Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Era 4.0 yang Serba Tech Savvy Memengaruhi Cara Kita Balas Dendam

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
8 Januari 2020
A A
balas dendam di era 4.0 jaman sekarang ngehack akun bikin thread edit wikipedia pacaran berantem stalking mojok.co

balas dendam di era 4.0 jaman sekarang ngehack akun bikin thread edit wikipedia pacaran berantem stalking mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kalau dulu ketika punya masalah dan ingin balas dendam, selesai dengan tinju 5 jari. Sekarang kalau ada masalah cukup diselesaikan pakai jempol.

Orang kalau sudah marah, nalarnya sering mati. Ketika marah, otak kita kerjanya jadi lebih lambat daripada mulut dan tangan kita. Maka dari itu, kita lebih sering melihat orang ditinju secara spontan daripada orang berantem dengan perhitungan.

Jaman saya masih sekolah dulu, saya sering melihat teman saya berantem karena saling ejek. Sering juga saya lihat kakak kelas nyamperin ke kelas atau kamar kos dan menarik korban ke lapangan basket untuk berantem. Biasanya karena masalah cewek atau salah omong. Tipikal anak bau kencur jaman dulu lah, menyelesaikan masalah dengan tinju dianggap punya nilai lebih.

Tapi jaman sudah berubah, dan cara menyelesaikan masalah masa kini pun sudah berubah. Bagi yang sering main medsos, pasti sudah tidak asing dengan cara-cara balas dendam atau menyelesaikan masalah yang sering digunakan di masa kini.

Sekarang, kalau ada masalah atau mau balas dendam, orang sering membuat utas tentang masalah tersebut. Contoh masalah yang lagi rame adalah utas tentang Jenny dan permasalahan dengan tour agent-nya. Masalah yang dibahas dalam utas beragam, mulai dari utang piutang, penipuan, bahkan masalah dikhianati mantan pasangan. Pokoknya ketika muncul utas dengan screenshot percakapan, di situlah keributan berada.

Cara tersebut kurang bijak, tapi terkadang orang bikin utas karena sudah mbededeg dengan lawannya. Tapi kalau utasmu adalah tentang kejelekan mantan sih menurutku kok wagu, kalian yang pacaran, sedunia yang suruh mumet.

Ada juga orang yang balas dendam dengan bikin akun palsu lalu meneror lawannya. Cara ini paling pengecut, menurut saya. Biasanya ketika ada masalah, tiba-tiba ada akun bodong yang memberi teror atau sekadar stalking medsos. Terkesan kurang kerjaan, tapi serius ada orang kayak gini, dan banyak.

Ini pernah terjadi ke orang terdekat saya, yaitu pacar saya.  Pacar saya sering menemukan akun tanpa foto stalking akun Instagramnya. Ternyata itu kerjaan teman-teman mantan pacarnya yang terhasut omongan mantannya pacar saya. Saya mencoba menyelesaikan dengan tinju ngobrol baik-baik tapi belum apa-apa dia udah minta maaf duluan. Nggak jadi salam olahraga deh.

Ada lagi cara balas dendam yang dilakukan di era 4.0, yaitu dengan hacking akun sosmed. Paling sering yang jadi sasaran itu cewek, dan pelakunya ya mantan pacarnya. Biasanya akun yang diretas itu berakhir dengan dihapus atau sekedar dilihat isi pesan yang ada di akun tersebut. Kadang juga pada minta pulsa atau bikin postingan yang aneh-aneh macam “Aku bokernya kayang lho”.

Semua cara di atas tidak bisa diberi pembenaran sama sekali. Ketika kalian memiliki masalah atau dendam, sebisa mungkin temui lawanmu dan ajak dia bicara. Utarakan semua masalah kalian dan kalian yang tentukan sendiri bagaimana cara menyelesaikannya. Kalau sudah begini, kalian mau antem-anteman­ ­sampai remuk pun bebas.

Daripada meretas akun, meneror, mengedit laman Wikipedia, atau membuat utas yang berakibat sedunia tahu masalah yang awalnya cuma di antara kalian, kan mending dibicarain. Mau baik-baik boleh, mau nggak baik-baik, terserah.

Tapi kalau habis saya ngomong gitu kalian bales ngomong, “Masalahnya bukan tentang cara mana yang lebih baik, cuma sepet aja ngeliat doi yang bikin kotor mata,” saya juga nggak bisa ngebantah sih.

BACA JUGA Kebakaran Lahan di Australia: Kehancuran di Depan Mata, Tak Perlu Menunggu PD III dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2020 oleh

Tags: 4.0balas dendam
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Kisah Kelam Korban Bullying yang Balas Dendam Jadi Orang Baik. MOJOK.Co
Geliat Warga

Kisah Kelam Korban Bullying yang Balas Dendam Jadi Orang Baik

25 April 2023
ilustrasi Uang Habis buat Beli Barang Impian Masa Kecil Adalah Balas Dendam Paling Menyenangkan mojok.co
Pojokan

Uang Habis buat Beli Barang Impian Masa Kecil Adalah Balas Dendam Paling Menyenangkan

20 Juni 2021
es krim vienetta
Pojokan

Harga Es Krim Viennetta Sekarang Tak Mahal-Mahal Amat, Saatnya Balas Dendam

9 April 2020
ghosting pacaran menghilang tak bisa dikontak cara balas dendam cara menghadapi tips mojok.co
Pojokan

Balas Dendam Terbaik ke Pacar yang Ghosting

12 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

31 Januari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026
Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026
Benarkah Keturunan Keraton Jogja Sakti dan Bisa Terbang? MOJOK.CO

Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

30 Januari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.