Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja

Kenia Intan oleh Kenia Intan
26 Maret 2026
A A
3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja Mojok.co

3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja (wikipedia.org)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di atas kertas, Stasiun Lempuyangan memang masih berada di bawah Stasiun Tugu Jogja. Lempuyangan yang terletak di kawasan Bausasran diklasifikasikan sebagai stasiun besar tipe B, sementara Stasiun Tugu Jogja sudah masuk kategori stasiun besar tipe A. Dengan klasifikasi tersebut, wajar jika Stasiun Tugu Jogja dirancang untuk melayani jumlah penumpang yang lebih besar serta didukung fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan Stasiun Lempuyangan.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, ada orang-orang yang lebih gemar naik atau turun di Stasiun Lempuyangan daripada Stasiun Tugu. Bukan karena terpaksa, mereka sengaja memilihnya karena menemukan kenyamanan tersendiri di tengah Lempuyangan yang kadang ruwet

Sebenarnya stasiun yang ruwet

Sulit dimungkiri, pada waktu-waktu tertentu Stasiun Lempuyangan bisa terasa sangat ruwet, terutama saat peak season. Ukurannya yang tidak sebesar Stasiun Tugu Jogja membuat arus penumpang, baik yang hendak berangkat maupun yang baru tiba, terlihat begitu padat dan menumpuk.

Belum lagi soal akses. Untuk mencapai stasiun ini memang dibutuhkan kesabaran ekstra, terutama di jam-jam sibuk. Akses utama menuju Stasiun Lempuyangan melalui Jalan Lempuyangan yang satu arah dan kerap dipadati kendaraan. Di ruas jalan yang sama, penumpang yang datang dan pergi bercampur, karena jalur masuk dan keluar stasiun berada di titik yang sama.

Tak heran, dalam kondisi seperti itu, kemacetan sering sulit dihindari. Bahkan, seorang teman saya pernah hampir tertinggal kereta karena terjebak macet di akses menuju stasiun.

Akan tetapi, di tengah berbagai kekurangan itu, beberapa orang memilih naik dan turun di stasiun ini. Keputusan ini diambil secara sadar karena Stasiun Lempuyangan memang lebih unggul dibanding beberapa hal. 

#1 Bisa lebih dahulu dapat kursi KRL Jogja-Solo

Bagi para penglaju Jogja–Solo, Stasiun Lempuyangan punya tempat tersendiri. Bukan tanpa alasan, stasiun ini sering jadi “siasat” untuk mendapatkan kursi saat bepergian dari Jogja ke Solo. Caranya, mereka memilih naik KRL dari arah Solo yang berhenti di Lempuyangan, bukan dari Tugu. Perlu diingat, ini berlaku untuk kereta yang datang dari Solo menuju Jogja, ya, bukan sebaliknya.

Dengan cara ini, peluang mendapatkan tempat duduk jadi lebih besar. Sebab, KRL dari arah Solo yang berhenti di Lempuyangan akan melanjutkan perjalanan ke Stasiun Tugu. Di sinilah biasanya banyak penumpang dari Solo turun, sehingga kursi mulai kosong. Setelah itu, barulah KRL di Stasiun Tugu kembali mengangkut penumpang yang hendak menuju Solo.

Tenang saja, meskipun terlihat seperti “memutar”, jarak antara Stasiun Lempuyangan dan Tugu sangat dekat dan ditempuh langsung tanpa berhenti di stasiun lain. Artinya, siasat itu tidak memerlukan waktu lama dan energi besar.  Menurut saya, trik ini layak untuk dicoba. Dengan mengorbankan sedikit waktu dan energi, kalian bisa mengamankan kursi untuk perjalanan selama 1 jam ke depan.

#2 Parkiran motor Stasiun Lempuyangan tidak jauh

Berbeda dengan Stasiun Tugu Jogja, area parkir motor resmi di Stasiun Lempuyangan letaknya cukup dekat dengan gedung stasiun. Hanya berjalan kaki kurang dari lima menit, penumpang sudah bisa mencapai gerbang check-in kereta.

Sebaliknya, di Stasiun Tugu Jogja, lokasi parkir motor berada cukup jauh dari gedung utama. Penumpang yang memarkir kendaraan harus berjalan lebih jauh untuk sampai ke stasiun, itu pun masih harus waspada dengan mobil yang hilir mudik mencari tempat parkir.

#3 Kuliner sekitar Stasiun Lempuyangan menggoda

Percaya atau tidak, keberadaan kuliner enak di sekitar Stasiun Lempuyangan ini bisa menjadi alasan tersendiri bagi sebagian orang untuk memilih naik atau turun kereta di sini. Dan, kawasan sekitar Stasiun Lempuyangan banyak pilihan makanan enak. Salah satu tulisan Mojok pernah mengulasnya dalam 5 Kuliner Sekitar Stasiun Lempuyangan Jogja. Memang, ini tidak berkaitan langsung dengan perjalanan kereta, tetapi percayalah, poin ini cukup penting. 

Kuliner enak sekitar stasiun bisa jadi tempat kalian menunggu waktu boarding. Tempat-tempat ini juga bisa jadi tujuan ketika menginjakkan kaki di Jogja setelah perjalanan panjang. Mengisi perut dengan makanan enak jelas bisa jadi bekal sebelum pulang ke rumah atau ngulik Jogja lebih jauh. 

Itulah beberapa keunggulan Stasiun Lempuyangan dibandingkan Stasiun Tugu Jogja. Di atas kertas, dan dalam banyak hal, Stasiun Tugu memang masih lebih unggul. Namun, stasiun tipe B di Jogja ini tetap punya “sisi terang” yang membuatnya punya tempat khusus di hati para penumpangnya. Bahkan, membuat sebagian orang memilih setia naik dan turun kereta di sini. 

Iklan

Penulis: Kenia Intan
Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Oleh-Oleh Khas Malioboro Jogja yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Membeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2026 oleh

Tags: Lempuyanganstasiunstasiun jogjaStasiun LempuyanganStasiun TuguStasiun Tugu Jogjatugu Jogja
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Stasiun Tugu Jogja nggak cocok untuk orang kaya tak bermoral. MOJOK.CO
Catatan

Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja Nggak Cocok untuk User Eksekutif Nirempati dan Ojol yang Kesabarannya Setipis Tisu

26 Maret 2026
Stasiun Tugu Jogja lebih buruk dari Stasiun Lempuyangan. MOJOK.CO
Catatan

Kapok Naik Kereta Eksekutif karena Turun di Stasiun Tugu Jogja, Keluar Stasiun Langsung Disuguhi “Ujian Nyata”

25 Maret 2026
3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)
Pojokan

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan

21 Februari 2026
rekomendasi indomaret di Jogja yang cocok untuk melamun. MOJOK.CO
Ragam

3 Indomaret Unik di Jogja yang Cocok Disinggahi untuk Meromantisasi Hidup, Dijamin bikin Kamu Betah Melamun

10 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja Mojok.co

3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja

26 Maret 2026
Stasiun Tugu Jogja lebih buruk dari Stasiun Lempuyangan. MOJOK.CO

Kapok Naik Kereta Eksekutif karena Turun di Stasiun Tugu Jogja, Keluar Stasiun Langsung Disuguhi “Ujian Nyata”

25 Maret 2026
Pekerja Surabaya pindah kerja di Jogja kaget dengan kebiasaan "menghibur-hamburkan uang" pekerja Jogja MOJOK.CO

Pekerja Surabaya Pindah Kerja di Jogja: Bingung sama Kebiasaan “Buang-buang Uang”, Repot karena Budaya Traktir Teman

26 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
Stasiun Tugu Jogja nggak cocok untuk orang kaya tak bermoral. MOJOK.CO

Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja Nggak Cocok untuk User Eksekutif Nirempati dan Ojol yang Kesabarannya Setipis Tisu

26 Maret 2026
Pekerja Jakarta WFH demi hemat BBM

Wacana WFH 1 Hari: Kesempatan Pekerja Kantoran Jakarta “Multitasking” dan Kabur WFC, padahal Tak Boleh Keluar Rumah

25 Maret 2026

Video Terbaru

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

23 Maret 2026
Tiyo Ardianto BEM UGM: Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

Tiyo Ardianto: BEM UGM dan Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

23 Maret 2026
Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.