Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Alasan Warlok Sleman Malas Berwisata ke Kaliurang

Kenia Intan oleh Kenia Intan
2 Oktober 2025
A A
Alasan Warlok Sleman Malas Berwisata ke Kaliurang Mojok.co

Alasan Warlok Sleman Malas Berwisata ke Kaliurang (wikipedia.org)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Aksesnya ramai minta ampun, terutama di akhir pekan dan musim liburan

Tentu saja kawasan wisata yang ramai di akhir pekan atau musim liburan adalah kabar baik. Artinya, orang-orang dengan senang hati akan mengeluarkan uang. Roda ekonomi akan berputar di kawasan wisata dan sekitarnya. Di tengah kondisi ekonomi yang sedang carut-marut, ramainya kawasan wisata jelas jadi hal yang patut dirayakan. 

Akan tetapi, bagi warga lokal, biarlah wisatawan dari luar daerah yang menikmati Kaliurang di momentum terlebih dahulu. Sebab, rasanya nggak sanggup melihat jalanan Kaliurang yang ramainya minta ampun di saat akhir pekan maupun libur panjang. 

Bayangkan saja kendaraan kalian mesti bersaing dengan mobil dan bus di Jalan Kaliurang yang tidak terlalu lebar itu. Memang ada akses lain untuk ke sana, tapi kebanyakan tidak selebar Jalan Kaliurang. Jalan alternatif pun juga padat saat akhir pekan atau libur panjang. 

Akses ke sana hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi 

Minimnya akses transportasi umum ke Kaliurang jadi satu hal yang sangat disayangkan. Tidak hanya oleh wisatawan, tapi juga warga lokal. Sebab, tidak semua warlok punya kendaraan pribadi. Selain itu, transportasi umum akan sangat membantu mereka yang rumahnya jauh, tapi pengin berwisata ke Kaliurang. Mereka tidak perlu capek-capek nyetir kendaraannya. 

Ada sih kendaraan umum berupa TransJogja, tapi kendaraan ini hanya melayani hingga Pasar Pakem. Sementara Pasar Pakem ke jantung kawasan Kaliurang masih jauh, kurang lebih 8 km atau sekitar 16 menit menggunakan kendaraan. Konon katanya ada angkutan yang mengangkut dari Pasar Pakem hingga pusat Kaliurang, tapi nasibnya entah bagaimana sekarang. 

Padahal, dahulu, ada transportasi umum yang melayani hingga pusat kawasan Kaliurang. Namanya bus baker. Saking ikoniknya, bus ini begitu dirindukan oleh warlok. Salah satu tulisan Mojok pernah membahasnya dalam tulisan berjudul Mengenang Bus Baker yang Legendaris: Andalan Warga Jogja Buat Mengarungi Kaliurang yang Kini Tinggal Nama. Seandainya bus itu “bangkit” kembali, pasti akan banyak orang memanfaatkannya. 

Itulah beberapa alasan yang membuat warlok, termasuk warlok Sleman, malas berwisata ke Kaliurang. Sebenarnya bukan objek wisatanya yang nggak menarik atau bikin malas. Kawasan wisata di Kaliurang justri bisa beradaptasi dengan zaman. Misalnya, semakin banyak ditemui kafe estetik hingga minizoo. 

Hanya saja, tempat wisata tidak bisa berdiri sendiri. Ia tetap perlu didukung serentet faktor yang membuat orang-orang wisatawan memutuskan berkunjung atau tidak. Sayangnya, faktor itu tidak dimiliki Kaliurang. 

Apakah itu kemudian membuat kawasan wisata ini tidak layak untuk dikunjungi? Tentu saja tidak, kawasan wisata ini tetap saja primadona, apalagi bagi wisatawan atau orang yang belum pernah ke sana.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Penjaga Warung Madura Membeberkan 5 Hal Sepele yang Menentukan Kesuksesan Warung dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN. 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 Oktober 2025 oleh

Tags: Kaliurangslemantaman wisata kaliurangwarga lokalwarlok
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Jogja macet saat mudik Lebaran
Urban

Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja

9 Maret 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co
Pojokan

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres

Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

19 April 2026
Cuci baju di laundry konvensional bikin kapok MOJOK.CO

Cuci Baju di Laundry Konvensional Lama-lama bikin Kapok, Bikin “Boncos” karena Baju Rusak dan Hilang Satu Persatu

15 April 2026
Purwokerto .MOJOK.CO

Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”

18 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Ribetnya punya mobil di desa. Bisa menjadi musuh masyarakat perkara parkir. Rawan jadi korban iseng bocil-bocil nakal MOJOK.CO

Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil

15 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.