Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Elon Musk Tinggal di Rumah Kontrakan, Cocok Diangkat sebagai Duta Antiriba Internasional

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
3 Juli 2021
A A
elon musk
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gerakan antiriba membutuhkan patron yang populer dan punya keteladanan tinggi. Elon Musk adalah salah satu kandidat yang sangat kuat dalam hal ini. 

Elon Musk adalah orang super makmur. Manusia yang beberapa kali sempat menjadi orang terkaya di dunia itu punya total kekayaan sebesar 168,4 miliar dolar atau sekitar 2.434 triliun rupiah. Jumlah uang yang seandainya dibelikan lem glukol niscaya satu Indonesia lengket semua.

Namun, dengan segala kekayaannya itu, tak banyak yang tahu bahwa kini Elon Musk tinggal di sebuah rumah petak kontrakan Boca Chica, Texas. Lokasi rumah tersebut berada tak jauh dari fasilitas uji coba SpaceX.

Ketika saya mengatakan rumah petak tersebut dengan embel-embel “kontrakan”, saya tentu tak sedang bercanda. Elon memang mengontrak rumah tersebut dari SpaceX.

“Tempat tinggal utamaku benar-benar adalah rumah seharga 50 ribu dolar di Boca Chica, yang kusewa dari SpaceX. Rumah ini keren,” tulis Elon Musk melalui akun Twitternya beberapa waktu yang lewat.

Rumah berukuran 6 kali 6 meter tersebut dibikin oleh startup bernama Boxabl. Dengan ukuran yang hanya segitu, tentu tak banyak perabot yang bisa ditampung. Berdasarkan informasi gambar ruang dari Boxabl, diketahui bahwa rumah kontrakan yang ditempati oleh Elon hanya berisi satu ranjang, satu set ruang menonton televisi, kamar mandi, dan juga dapur. Semuanya hampir tanpa sekat.

Dari berbagai pernyataan, Elon Musk tampaknya amat menyukai rumah kontrakan yang ia tinggali itu.

Gaya hidup Elon yang lebih memilih untuk tinggal di rumah kontrakan ketika ia bisa saja membeli rumah mewah di mana pun ia ingin tanpa harus mengkhawatirkan Feni Rose bilang “Senin depan harga naik” tentu menjadi sebuah keteladanan tersendiri.

Kalau Elon bisa terus mempertahankan gaya hidupnya tersebut, maka rasanya tak butuh waktu lama sampai Elon bakal disanjung-sanjung dan bahkan dipuji sebagai pribadi yang andhap-asor dan sederhana utamanya oleh publik Indonesia selayaknya Mark Zuckerberg yang dipuji karena pakaiannya itu melulu.

Pada titik yang lain, Elon Musk juga punya kesempatan besar untuk dipoles menjadi duta anti riba internasional. Maklum, keputusannya untuk lebih memilih mengontrak rumah alih-alih membeli atau malah mengambil KPR memang sangat erat dengan gaya hidup banyak pegiat antiriba.

“Kalau memang belum punya uang buat beli mobil, ya pakai motor. Kalau memang belum punya uang buat beli rumah, ya ngontrak. Jalanin. Nikmati apa yang ada. Bersyukur, berdoa, sambil terus berikhtiar. Kita akan dimampukan.” Begitu kata banyak aktivis antiriba saat memberikan nasihat berharga tentang rumah.

Nah, gaya hidup ngontrak jika memang belum mampu beli rumah secara cash ini adalah gaya hidup yang amat dijunjung tinggi oleh para aktivis antiriba. Sayangnya, gaya hidup yang bagus ini belum menemukan patron yang cukup dahsyat. Karena itulah, kemunculan Elon Musk yang hadir dengan membawa gaya hidup ngontrak ini tentu menjadi hal yang amat menarik.

Di tangan Elon Musk, banyak hal yang pamornya biasa-biasa saja kemudian naik dengan amat pesan. Ingat, Bitcoin itu dulunya nggak semoncer sekarang, namun setelah Elon Musk ikut terjun dalam per-bitcoin-an, pamor mata uang kripto itu langsung melesat.

Nah, maka, ini saatnya bagi para aktivis antiriba untuk mulai menggaet Elon Musk sebagai tokoh inspiratif. Syukur-syukur kalau bisa membuatnya bersedia menjadi duta antiriba, niscaya akan ada banyak orang yang mulai belajar untuk menjauhi riba.

Iklan

Selama ini, popularitas gerakan antiriba yang bertautan simpul dengan gerakan-gerakan hijrah memang punya basis pengikut yang cukup besar, hal tersebut salah satunya karena peran para seleb yang ikut bergabung.

Kini, sudah saatnya gerakan hijrah ini menuju level yang baru, mengajak Elon Musk untuk bergabung juga. Ada keteladanan besar dalam diri Elon Musk yang bisa menjadi contoh bagi umat. Dan itu harus diperjuangkan.

Memang saat ini Elon Musk masih mengaku bahwa dirinya tidak beragama. Namun, ia tampaknya sedang mulai menuju fase yang lebih religius.

Ketika Bob Behnken dan Doug Hurley, dua astronot NASA akhirnya bisa kembali ke bumi dengan selamat usai menjalankan misinya beberapa waktu yang lalu dengan menggunakan pesawat kapsul milik SpaceX, Elon Musk mengaku bahwa dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.

Nah, hanya tinggal menunggu waktu sampai Elon mendapatkan hidayah dari Tuhan. Kalau sampai ia pada akhirnya masuk Islam, maka sempurna sudah. Bukan hanya gerakan hijrah berpotensi punya duta antiriba yang dahsyat dan mumpuni, umat Islam Indonesia sebagai basis gerakan hijrah dan antiriba pun bisa ikut terangkat.

Hanya tinggal menunggu pula waktu sampai Erling Haaland bisa menjadi ketua Pemuda Muhammadiyah cabang Norwegia, atau Jack Ma menjadi pengurus PCNU cabang Tiongkok, dan Kate Midddleton menjadi Ketua Fatayat NU Inggris.


BACA JUGA Ketika Elon usk Berambisi Membangun Koloni Kehidupan di Mars dan artikel AGUS MULYADI lainnya.

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2021 oleh

Tags: antiribaelon muskrumah
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co
Ragam

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
Kesedihan perantau yang merantau lama di Surabaya dan Jakarta. Perantauan terasa sia-sia karena gagal menghidupi orang tua MOJOK.CO
Ragam

Rasa Gagal dan Bersalah Para Perantau: Merantau Lama tapi Tak Ada Hasilnya, Tak Sanggup Bantu Ortu Malah Biarkan Mereka Bekerja di Usia Tua

29 Januari 2026
Makin ke sini pulang merantau dari perantauan makin tak ada ada waktu buat nongkrong. Karena rumah terasa amat sentimentil MOJOK.CO
Ragam

Pulang dari Perantauan: Dulu Habiskan Waktu Nongkrong bareng Teman, Kini Menghindar dan Lebih Banyak di Rumah karena Takut Menyesal

12 Desember 2025
Guru tak pernah benar-benar pulang. Raga di rumah tapi pikiran dan hati tertinggal di sekolah MOJOK.CO
Ragam

Guru Tak Pernah Benar-benar Merasa Pulang, Raga di Rumah tapi Pikiran dan Hati Tertinggal di Sekolah

8 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026
Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026
Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.