Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Daftar Kesalahan yang Umum Terjadi ketika Baru Ganti Tahun

Prima Sulistya oleh Prima Sulistya
1 Januari 2020
A A
Tahun Baru di Jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi - Mereka yang Memilih Menyingkir dari Keramaian Jogja saat Libur Nataru (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Doa tahun baru jelas bagus-bagus, resolusinya dahsyat, semangat perubahannya nauzubillah. Tapi, percayalah, baru juga sehari tahun baru dimulai, kesalahan-kesalahan sudah mulai dibuat.

Pertama, kita pasti masih kagok nulis tahun. Karena terbiasa nulis 2019, jadi lupa untuk nulis 2020. Mungkin karena saking banyaknya angka yang harus kita hafal di kehidupan sehari-hari, perkara sepele macam menulis tahun pun butuh pembiasaan sebulan sampai dua bulan.

Bahkan tidak cuma itu, saya sering menjumpai orang kepeleset menulis tahun lahir menjadi tahun saat ini. Misalnya lahir 11 Januari 1995, kok ya nulisnya 11 Januari 2019. Mau dibilang pikun, kok masih muda. Mau dibilang muda, kok ya pikun.

Soal kebiasaan ini membuat saya jadi ingat momen sewaktu masih kuliah. Di kampus saya, dua angka pertama nomor induk mahasiswa (NIM) menggunakan kode tahun. Sialnya, angkatan saya adalah angkatan tahun 2008 sehingga NIM kami dimulai dengan angka “08…”.

Makin sialan karena kode fakultas kami yang jadi angka ketiga adalah angka “2”. Jadilah NIM saya 082xxxxxxxx.

Yang terjadi kemudian, ketika masa daftar ulang, kemudian ospek, dan disusul awal-awal perkuliahan, banyak sekali mahasiswa pengguna kartu Telkomsel yang harusnya menulis NIM, tapi kepeleset jadi nulis nomor telepon.

Jadi, mulailah tahun baru dengan latihan mengingat bahwa satu dekade telah berlalu, ini sudah 2020, dan kamu sudah semakin tua untuk bertingkah cengengesan.

Kedua, mengulur-ngulur waktu untuk memulai pelaksanaan resolusi dengan senjata “Besok aja lah”. Sebab, penguluran pertama akan berbuah penguluran kedua dan Juni nanti kamu ngetwit, “Nggak kerasa 2020 tinggal 6 bulan.” Ya apa-apa nggak bakal kerasa kalau tiap hari passion-nya rebahan mulu.

Kita harus sadar, dalam rencana atau resolusi, yang kita tulis adalah tujuan yang hendak dicapai dan isinya kerap kali terasa manis saat dibaca. Makanya, menuliskan rencana atau resolusi biasanya sangat menyenangkan.

Tapi, kan sudah hukum alam, untuk mendapatkan hal-hal indah, kerja-kerja yang harus dikerahkan adalah kebalikannya sama sekali. Mau punya badan atletis, harus berhenti makan nasi padang. Mau kaya, harus kerja 12 jam sehari. Mau jadi kayak Nia Ramadhani, dicaci maki teman-teman segrup WhatsApp. Mau nikah sama dia, harus berani mendapat risiko ditolak saat nembak.

Jangan-jangan, Kawan, hal pertama yang harus ditempatkan paling atas dalam daftar resolusimu adalah “Jangan menunda-nunda pekerjaan”.

Ketiga, belum-belum sudah jadi orang goblok yang ketika naik kendaraan melewati jalanan berair, malah ngebut. Ini bukan kesalahan-tahun-baru, perilaku sejenis lebih pantas disebut kegoblokan-tahun-baru.

Di musim hujan dan banjir seperti ini, segala umpatan dan makian pantas dilayangkan kepada pemerintah, tukang buang sampah sembarangan, dan pengendara tipe tadi. Dia pikir cuma dia orang paling terburu-buru di dunia ini? Kok bisa-bisanya melintasi jalanan basah tanpa peduli bahwa sepeda motor atau mobilnya akan mencipratkan air ke kanan kiri.

Bagi semua pengendara motor, sepeda, dan pejalan kaki yang pernah basah kuyup oleh air comberan karena kegoblokan model ini, Mojok bersama kalian. Dan jika Anda adalah salah satu orang yang suka motoran pating waton kayak gitu, sudah, setop aja baca Mojok. Kami terlalu malu punya pembaca kayak kalian.

Iklan

BACA JUGA Lima Jenis Orang Goblok yang Bisa Anda Temui saat Antre di SPBU atau artikel sambat lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 1 Januari 2020 oleh

Tags: 2020ganti tahunmenulis tahunTahun Baru
Prima Sulistya

Prima Sulistya

Penulis dan penyunting, tinggal di Yogyakarta

Artikel Terkait

Barongsai di bandara saat imlek. MOJOK.CO
Hiburan

Semangat Tahun Kuda Api bikin Trafik Penumpang Milik InJourney Melambung 10 Persen Saat Imlek 2026

19 Februari 2026
Imlek 2026 di Candi Prambanan dan Candi Borobudur. MOJOK.CO
Kilas

Tahun Kuda Api Imlek 2026: Mencari Hoki Lewat Kartu Tarot di Antara Kemegahan Prambanan dan Borobudur

15 Februari 2026
Dari Jogja ke Solo naik KRL pakai layanan Gotransit dari Gojek yang terintegrasi dengan GoCar. MOJOK.CO
Liputan

Sulitnya Tugas Seorang Influencer di Jogja Jika Harus “Ngonten” ke Solo, Terselamatkan karena Layanan Ojol

1 Desember 2025
Tahun Baru di Jogja.MOJOK.CO
Ragam

Mereka yang Memilih Menyingkir dari Keramaian Jogja saat Libur Nataru

27 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

26 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh Petani adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani MOJOK.CO

Menjadikan Tengkulak Sebagai Musuh adalah Gagasan Konyol yang Nggak Akan Sejahterakan Petani

2 Maret 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.