Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cara Ospek Tanpa ‘Ospek’ dan Saran buat Kakak Tingkat Biar Senioritas Nggak Menggila

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
14 Juli 2021
A A
ilustrasi Cara Ospek Tanpa 'Ospek' dan Saran buat Kakak Tingkat Biar Senioritas Nggak Menggila mojok.co

ilustrasi Cara Ospek Tanpa 'Ospek' dan Saran buat Kakak Tingkat Biar Senioritas Nggak Menggila mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ospek dan senioritas itu setali tiga uang. Padahal ada cara ospek yang tanpa ‘ospek’ lho. Mahasiswa baru gembira, kakak tingkat lega.

Potongan chat grup WhatsApp dari seorang kakak tingkat kepada mahasiswa baru itu agak meresahkan. Dalam pesan itu kakak tingkat seolah-olah lagi praktik senioritas, mengancam adik kelas biar nggak bolos rangkaian kegiatan gathering dengan embel-embel bakal nggak diluluskan magang dan dicuekin dosen. Padahal simpel, kalau mau bikin adik tingkatnya nggak bolos, ya bikin acara yang bagus lah!

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan kakak tingkat tanpa harus praktik senioritas dengan cara usang bentak-bentak. Memberikan rasa takut berlebihan justru bikin hubungan antara senior dan junior makin renggang. Konon ada dua cara untuk mengambil hati mahasiswa baru, pertama dengan tekanan dan ketakutan, kedua dengan rangkulan. Dalam hal ini kita nggak usah berdebat, jelas lebih enak pakai cara kedua.

Gathering online juga bisa seru, asal interaktif

Berhubung suasananya masih nggak memungkinkan, kakak tingkat bisa mengadakan gathering online. Lalu gimana caranya biar tetap seru? Ya sudah, bikin konsep yang menarik, acaranya dibuat interaktif, beri kesempatan kepada mahasiswa baru atau adik tingkat buat ngobrol, ngomong, perkenalan, kalau perlu atraksi sulap sekalian. Gitu aja kok repot.

Bersosialisasilah layaknya teman, biar nggak terkesan senioritas

Salah satu redaktur senior Mojok yang memang sudah angkatan “senior” juga mengatakan bahwa kampusnya, salah satu kampus swasta ciamik di Yogyakarta, sudah meninggalkan kebiasaan ospek plonca-plonco sejak lama. Nggak ada lagi lah acara bentak-bentak, nggak ada juga PR suruh bawa sayur ketek naga padahal maksudnya sayur asem, nggak ada juga baris berbaris lalu muhassabah sampai nangis. Yang ada justru pengenalan kampus, ke perpus, dan tentu saja gitaran bareng.

Bersosialisasi layaknya teman begini memang jauh lebih gayeng dibandingkan fafifu wasweswos soal pendisiplinan, latihan mental, dan alasan “dulu kakak juga digituin kok sama senior”. Ya kali lu pikir ospek ini ajang balas dendam. Ingat nih, kata-kata dari Mas Zen RS.

Dendam itu serupa kaktus dengan duri-duri yang bukan mencuat ke luar, tapi merambat ke dalam.

— Zen RS (@zenrs) May 11, 2015

Apa nggak capek melakukan hal-hal tidak penting?

Esensi ospek sebenarnya pengenalan kan? Lantas, ngapain dibikin ribet dengan menyuruh mahasiswa baru pakai atribut yang nantinya bakal jadi sampah, menyuruh mahasiswa baru tunduk dan nurut sama senior? Sampai-sampai kelulusan ospek saja jadi bahan pertimbangan dan persyaratan administrasi kampus. Kalau saya boleh bilang, sebagian besar ospek yang saya ikuti ketika kuliah dulu, hampir semuanya nggak terpakai. Saya pakai caping dan atribut aneh-aneh, nggak masuk akal. Besoknya suruh bikin tugas yang harus ditulis tangan, duh padahal bikin skripsi aja ngetik.

Sebab penasaran, saya sampai menanyakan perihal ospek kepada sepupu saya yang menempuh kuliah di Frankfurt. Katanya, “Seingatku sih, di kampusku nggak ada ospek.” Sempat nggak percaya, saya kemudian mengejarnya dengan pertanyaan seputar acara pengenalan kampus. Ternyata blio menjawab, “Ada.” Sungguh definisi ospek bagi sebagian orang itu bukan lagi sebuah acara pengenalan kampus. Ospek yang mengkhianati esensi keberadaannya sendiri.

Bagi sepupu saya, pengenalan kampus itu mengasyikkan. Jalan-jalan keliling gedung sampai perpus, lalu berkenalan sama tenaga pengajar. Acara itu kemudian ditutup dengan makan bersama. Di hari terpisah, mereka juga mengadakan tour ke tempat-tempat wisata seru di Frankfurt. Semacam study tour yang dilakukan di awal tahun. Ya, saatnya kalian iri.

Saran aja sih buat kakak tingkat yang masih bernafsu buat praktik senioritas. Yang kalian lakukan itu nggak berguna,baik bagi maba maupun buat diri kalian sendiri. Lha emang dapat apa selain kepuasan yang semu? Mending tenaganya dipakai buat yang-yangan biar tenteram. Siapa tahu kalian marah-marah karena kurang pelukan.

BACA JUGA Ospek Itu Bisa Menyenangkan Kok, Ini Contohnya dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2021 oleh

Tags: kakak tingkatmahasiswa baruOspeksenioritas
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO
Sekolahan

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026
Penyesalan ikuti kata kating/senior kampus yang aktif organisasi mahasiswa. Ngopa-ngopi dan diskusi, lulus tak punya skill MOJOK.CO
Kampus

Muak sama Kating Kampus yang Suka Ajak Ngopa-ngopi, Cuma Bisa Omong Besar tapi Skill Kosong!

24 September 2025
Apes berteman dengan mahasiswa manipulatif. Mahasiswa dengan biaya hidup Rp500 ribu seminggu malah poroti yang sakunya Rp800 ribu perbulan MOJOK.CO
Ragam

Apes Berteman sama Mahasiswa Manipulatif: Biaya Hidup Rp800 Ribu Perbulan malah Diporoti yang Sakunya Rp500 Ribu Harus Habis Seminggu

5 September 2025
Orangtua berjuang beli laptop untuk anak yang kuliah di kampus negeri jogja, saat resmi jadi mahasiswa baru baru dijual karena gengsi MOJOK.CO
Ragam

Ortu Belikan Laptop demi Anak Jadi Mahasiswa Baru di Kampus Negeri, Malah “Dibuang” karena Murahan dan Termakan Gengsi

8 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026
Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat MOJOK.CO

Gus Ipul, Awas Kutukan Sepatu Hitam di Sekolah Rakyat 

11 Mei 2026
Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

4 Tipe Teman yang Sebaiknya Dilarang Menginap di Kos Kita: dari yang Cuma “Modal Nyawa”, hingga Teman Jorok tapi Tak Sadar Kalau Dia Jorok

6 Mei 2026
Kerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel): terlihat elite tapi Work Life Balance sulit MOJOK.CO

Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah

10 Mei 2026
Ketika Laki-laki Memakai V-neck, Dianggap Tebar Pesona dan Menentang Kodrat padahal Cuma Mau Modis MOJOK.CO

Ketika Laki-laki Memakai V-neck, Dianggap Tebar Pesona dan Menentang Kodrat padahal Cuma Mau Modis

5 Mei 2026
SMARAI rilis album "Semai" berisi tentang perjuangan hidup, salah satunya perjuangan guru honorer MOJOK.CO

Potret Himpitan Hidup Guru Honorer dalam Lagu “Optimis” di Album “Semai”, SMARAI Ajak Belajar Menghadapi Kesulitan dan Kegagalan

7 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.