Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Lempuyangan, Perlintasan Kereta Api Paling Menjengkelkan di Jogja

Georgius Cokky Galang Sarendra oleh Georgius Cokky Galang Sarendra
1 April 2025
A A
Jalan Lempuyangan, Jalur KA Paling Menjengkelkan di Jogja (Unsplash)

Jalan Lempuyangan, Jalur KA Paling Menjengkelkan di Jogja (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Berbicara soal Lempuyangan, yang terlintas di pikiran orang pasti 2 hal saja. Pertama, tentang Stasiun Lempuyangan Jogja yang legendaris. Kedua, Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 51 yang ikonik karena berada di bawah kolong jembatan layang. 

Namun, di sini, saya tidak akan membahas 2 hal itu. Saya akan melainkan membahas mengenai JPL, tetangga dari JPL 51, yaitu JPL 52 Tukangan. JPL 52 Tukangan mempunyai nama lain, yaitu Jalan Lempuyangan.

Sebentar, di sini saya harus menegaskan bahwa Jalan Lempuyangan yang saya maksud bukan ruas jalan di depan stasiun. Iya, nama jalan di depan stasiun memang sama. Namun, baik arah, tujuan, dan keramaian yang terjadi sangat berbeda.

Jalan Lempuyangan yang saya maksud adalah potongan dari Jalan Yos Sudarso. Dulu, jalan ini menjadi jalur alternatif berkendara dari arah utara (UGM atau Kotabaru, misalnya) dan hendak menuju ke arah selatan Kota Jogja. 

Jadi, kamu bisa masuk dari sisi selatan Stadion Kridosono, mengikuti jalanan yang berkelok membentuk huruf “S”, belok kiri, lalu belok kanan. Kamu akan sampai di  Jalan Hayam Wuruk.

Momen buruk di Jalan Lempuyangan (JPL 52 Tukangan)

Kok bisa banyak orang mempunyai momen manis dengan JPL 52 Tukangan? Saya sebaliknya karena selalu mendapatkan momen buruk di Jalan Lempuyangan ini. 

Bagi saya, Jalan Lempuyangan ini anomali, menjadi sumber masalah, dan gampang bikin emosi. Hampir setiap lewat sini, pasti ada saja hal-hal buruk yang bikin emosi saya memuncak. Saya yakin, pasti pengendara lain di Jogja juga setuju dengan statement saya ini dan punya keresahan serupa.

Kenapa Jalan Lempuyangan Jogja ini bisa menjadi sangat menyebalkan. Izinkan saya menjelaskan.

Baca Juga:

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

#1 Kondisi Jalan Lempuyangan Jogja sudah yang jauh dari kata layak

Selama musim hujan mengguyur wilayah Jogja saat ini, kondisi jalan di perlintasan JPL 52 ini rusaknya semakin parah. Bahkan, hampir di seluruh titik di perlintasan mengalami degradasi yang memprihatinkan. Kerusakannya bukan sekedar rusak biasa, tapi hingga aspalnya berlubang dan hancur.

Kondisi ini memaksa saya, setiap lewat Jalan Lempuyangan, harus berhati-hati. Kalau asal lewat saja, yang ada saya bisa kaget karena efek goncangan dan motor saya bisa-bisa rusak karena melintas di jalan yang jelek seperti itu. 

Saya malah pernah melihat seorang pengendara motor melakukan aksi manuver zig-zag di Jalan Lempuyangan ini. Aksi berbahaya ini dia lakukan demi menghindari lubang di perlintasan JPL 52 yang sangat besar.

#2 Musibah bagi pengendara yang menanti jika ada kereta lewat

Masalah lain yang muncul gara-gara JPL 52 ini adalah kemacetan yang di luar nalar ketika ada kereta api hendak lewat. Memang, saya mengerti jika ada kereta hendak melintasi, suatu perlintasan pasti akan menimbulkan sedikit antrean dan kemacetan. Tapi buat kasus di Jalan Lempuyangan ini, situasinya tidak masuk akal.

Sebagai gambaran kasus, ketika palang kereta di JPL 52 turun, antrean yang muncul dari arah utara bisa meluas hingga Jalan Yos Sudarso di Kridosono. Masih untung jika durasi kereta yang akan lewat singkat. Kalau ternyata lebih lama dan lalu lintas sedang padat, antrean kendaraan yang terjadi bisa menyebabkan area jalan di pertigaan Gacoan Kotabaru lumpuh total. 

Ini baru dari arah utara. Di sisi selatan JPL 52, kondisinya bisa serupa. Di sana ada persimpangan jalan dari arah Lempuyangan dan Tukangan Jogja.

Jadi kamu bisa membayangkan sendiri betapa menderitanya orang-orang yang terjebak dalam kondisi itu. Apalagi saya yang kerap melintasi Jalan Lempuyangan. 

Tapi apa boleh buat, kondisi jalan di sekitar JPL 52 itu termasuk kecil dan sempit.  Makanya, mau tidak mau, kemacetan akan menjadi parah apabila ada kereta yang melintas.

#3 Rambu lalu lintas sekadar pajangan

Sebagai informasi, di JPL 52 Jalan Lempuyangan itu ada rambu yang melarang pengendara dari arah utara untuk berjalan langsung ke selatan menuju arah Tukangan. Aturan ini juga berlaku bagi pengendara dari arah Tukangan. Pokoknya nggak boleh putar balik menuju arah stasiun. Rambu-rambu yang tertera pun sudah sangat jelas dan terlihat menurut saya.

Tapi kenyataannya, masih banyak oknum-oknum meresahkan yang kerap melanggar rambu itu. Alhasil, arus lalu lintas kadang menjadi lebih macet dan nggak karuan. Lebih sialnya lagi, sering ada yang nyaris tertabrak akibat ulah pengendara yang sembrono ini. 

Untungnya saja saya belum pernah menjadi korbannya. Hal ini juga menjadi bukti bahwa kesadaran pengendara di Indonesia soal mematuhi rambu-rambu lalu lintas masih sangat kurang.

Jadi kalau disuruh mikir solusinya apa? Saya jelas tidak tahu, karena itu tupoksi Pemkot Jogja dan jajarannya. Tapi yang jelas, kalau saya disuruh menghindari lewat JPL 52 Jalan Lempuyangan ini ya saya tidak bisa karena ini rute terbaik saya menuju kampus sehari-hari. Itu.

Penulis: Georgius Cokky Galang Sarendra

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Macet dan Sempit, Jalan Lempuyangan Jogja Tidak Lagi Bisa Disebut Sebagai Jalan Alternatif dari Sleman ke Kota Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2025 oleh

Tags: Jalan LempuyanganJalan Lempuyangan JogjaJogjaJPL 52JPL 52 Jalan LempuyanganJPL 52 JogjaJPL 52 Lempuyanganstasiun lempuyanganStasiun Lempuyangan JogjaTukangan
Georgius Cokky Galang Sarendra

Georgius Cokky Galang Sarendra

Penulis dengan perspektif khas Mas-mas Jawa. Tumbuh besar dengan lagu-lagu Oasis dan drama Manchester United, kini sedang meniti jalan panjang (dan pasti) menuju kesuksesan

ArtikelTerkait

3 Kasta Tertinggi Bakpia Jogja yang Pantas Dijadikan Oleh-Oleh  Mojok.co

3 Kasta Tertinggi Bakpia Jogja yang Pantas Dijadikan Oleh-Oleh 

4 Juni 2025
The Victoria Hotel Jogja, Hotel Ramah Anak yang Membuat Liburan Keluarga Nggak Banyak Drama  (Mojok.co)

The Victoria Hotel Jogja, Hotel Ramah Anak yang Membuat Liburan Keluarga Nggak Banyak Drama  

26 Juni 2025
Penutupan Plengkung Gading Adalah Kecemasan Terbesar Saya Sebagai Penglaju Bantul-Sleman Mojok.co

Penutupan Plengkung Gading Adalah Kecemasan Terbesar Saya sebagai Penglaju Bantul-Sleman

23 September 2025
Honda Scoopy Kuat Disiksa Jalanan Jogja dan Surabaya (Unsplash)

Pengalaman Menyiksa Honda Scoopy di Jalanan Jogja dan Surabaya yang Selalu Sukses Bikin Pengendara Tersiksa

25 Maret 2024
Sudah Saatnya Warga Jogja Menggunakan Fitur Klakson Saat Berkendara, Sebab Jalanan Jogja Sudah Mulai Berbahaya jogja istimewa purwokerto

Saya Baru Bisa Mensyukuri Purwokerto Setelah Merantau ke Jogja, Kota Istimewa yang Malah Bikin Saya Gundah Gulana

12 Mei 2025
Yamaha Grand Filano Teman Setia Healing di Sudut Jogja

Skripsi, Lari, dan Yamaha Grand Filano: Teman Setia Healing di Sudut Jogja

24 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

28 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co PTN

Tradisi Tahunan Datang, Sekolah Kembali Sibuk Merayakan Siswa Lolos PTN, sementara yang Lain Cuma Remah-remah

23 April 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang

29 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.