Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Benar Apa Kata Seno Gumira, Kalau Kau Mengidolakan Seseorang, Jagalah Jarak Dengannya

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
27 Oktober 2019
A A
foto dengan idola mengidolakan artis penulis sastrawan tapi jangan terlalu akrab jangan terlalu dekat seno gumira ajidarma agus mulyadi puthut ea

foto dengan idola mengidolakan artis penulis sastrawan tapi jangan terlalu akrab jangan terlalu dekat seno gumira ajidarma agus mulyadi puthut ea

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Bedebah, urusan mengidolakan ternyata bisa segetir ini.

“Kalau kau mengidolakan seseorang,” kata Seno Gumira suatu kali, “Kau harus menjaga jarak dengannya.”

Nasihat yang agak aneh dari sastrawan kondang kaloka itu. Yang namanya mengidolakan seseorang ya pasti kita akan berusaha sedekat mungkin dengan yang kita idolakan, ya tho? Bukannya malah menjaga jarak. Namun kelak, nasihat yang bagi saya aneh itu ternyata masuk akal dan justru saya amini betul.

Merasa dekat dengan seseorang yang kita idolakan ternyata tidak semenyenangkan yang saya pikir. Ada semacam perasaan aneh yang justru membuat kadar “pengidolaan” tersebut berkurang perlahan.

Suatu ketika, saya pernah mengidolakan Puthut EA, penulis yang sekarang malah jadi kawan sekaligus bos saya itu. Dulu saat masih mengenalnya sekadar sebagai seorang cerpenis, saya begitu kagum dengan sosoknya. Betapa cerpen-cerpennya realis, mencengangkan, dan kerap punya kegetiran yang indah.

Kelak, saya kemudian diajak olehnya untuk ikut menulis di media yang ia dirikan, media yang sangat tidak mencerdaskan bangsa, media yang sekarang sedang Anda baca ini: Mojok.

Saya kemudian mulai kenal baik dengan Puthut EA dan mulai kehilangan jiwa-jiwa “pengidolaan” saya terhadapnya. Sebabnya simpel, semakin saya mengenalnya, maka semakin sering saya bertemu dengannya, semakin sering saya bercengkerama dengannya, dan kemudian, ia tak ubahnya seperti teman sendiri, yang saya tahu borok-boroknya, saya tahu kebiasaan-kebiasaan buruknya.

Sekarang, tiap kali ia menulis, sebagus apa pun tulisannya, saya selalu merasa gengsi untuk memuji tulisannya. Sebab di mata saya, ia bukan lagi idola saya, sekadar bos dan kawan yang kebetulan bisa menulis dengan baik.

Pada kesempatan yang lain, saya pernah mengidolakan sosok Prie GS. Ia penulis yang saya begitu takjub dan kagum dengan tulisan-tulisannya.

Kelak, keadaan membuat saya dan Prie GS saling follow di Twitter. Kami kerap bertukar sapa, sesekali saling mengguyoni dan menggoda.

Batas antara seorang fans dengan idolanya semakin kabur. Sekarang, kalau saya menonton Prie GS menjadi pengisi sebuah acara, saya merasa tidak perlu untuk meminta foto bareng beliau. Sebabnya ya itu tadi, saya sudah merasa ia bukan lagi idola saya karena saya sudah sering berinteraksi dengannya di Twitter.

Pengalaman yang paling jelas soal “kadar pengidolaan” saya tentu saja adalah soal Sheila on 7, band yang, saya sebagai seorang remaja ’90-an, pastilah mengidolainya.

Saya selalu merasa Sheila on 7 sebagai band yang nostaljik dan memorabel. Ia menghiasi masa-masa kecil dan remaja saya dengan lagu-lagunya. Keinginan untuk bertemu personel Sheila on 7 kemudian membuncah. Ingin sekali saya bertemu dan berfoto dengan mereka.

Namun kelak, saat saya kerja di Jogja, keadaan memaksa saya untuk bertemu sangat sering dengan mereka.

Iklan

Saya bekerja di sebuah warnet yang mana lokasinya berada di sebelah persis kios es kelapa muda di depan GOR UNY. Welhadalah, kios tersebut ternyata sering disambangi oleh Adam, bassist-nya Sheila itu. Maka mau tak mau saya jadi sering bertemu dengan Adam, dan kemudian merasa tak ada lagi yang spesial dari dirinya sebagai seorang personel Sheila on 7.

Saya juga kerap bertemu dengan Duta sang vokalis karena memang rumahnya tak terlalu jauh dengan tempat kontrakan saya.

Yang paling menggelikan tentu saja adalah tentang Eross.

Warung makan Padang langganan saya ternyata juga menjadi langganan Eross. Hal tersebut membuat saya harus siap dengan kondisi yang sangat aneh. Makan sebelahan sama Eross. Bayangkan, Anda makan di meja yang mana sebelah Anda adalah Eross, gitaris yang kondang kaloka itu, dengan meja di seberangnya adalah istri Eross yang sedang mengetet-etet telur dadar untuk anaknya.

“Pengalamanku lebih aneh lagi,” kata kawan yang juga sangat ngefans sama Sheila on 7.

“Apa?”

“Aku harus menerima kenyataan bahwa aku sering futsal sama Duta, dan kerap menjadi musuhnya,” ujarnya. “Bayangkan, kamu bermain dan mengalahkan tim yg mana ada Duta di dalamnya. Mengalahkan orang yang  lagu-lagunya sering kamu putar di playlist Spotify-mu.”

Kami berdua terdiam. Bedebah, urusan mengidolakan ternyata bisa segetir ini.

BACA JUGA Pilpres Mengingatkan Saya pada Kenangan Sunat Masa Kecil atau artikel Agus Mulyadi lainnya.

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2019 oleh

Tags: dutaerossidolaseni gumirasheila on 7
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)
Esai

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Studio Alamanda: Mesin Penghasil Band Legendaris dari Jogja MOJOK.CO
Esai

Legenda Studio Alamanda Jogja: Ketika Sheila on 7 dan Endank Soekamti Jadi Pemuda Kampung Biasa

22 Oktober 2025
Sheila on 7 Legenda yang Sederhana, Bikin Fans Merasa Dekat MOJOK.CO
Esai

Sheila on 7 Menjadi Legenda Bukan Hanya karena Musik, tapi Juga Fashion Mereka yang Sederhana dan Membuat Fans Merasa Dekat

16 Juli 2025
Hal-hal riang di bawah panggung JVWF Music Fest 2025 di Jogja yang hadirkan HIVI! hingga Sheila on 7 MOJOK.CO
Kilas

Sheila On 7, HIVI!, dan Suasana Riang di Bawah Panggung JVWF Music Fest 2025

14 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Mahasiswa KKN di desa

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.