial lainnya. Meski beberapa orang dari pihak PAN maupun Persaudaraan Alumni (PA) 212 menanggapi masalah ini dengan enteng karena merasa “sudah biasa”, tak sedikit pula dari mereka yang kecewa. Untuk itu, Mojok Institute mencoba memberikan saran agar foto yang ter-publish tetap aman, jaya, dan sentosa, agar tidak membuat feed laman profil Instagram jadi tak seimbang:

  1. Kunci akun

Ya, membuat akun jadi public memang menguntungkan dalam hal pembagian informasi. Namun, dengan membuat akun jadi private, tentu kita bisa menyaring followers sekaligus memilih siapa saja yang bisa melihat konten yang kita bagikan, termasuk foto Amien Rais, Prabowo, dan Habib Rizieq tersebut.

  1. Pasang di Instagram Story

Instagram Story memang tak terlepas dari menu report yang disediakan oleh Instagram, tapi Instagram Story mengizinkan kita untuk meng-upload konten secara cepat, yaitu hanya 24 jam. Selain itu, jumlah penonton Instagram Story tentu lebih sedikit dibandingkan pengguna umum Instagram. Artinya, kemungkinan untuk me-report konten lebih kecil, apalagi orang-orang cenderung menikmati Instagram Story dengan cara tap-tap doang.

Iklan
  1. Nggak usah di-upload

Alih-alih menjadi foto konsumsi publik yang dikit-dikit di-report, lebih baik foto Amien Rais dkk tadi tak usah di-upload. Tenang, selalu ada jalan sampai foto ini bisa tersebar ke publik, kok. Toh, mereka bisa minta foto ini agar dimasukkan ke koran, tabloid, atau majalah dinding. Nggak perlulah kita dikit-dikit cekrek, dikit-dikit upload ke medsos, dan dikit-dikit minta like, share, dan subscribe… emangnya kita beauty vlogger???

Yah, sekalipun Amien Rais, Prabowo, dan Habib Rizieq bukanlah selebgram, ketiga orang ini ternyata menjadi sorotan tajam di Instagram. Padahal, rasanya baru kemarin dunia Instagram dihebohkan dengan putusnya jalinan cinta antara Abel Cantika dan Marco, serta seteru antara Gita Savitri dan lelaki bernama Helmi Akbar Wangsi.

Apa? Kamu nggak kenal Abel Cantika sama Gita Savitri? Makanya, jangan report-report mulu kerjaannya.

Hehe~

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2018 oleh

Tags: Amien RaisamienraisofficialHabib Rizieq ShihabInstagramkoalisi GerindaraPA 212panpartai allahpbbpertemuan di MekahPilpres 2019PKSprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita perintis bukan bocil pewaris yang lulus SMK langsung bayar utang keluarga, pecel lele di jogja, omzet pecel lele. MOJOK.CO

Dihina Tetangga dan Teman karena Cuma Kerja Kasar dan Menempati “Kosan Bedeng” di Jogja, padahal Penghasilan Rp30 Juta Sebulan hingga Mampu Kuliahkan Adik

15 Februari 2026
Orang desa ogah bayar pajak motor (perpanjang STNK) di Samsat MOJOK.CO

Orang Desa Ogah Bayar Pajak Motor (Perpanjang STNK), Lebih Rela Motor Disita daripada Uang Hasil Kerja Tak “Disetor” ke Keluarga

19 Februari 2026
Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja

Nongkrong di Coffe Shop Jogja Malam Hari, Rela Pulang Pagi demi Hindari Tukang Parkir

16 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
mie ayam Surabaya. MOJOK.CO

Mie Ayam Surabaya Buatan Pak Man, Tempat Saya “Berobat” setelah Lelah di Perantauan meski Pedagangnya Tak Ramah

20 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.